CryptoCoinsInfoClub.com

Resiko Ikut Bitcoin

5 Resiko Bisnis Bitcoin Yang Harus Anda Tahu

5 Resiko Bisnis Bitcoin Yang Harus Anda Tahu

Bisnis Online Bitcoin bisnis Bitcoin online resiko 5 Resiko Bisnis Bitcoin Yang Harus Anda Tahu 5 Resiko Bisnis Bitcoin Yang Harus Anda Tahu 5 Resiko Bisnis Bitcoin Yang Harus Anda Tahu - Bisnis bitcoin beberapa saat yang lalu menjadi hal yang cukup menghebohkan dunia karena perkembangannya yang cukup pesat. Bitcoin sendiri adalah mata uang digital yang bisa ditransfer ke manapun, kapanpun, oleh siapa saja, dengan biaya transfer yang sangat rendah. 1 BTC (mata uang bitcoin) saat ini senilai dengan 607 dollar AS yang dalam 4 tahun belakangan mengalami peningkatan yang luar biasa pesat dan masih memiliki prospek yang cukup menguntungkan terutama untuk masa krisi finansial yang terjadi di mana-mana. Anda bisa mendapatkan bitcoin dengan cara exchange melalui exchanger-exchanger yang ada di Indonesia dan beberapa negara lainnya, atau dengan cara mining yaitu memecahkan matematika rumit dengan menggunakan komputer untuk menemukan blok-blok bitcoin yang bisa ditukarkan menjadi sejumlah BTC. Meski tampak menguntungkan, bukan berarti bisnis bitcoin ini tidak memiliki resiko. Sistem bitcoin adalah sistem yang sangat aman dan sudah diverifikasi oleh banyak pihak. Namun masalahnya bukan terletak pada sistem bitcoin melainkan dompet Anda. Untuk menyimpan bitcoin yang Anda miliki dan untuk melakukan transfer, digunakan software Bitcoin Wallet yang terinstal pada komputer Anda. Apabila komputer bermasalah maka semua data bitcoin termasuk seluruh BTC yang Anda miliki bisa hilang pula. Sedangkan Anda pasti tahun komputer yang terhubung dengan internet rawan dengan segala jenis virus yang bisa digunakan para hacker untuk mencuri data-data yang ada pada komputer Anda termasuk bitcoin yang Anda miliki. Sama seperti investasi pada saham dan forex, bisnis bitcoin pun fluktuasinya cukup besa Continue reading >>

Bi: Jangan Anggap <em>enteng</em> Risiko Investasi Bitcoin | Republika Online Mobile

Bi: Jangan Anggap enteng Risiko Investasi Bitcoin | Republika Online Mobile

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng risiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan mata uang digital atau cryptocurrency Bitcoin. "Jadi saya ingin mengatakan risiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin," kata Agus, ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12). Agus juga mengatakan bahwa mata uang digital seperti Bitcoin tidak dijamin dan merupakan investasi yang tidak diakui di Indonesia saat ini. Selain itu, Bitcoin juga bukan merupakan alat pembayaran yang sah. "Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada risiko dengan instrumen Bitcoin," ujar dia. BI selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin. Satgas Waspada Investasi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bertransaksi menggunakan mata uang digital karena selain melanggar ketentuan otoritas sistem pembayaran, mata uang virtual itu kerap mengiming-imingi imbal hasil yang tidak masuk akal. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini terdapat dua pelaku transaksi Bitcoin. Pertama, pelaku atau industri yang berdiri sebagai marketplace, yakni tempat bertemu antara pembeli dan penjual mata uang virtual tersebut. Kedua, pelaku atau industri yang menawarkan investasi di penjualan Bitcoin. Menurut Tongam, mata uang virtual untuk investasi berpotensi merugikan masyarakat karena perusahaan tersebut mengiming-imingi bunga yang tidak masuk akal. Jika masyarakat ingin berinvestasi, kata dia, lebih baik ke sekto Continue reading >>

Bitcoin Investasi Yg Menakutkan !!

Bitcoin Investasi Yg Menakutkan !!

Home / Artikel Terbaru / BITCOIN Investasi yg menakutkan !! Posted by: admin June 10, 2015 in Artikel Terbaru 2 Comments Artikel ini dikutip dari www.creative-trader.com , ditulis di awal Februari 2014, pada saat itu harga bitcoin di kisaran $1000 per 1 BTC, analisa dalam artikel ini terbukti benar hanya dalam 1 tahun harga bitcoin sudah turun 70% ke kisaran harga $300 per 1 BTC Kami yakin sebagian dari anda sudah pernah mendengar tentang bitcoin, bitcoin adalah mata uang online yang menjadi fenomena dunia finansial dan investasi pada awal tahun 2014. Bitcoin menjadi ramai dibahas oleh berbagai media karena nilainya yang naik dalam tahun 2013 naik dari $13 per 1 BTC (kode dari bitcoin) dan tutup di harga $800 per 1 BTC di akhir tahun, harganya bahkan sempat mencapai level $1.200 di awal bulan Desember 2013. Namun jika anda belum mengerti apa sebenarnya Bitcoin, atau sedang mempertimbangkan apakah bitcoin adalah investasi yang baik dan berpotensi untuk memberikan kita keuntungan yang sepadan dengan resiko yang dimilikinya, hari ini kami akan mencoba menjelaskan apa itu bitcoin, apa kegunaannya, mengapa harganya bisa naik sampai hampir 10000% dalam 1 tahun dan bagaimana prospeknya di masa yang akan datang. Pertanyaan ini pertama yang pasti muncul bagi anda yang belum sempat mendalami tentang bitcoin. Untuk memahami apa itu bitcoin anda bisa menonton video yang dibuat oleh situs resmi bitcoin. Jika anda belum memahaminya, cobalah menontonnya 1-2 kali lagi, kami sendiri harus menonton berulang kali untuk memahami apa sebenarnya bitcoin. Jika disimpulkan secara sederhana bitcoin adalah mata uang digital yang bisa digunakan dalam transaksi online, yang memiliki beberapa kelebihan dibanding mata uang konvensional, antara lain : Tidak diatur oleh bank central, selain itu prose Continue reading >>

