CryptoCoinsInfoClub.com

Resiko Investasi Bitcoin

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai Layaknya instrumen keuangan lain yang lebih dulu ada, Bitcoin tak hanya membawa potensi, tapi juga risiko. Harga mata uang virtual ini memang menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan, tapi ada nilai minus yang membuat penggunaan Bitcoin masih perlu diwaspadai. Baik sebagai alat pembayaran online maupun aset investasi, berikut ini 5 risiko Bitcoin yang masih membebani penggunaannya: 1. Keamanan Penyimpanan Bitcoin Belum Maksimal Bitcoin disimpan dalam sebuah wallet virtual yang bisa dipasangi private key sebelum digunakan. Namun karena data seperti itu tersimpan dalam jaringan internet, keamanannya tentu saja sangat rawan diretas oleh para penjahat cyber. Beberapa kasus pembobolan Bitcoin pernah terjadi dan merugikan pengguna hingga jutaan Dolar AS. Tak tanggung-tanggung, hacker tak lagi menarget wallet secara individual, tapi menyasar situs penyedia wallet dan bursa Bitcoin yang membawahi banyak nasabah. Inputs.io serta Mt. Gox adalah contoh dari korban-korban hacker Bitcoin yang merasakan kerugian besar. Alternatif penyimpanan wallet Bitcoin yang satunya pun tak luput dari risiko. Demi menghindari pembobolan lewat jaringan internet, para pengguna Bitcoin biasanya menggunakan aplikasi yang diinstall di PC atau yang biasa disebut sebagai wallet offline. Akan tetapi, jika pemilik sampai lalai merawat dan menjaga kepemilikan harddisk-nya, maka Bitcoin yang dipunyainya bisa hilang tak bersisa. Hal ini pernah dialami oleh James Howells yang kehilangan 7,500 Bitcoin setelah harddisk komputernya hilang. 2. Fluktuasi Nilai Mata Uang Sangat Tajam Nilai Bitcoin sangat mudah terpengaruh oleh isu-isu global karena banyaknya jumlah investor yang kini menggunakan Bitcoin sebagai aset investasi. Ketika terdapat berita positif, investor ram Continue reading >>

Lima Risiko Investasi Bitcoin

Lima Risiko Investasi Bitcoin

ANDA tentu pernah mendengar mata uang virtual Bitcoin. Ya, mata uang digital ini sukses sebagai investasi keuangan di dunia maya. Jenis mata uang tanpa bank sentral nyata tersebut membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mencoba menginvestasikan dananya di internet. Namun, Anda harus tahu seberapa besar keuntungan atau manfaat yang diperoleh, dengan risiko yang mungkin dapat menimpa Anda dalam bisnis ini. Dilansir dari Top Tips News, berikut lima risiko yang harus Anda ketahui sebelum berinvestasi di Bitcoin. Uang virtual Bitcoin adalah mata uang internasional yang unik, dapat menjadi investasi lebih menguntungkan dalam kasus jika terjadi pelemahan ekonomi besar. Pertukaran mata uang dilakukan diam-diam antara individu, tanpa kebutuhan untuk membayar biaya, pajak dan PPN. Namun, modal tidak dijamin karena mata uang virtual tidak dikeluarkan oleh bank sentral. Tidak seperti investasi tetap, di mana setiap jumlah yang disimpan biasanya dijamin oleh negara. Tidak heran bila investor di Bitcoin dapat kehilangan uang setiap saat. Seperti dijelaskan di atas, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral. Investor mungkin menghadapi ketidakstabilan ekstrem. Ada risiko yang dapat menimbulkan bahaya cukup besar untuk seluruh investasi. Kita tidak bisa secara akurat memperkirakan harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Karena uang berada di internet. Investor dapat meraih atau kehilangan uang setengah dari modal yang diinvestasikan hanya beberapa jam. Krisis ekonomi Bitcoin pertama adalah pada 2013, yang naik menjadi lebih dari USD266, kemudian turun menjadi USD125 pada akhir tahun. Virtual di Bitcoin juga dapat diterjemahkan sebagai ancaman bagi investor. Investasi yang diwujudkan melalui nomor virtual menjadi mangsa mudah bagi penjahat dunia maya atau cybercrime. Sebagai contoh, Continue reading >>

Segala Bentuk Resiko Investasi Bitcoin - Alasan Investasi Bitcoin Sangat Menguntungkan

Segala Bentuk Resiko Investasi Bitcoin - Alasan Investasi Bitcoin Sangat Menguntungkan

Alasan Investasi Bitcoin Sangat Menguntungkan Keuntungan + Kerugian dariInvestasi Bitcoin Kalauberbicara soal keuntungan, tentu saja kelebihan dari Bitcoin ini adalahharganya yang cenderung naik terus dari waktu ke waktu. Jadi siapapun yang mau terjun di bisnisBitcoin ini seharusnya bisa mendapatkan untung. Meski memiliki sejumlahkelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidakmemiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtualini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin. Sepertidijelaskan di atas, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral. Investor mungkinmenghadapi ketidakstabilan ekstrem. Ada risiko yang dapat menimbulkan bahayacukup besar untuk seluruh investasi. BankIndonesia juga sekalian menghimbau orang-orang untuk waspada pada mata uangvirtual, sambil menyebutkan kalau resiko berkaitan pemakaian atau juga kepemilikanmata uang virtual dijamin sendiri oleh pemakai/pemiliknya. Lalu bagaimanastatus Bitcoin di Indonesia? sejauh ini Bitcoin di Indonesia merupakan komoditidigital yang boleh di perjual belikan. Karena tidak adanya lembaga yangmenaungi Bitcoin ini maka segala kerugian ataupun resiko dari Bitcoin yangmungkin saja terjadi kepada penggunanya tidak ada juga lembaga yangmenjaminnya. Risiko lainyang tak kalah penting datang dari kalangan pengguna Bitcoin sendiri, yaitukurangnya pemahaman mengenai sifat dan cara kerja cryptocurrency ini. Menurutekonom, investasi di Bitcoin adalah desentralisasi, dan bahkan dapatmembahayakan tingkat demokratis serta fiskal. Pertukaran bebas tanpa biaya ataupajak dapat dikonversi menjadi fluktuasi besar. Denganpengurangan blok reward/pendapatan mining sekitar separuh per blok dalambeberapa bulan nanti, pendapatan Bitcoin akan jauh lebih sedikit setiap hari.Mengin

Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

BI: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin Dollar AS di Money Changer Tembus Rp 14.100 Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng risiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan mata uang digital atau cryptocurrency Bitcoin. "Jadi saya ingin mengatakan risiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin," kata Agus, ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12). Agus juga mengatakan bahwa mata uang digital seperti Bitcoin tidak dijamin dan merupakan investasi yang tidak diakui di Indonesia saat ini. Selain itu, Bitcoin juga bukan merupakan alat pembayaran yang sah. "Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada risiko dengan instrumen Bitcoin," ujar dia. BI selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin. Satgas Waspada Investasi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bertransaksi menggunakan mata uang digital karena selain melanggar ketentuan otoritas sistem pembayaran, mata uang virtual itu kerap mengiming-imingi imbal hasil yang tidak masuk akal. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini terdapat dua pelaku transaksi Bitcoin. Continue reading >>

Investasi Bitcoin Vs Saham. Manakah Yang Lebih Menguntungkan?

Investasi Bitcoin Vs Saham. Manakah Yang Lebih Menguntungkan?

Beranda > Finansial > Investasi Bitcoin vs Saham. Manakah yang Lebih Menguntungkan? Investasi Bitcoin vs Saham. Manakah yang Lebih Menguntungkan? TUNAIKU.COM Akhir-akhir ini, Bitcoin memang tengah menjadi investasi yang digemari oleh banyak orang. Bagaimana nggak, profit yang bisa didapat dari jual beli Bitcoin sangatlah besar. Dengan Bitcoin, kamu bisa mencapai keuntungan 7 kali lebih besar dari modal dalam rentang waktu satu setengah tahun saja. Bayangkan, harga Bitcoin di awal tahun 2016 hanya sebesar Rp5,5 juta saja dan angka tersebut terus naik hingga mencapai Rp35,5 juta di pertengahan tahun 2017. Ini Hal-hal yang Perlu Diwaspadai Ketika Investasi Bitcoin Keuntungan besar yang bisa didapat dari Bitcoin, tentunya nggak lepas dari resiko tinggi yang dimilikinya. Sama seperti saham, nilai Bitcoin juga memiliki kemungkinan untuk melemah. Bahkan, investasi Bitcoin ini nilainya lebih nggak stabil bila dibandingkan dengan saham, lho. Kalau begitu, manakah yang lebih menguntungkan, investasi Bitcoin atau saham?Jika kamu merasa bingung, yuk tengok perbandingan keduanya di bawah ini. 1. Pergerakan harga dan faktor yang mempengaruhinya Menguat atau melemahnya harga Bitcoin dan saham, kurang lebih disebabkan oleh hal yang sama, yaitu peningkatan dan penurunan permintaan dan isu yang berkembang di masyarakat. Khusus untuk saham, kinerja perusahaan juga bisa jadi faktor yang cukup mempengaruhi, lho. Meski memiliki faktor penyebab yang sama, pergerakan harga Bitcoin dan saham cukup berbeda. Bitcoin memiliki nilai yang fluktuatif dan tidak stabil. Sedangkan saham, pergerakan nilainya memang terhitung lambat, tapi cukup stabil dan tidak serentan Bitcoin. Ketika kamu memutuskan untuk membeli saham, maka kamu harus membelinya lewat broker atau pialang saham. Broker itu sendiri bisa Continue reading >>

Investasi Bitcoin: Pahami Dahulu Keuntungan Dan Kerugiannya Sebelum Terjun Langsung

Investasi Bitcoin: Pahami Dahulu Keuntungan Dan Kerugiannya Sebelum Terjun Langsung

Investasi BITCOIN: Pahami Dahulu Keuntungan dan Kerugiannya Sebelum Terjun Langsung Menyimak tentang beberapa keuntungan beserta kelemahan investasi Bitcoin setidaknya dapat memberikan gambaran mengenai potensi maupun resiko dari jenis instrument investasi mata uang digital yang satu ini. Kecanggihan zaman dengan adanya teknologi yang semakin maju membuat investasi secara online yang disebut dengan Cryptocurrency dengan implementasinya adalah berupa Bitcoin. Investasi ini sedang naik daun dan marak diperbincangkan karena harganya yang sudah mulai menembus Rp 111 juta. Sungguh menakjubkan hanya dalam beberapa tahun semenjak dilucurkan kenaikan nilai tukar bitcoin sungguh fantastis meskipun sempat juga turun menuju $5000. Bitcoin merupakan mata uang virtual berbentuk serangkaian algoritma rantai blok dengan menggunakan sistem pembayaran peer to peer (P2P) yang artinya dalam perdagangannya tidak menggunakan server, tidak memiliki penerbit yang terpusat namun untuk penyimpanan transaksi dilakukan oleh pengguna itu sendiri yang telah terhubung ke dalam jaringan. Jika anda merupakan pemula dan belum terlalu paham mengenai investasi ini sebaiknya tidak perlu berambisi dan pelajari terlebih dahulu mengenai beragam potensi dan resiko dari investasi mata uang digital yang banyak beredar saat ini. Seberapa besar potensi bisnis mata uang digital? Pengguna internet di dunia semakin bertambah dan cara suatu produk dalam beriklan pun menjadi lebih bebas dan mudah. Anda mengenal saham, namun untuk jenis investasi Cryptocurrency ini bukan merupakan investasi biasa seperti saham. Jadi sebagai pemula harus benar-benar mengetahui seluk beluk dari Bitcoin sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Mata uang digital ini bersifat fluktuatif tergantung dari permintaan pasar. Misalkan saja pada aw Continue reading >>

Gubernur Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

Gubernur Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

Gubernur BI: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin Bank Indonesia mengimbau masyarakat tidak gampang tergiur dengan investasi Bitcoin. tirto.id - Bank Indonesia (BI) kembali memperingatkan tingginya risiko investasi dalam mata uang digital (cryptocurrency) bernama Bitcoin. Meski dikabarkan menjanjikan keuntungan tinggi, BI menilai investasi Bitcoin sangat berisiko. Karena itu, Gubernur BI, Agus Martowardojo meminta masyarakat agar tidak menganggap enteng resiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan Bitcoin. "Saya ingin mengatakan resiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin," kata Agus di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017) seperti dikutip Antara. Agus mengigatkan, mata uang digital semacam Bitcoin tidak dijamin keamanannya. Investasinya juga tidak diakui di Indonesia saat ini. Apalagi, Bitcoin juga bukan alat pembayaran yang sah. "Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada resiko dengan instrumen Bitcoin," kata dia. BI selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga berharap masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi dengan instrumen mata uang digital, yang salah satunya ialah Bitcoin. "(Potensi Bitcoin) nampaknya sering dimunculkan karena harganya makin tinggi, ini dilirik sebagai suatu bentuk investasi. Tapi kami tidak berharap terjadi spekulasi atau bubble yang kemudian bisa merugikan," kata Sri Mulyani. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat dapat lebih bijak memilih produk investasi yang aman dan Continue reading >>

5 Risiko Berinvestasi Di Bitcoin Dkk

5 Risiko Berinvestasi Di Bitcoin Dkk

Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari) Liputan6.com, Jakarta - Mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin dan ethereum bekalangan semakin sering terdengar. Hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional. Cryptocurrency merupakan bentuk dari uang digital yang didesain untuk membuat transaksi menjadi sangat aman. Aset digital ini dirancang sebagai medium pertukaran menggunakan kriptografi untuk mengamankan transaksi dan mengontrol berbagai hal terkait lainnya. Jack Ma Mengaku Tak Tertarik dengan Bitcoin Bentuk cryptocurrency pertama adalah bitcon yang diciptakan pada 2009 dan sampai saat ini masih dikenal luas. Nilai cryptocurrency sendiri cukup fluktuatif. Bitcoin misalnya, setelah meroket ke level tertinggi di atas US$ 19.500 per koin pada Minggu lalu, harganya mengalami penurunan pada pekan ini. Pada Jumat (22/12/2017), nilainya sempat berada di bawah US$ 13 ribu. Tidak seperti uang biasa, mata uang digital ini tidak memiliki bentuk fisik dan berbeda dari transaksi reguler pada sistem perbankan. Pada perbankan normal, pemerintah biasanya mengontrol suplai uang dengan mencetak unit uang. Namun di dalam dunia cryptocurrency, produksi mata uang umumnya dibatasi. Saat ini hanya ada 21 juta bitcoin di dunia, sedangkan cryptocurrency lain seperti Litecoin terdiri dari 84 juta unit. Terlepas dari keterbatasan dan nilai yang berfluktuasi, nyatanya cryptocurrency seperti bitcoin , semakin banyak dilirik. Namun, bukan berarti investasi cyrptocurrency tidak memiliki risiko. Ada lima hal yang harus dipertimbangkan oleh investor sebelum memutuskan berinvestasi dengan mata uang digital tersebut. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari The Econom Continue reading >>

Bi: Jangan Anggap <em>enteng</em> Risiko Investasi Bitcoin | Republika Online Mobile

Bi: Jangan Anggap enteng Risiko Investasi Bitcoin | Republika Online Mobile

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng risiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan mata uang digital atau cryptocurrency Bitcoin. "Jadi saya ingin mengatakan risiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin," kata Agus, ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12). Agus juga mengatakan bahwa mata uang digital seperti Bitcoin tidak dijamin dan merupakan investasi yang tidak diakui di Indonesia saat ini. Selain itu, Bitcoin juga bukan merupakan alat pembayaran yang sah. "Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada risiko dengan instrumen Bitcoin," ujar dia. BI selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin. Satgas Waspada Investasi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bertransaksi menggunakan mata uang digital karena selain melanggar ketentuan otoritas sistem pembayaran, mata uang virtual itu kerap mengiming-imingi imbal hasil yang tidak masuk akal. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini terdapat dua pelaku transaksi Bitcoin. Pertama, pelaku atau industri yang berdiri sebagai marketplace, yakni tempat bertemu antara pembeli dan penjual mata uang virtual tersebut. Kedua, pelaku atau industri yang menawarkan investasi di penjualan Bitcoin. Menurut Tongam, mata uang virtual untuk investasi berpotensi merugikan masyarakat karena perusahaan tersebut mengiming-imingi bunga yang tidak masuk akal. Jika masyarakat ingin berinvestasi, kata dia, lebih baik ke sekto Continue reading >>

Bitcoin Investasi Yg Menakutkan !!

Bitcoin Investasi Yg Menakutkan !!

Home / Artikel Terbaru / BITCOIN Investasi yg menakutkan !! Posted by: admin June 10, 2015 in Artikel Terbaru 2 Comments Artikel ini dikutip dari www.creative-trader.com , ditulis di awal Februari 2014, pada saat itu harga bitcoin di kisaran $1000 per 1 BTC, analisa dalam artikel ini terbukti benar hanya dalam 1 tahun harga bitcoin sudah turun 70% ke kisaran harga $300 per 1 BTC Kami yakin sebagian dari anda sudah pernah mendengar tentang bitcoin, bitcoin adalah mata uang online yang menjadi fenomena dunia finansial dan investasi pada awal tahun 2014. Bitcoin menjadi ramai dibahas oleh berbagai media karena nilainya yang naik dalam tahun 2013 naik dari $13 per 1 BTC (kode dari bitcoin) dan tutup di harga $800 per 1 BTC di akhir tahun, harganya bahkan sempat mencapai level $1.200 di awal bulan Desember 2013. Namun jika anda belum mengerti apa sebenarnya Bitcoin, atau sedang mempertimbangkan apakah bitcoin adalah investasi yang baik dan berpotensi untuk memberikan kita keuntungan yang sepadan dengan resiko yang dimilikinya, hari ini kami akan mencoba menjelaskan apa itu bitcoin, apa kegunaannya, mengapa harganya bisa naik sampai hampir 10000% dalam 1 tahun dan bagaimana prospeknya di masa yang akan datang. Pertanyaan ini pertama yang pasti muncul bagi anda yang belum sempat mendalami tentang bitcoin. Untuk memahami apa itu bitcoin anda bisa menonton video yang dibuat oleh situs resmi bitcoin. Jika anda belum memahaminya, cobalah menontonnya 1-2 kali lagi, kami sendiri harus menonton berulang kali untuk memahami apa sebenarnya bitcoin. Jika disimpulkan secara sederhana bitcoin adalah mata uang digital yang bisa digunakan dalam transaksi online, yang memiliki beberapa kelebihan dibanding mata uang konvensional, antara lain : Tidak diatur oleh bank central, selain itu prose Continue reading >>

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

KOMPAS.com - Diakui atau tidak, demam Bitcoin sedang melanda dunia. Cryptocurrency yang bersifat terdesentralisasi dan tidak diatur atau dijamin oleh otoritas pusat ini ramai digunakan untuk bertransaksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin. Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi. Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik. Kasus seperti ini beberapa terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya peristiwa yang menimpa Inputs.io. Penyedia wallet online tersebut November lalu dibobol hacker sehingga mengakibatkan para "nasabah" kehilangan Bitcoin senilai 1,2 juta dollar AS. Private key yang disimpan dalam "Cold Storage" (komputer atau media penyimpanan yang tak terkoneksi ke internet) pun memiliki kerentanan tersendiri. Seorang pria bernama James Howells menyimpan 7.500 Bitcoin dalam wallet di dalam hard disk komputernya. Ketika hard disk tersebut hilang, Howells terpaksa merelakan uang virtual senilai jutaan dollar tersebut. Untuk mengurangi risiko itu, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan sedikit berbagi tips. Pengelola salah satu bursa Bitcoin terbesar di Indonesia ini mengungkapkan bahwa d Continue reading >>

Bank Indonesia Ingatkan Resiko Investasi Bitcoin Dan Cryptocurrency Lainnya

Bank Indonesia Ingatkan Resiko Investasi Bitcoin Dan Cryptocurrency Lainnya

Sampai dengan 30 November 2017, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 91,3 Triliun. Artinya, dari target Rp 106,6 Triliun pada tahun 2017, berhasil tersalur sebesar 85,6%. Kredit yang disalurkan melalui KUR ini tergolong lancar karena Non Performing Loan (NPL)-nya relatif rendah, sebesar 0,21%. Adapun penyalurannya, dari total sekitar 4 juta debitur, masih didominasi oleh skema KUR Mikro (70,4%), diikuti oleh skema KUR Ritel (29,3%) dan KUR TKI (0,3%). Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha mikro, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memimpin rapat koordinasi Evaluasi KUR 2017 dan Rencana KUR 2018, di Jakarta, Jumat (8/12). Pemerintah terus mendorong penyaluran KUR untuk sektor produksi, yang meliputi sektor pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa. Untuk sektor produksi (termasuk sektor jasa) naik dari 33% di Desember 2016 menjadi 44% di November 2017. Sedangkan sektor produksi (tanpa sektor jasa) naik dari 22% di Desember 2016 menjadi 31,5% di November 2017. Sementara jika dilihat menurut wilayah, penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar 55,8% (Rp 50,9 T), diikuti oleh Sumatera sebesar 19% (17,32 T), Sulawesi sebesar 10,2% (9,3 T), Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,7% (6,1 T), Kalimantan sebesar 6,2% (5,6 T), serta Maluku dan Papua sebesar 2,1% (1,9 T). Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan, Kami mencatat kinerja penyaluran KUR per provinsi. Itu sesuai dengan sebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Perkembangan kinerja KUR per penyalur juga menunjukkan tren capaian yang positif. Penyaluran KUR tertinggi d Continue reading >>

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin!

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin!

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin! Jakarta - Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat agar tak tergiur investasi menggunakan mata uang virtual atau virtual currency seperti bitcoin. Dipastikan bahwa bitcoin bukan merupakan instrumen investasi keuangan yang memiliki regulasi. Hal ini disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing melalui keterangan tertulis, Kamis (14/12/2017). Bitcoin memang tampak menggiurkan, sebab dalam beberapa waktu terakhir nilainya melambung sampai US$ 19.000. Namun tidak ada yang bisa memastikan pergerakannya di kemudian hari. "Perdagangan virtual currency lebih bersifat spekulatif karena memiliki risiko yang sangat tinggi. Beberapa entitas yang menawarkan virtual currency bukan bertindak sebagai marketplace tetapi memberikan janji imbal hasil tinggi apabila membeli virtual currency," kata Tongam. Bank Indonesia (BI) sebelumnya juga telah menyatakan bahwa virtual currency tidak dapat digunakan sebagai alat tukar. Baca juga: Catat! Jangan Tergoda Investasi di 21 Perusahaan Ini Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima. Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama peran untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. "Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan," ujarny Continue reading >>

Keuntungan Dan Kerugian Investasi Bitcoin Yang Harus Anda Tahu

Keuntungan Dan Kerugian Investasi Bitcoin Yang Harus Anda Tahu

Kirim Artikel Mulai Menulis & Share Artikel Terbaikmu Disini Sekarang ! Keuntungan dan Kerugian Investasi Bitcoin Yang Harus Anda Tahu Zonkeu | | Investasi | Tidak ada Komentar Investasi Bitcoin merupakan investasi yang menggunakan mata uang digital. Bagi yang belum pernah mendengar istilah bitcoin, tentu akan bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dari investasi bitcoin ini.Bitcoin adalah mata uang virtual yang hanya tersedia dalam bentuk digital dan berbentuk serangkaian algoritma rantai blok. Bitcoin merupakan mata uang digital yang menggunakan system pembayaran peer to peer (P2P). itu artinya bitkoin berjalan dengan tidak mempunyai server. Sehingga penyimpanannya dijalankan oleh setiap pengguna itu sendiri yang telah terhubung ke dalam jaringan. Terdapat banyak keuntungan yang bisa diperoleh apabila Anda bisa menggunakan mata uang bitcoin ini dengan cara yang tepat. Baca Juga: Cara Membuat Bitcoin Wallet Gratis Dengan Mudah . Namun investasi bitcoin ini juga memiliki beberapa resiko dan dapat menimbulkan kerugian apabila pengguna tidak benar-benar mengetahui system penggunaannya. Keuntungan dan Kerugian Investasi Bitcoin Semakin berkembangnya teknologi, pengetahuan masyarakat tentang bitcoin juga semakin meluas. Dengan meluasnya pengetahuan tentang bitcoin, menjadikan proses investasi bitcoin juga semakin mudah. Namun, perlu ditekankan sekali lagi bahwa bitcoin bukan merupakan investasi biasa seperti saham. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memahami resikonya sebelum membeli. Terdapat beberapa resiko yang perlu Anda ketahui saat akan berinvestasi dengan menggunakan bitkoin. Seperti salah satunya ialah resiko financial. Hal ini disebabkan karena nilai mata uangnya yang cenderung fluktuatif. Seperti misalnya di awal tahun 2013, harga bitcoin tiap kepingnya hanya Continue reading >>

Nekat Investasi Bitcoin? Ojk: Jangan Teriak Kalau Rugi

Nekat Investasi Bitcoin? Ojk: Jangan Teriak Kalau Rugi

Nekat Investasi Bitcoin? OJK: Jangan Teriak Kalau Rugi Jakarta - Bitcoin menjadi salah satu perhatian banyak orang di dunia saat ini karena nilainya yang cukup tinggi per kepingnya. Bitcoin merupakan mata uang digital yang didapatkan dengan cara 'menambang'. Bedanya dengan menambang yang sebenarnya adalah ini dilakukan secara online dengan komputer yang berfungsi sebagai kalkulator untuk memecahkan blocks, yang nantinya hasilnya berupa bitcoin. Namun Bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah di Indonesia. Untuk itu, Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sujanto tidak menyarankan berinvestasi dalam hal ini. "Karena peredaran perusahaan yang berafiliasi dengan bitcoin juga dilarang di OJK," katanya dalam acara Financial Clinic with OJK 'Menjadi Investor Andal di Pasar Modal Indonesia' di The Ice Palace Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Senin (27/11/2017). Dia bilang, bitcoin tidak disarankan menjadi instrumen berinvestasi karena peredaran uang digital ini tidak diatur di Indonesia. Selain itu, fluktuasinya yang sangat tidak bisa diprediksi membuat resiko berinvestasi akan sangat tinggi lantaran tak ada satu negara pun yang mengendalikan mata uang digital ini. "Tapi kalau ada orang yang transaksi bitcoin, kita enggak bisa melarang juga. Terserah investor. Tapi perlu diketahui, saat nanti mengalami kerugian, jangan teriak-teriak. Karena kalau untung kan juga enggak ada yang teriak-teriak," pungkasnya. Continue reading >>

More in ethereum