Ingin Ikut Nambang Bitcoin? Ini Resikonya!

Ingin Ikut Nambang Bitcoin? Ini Resikonya!

Ingin Ikut Nambang Bitcoin? Ini Resikonya! Telset.id, Jakarta Mata uang digital atau sering disebut sebagai Cryptocurrency kini menjadi salah satu metode investasi yang paling menguntungkan. Bayangkan saja, saat ini nilai 1 Bitcoin salah satu mata uang Cryptocurrency bisa menyentuh angka USD 10 ribu, atau sekitar Rp 135 juta. Maka tak heran, jika orang-orang kini berbondong-bondong ingin melakukan penambangan Bitcoin. Namun jika Anda orang yang termasuk ingin menjajal menambang Bitcoin, Anda harus tahu resiko yang akan Anda tanggung. Luno Ingin Jadi Pemimpin Pasar Aset Digital Mengutip dari laman Ubergizmo, kelompok peneliti dari Inggris memaparkan bahwa resiko utama yang harus ditanggung oleh seorang penambang Bitcoin adalah biaya tagihan listrik. Mereka memaparkan bahwa untuk menambang Bitcoin, para penambang kini sudah menggunakan total listrik setara 20 negara di Eropa. Jika dikonversi menjadi muatan listirk, hal tersebut setara dengan 29,05 tWh (1 tWh = 1 miliar kWh), atau sekitar 0,13 persen pemakaian listrik di seluruh dunia. [Baca juga: Bukan Emas, Pendiri Apple Pilih Investasi Bitcoin ] Jika dihitung dengan harga per KWh di Indonesia yang mencapai Rp 1.467,28, maka jumlah yang harus dibayarkan setara Rp 42,624 triliun. Sungguh jumlah yang fantastis! Sebagai informasi, untuk menambang Bitcoin, para penambang harus menggunakan sebuah komputer dengan daya komputasi yang sangat tinggi. Belum lagi, jumlah yang di dapatkan per penambangan pun tidak pasti. Dan sering kali juga para penambang hanya mendapatkan di bawah 1 Bitcoin setelah satu bulan melakukan penambangan. [NC/HBS] Continue reading >>

Berhati-hati Menggunakan Cryptocurrency

Berhati-hati Menggunakan Cryptocurrency

Jakarta - Untuk anda yang terbiasa berbisnis online, mungkin anda pernah mendengar Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang digital yang didapatkan dengan cara 'menambang'. Bedanya dengan menambang yang sebenarnya adalah, anda menambang dengan komputer anda. Komputer anda berfungsi sebagai kalkulator untuk memecahkan blocks, yang nantinya anda akan mendapatkan reward berupa bitcoin. Saat ini Bitcoin menjadi salah satu mata uang yang populer digunakan oleh orang asing. Bahkan merchant yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran juga sudah ada di Indonesia. Bitcoin sendiri menjadi perbincangan yang hangat. Pada all time high-nya, harga Bitcoin pernah setara dengan satu troy ounce emas. Saat ini pun nilai Bitcoin masih sangat tinggi. Satu bitcoin setara lebih dari US$ 1100. Dengan kesuksesannya, saat ini banyak bermunculan mata uang sejenis. Contoh cryptocurrency lainnya adalah dogecoin, litecoin, mrai, dashcoin, dan masih banyak lagi. Media sekelas Bloomberg pun ikut membahas tentang fenomena bitcoin. Mengapa orang asing menyukai bitcoin? Simak ulasan di bawah ini. Untuk beberapa negara seperti Tiongkok, mereka sulit membelanjakan uang renminbinya di luar negeri karena adanya kebijakan dari pemerintah Tiongkok itu sendiri. Hal tersebut bermaksud agar terjadinya capital outflow dapat dicegah. Namun bagi masyarakatnya sendiri, hal tersebut bisa jadi masalah untuk mereka yang bepergian ke luar negeri. Cryptocurrency tidak memiliki restriksi kebijakan moneter dari negara manapun, sehingga lebih simpel digunakan untuk bepergian ke luar negeri. Menggunakan bitcoin tidak memerlukan transaksi fisik sehingga memudahkan nasabah untuk bertransaksi. Dibanding uang kartal di mana anda harus mengubah mata uang rupiah anda di money changer terlebih dahulu, maka cryptocurrency lebih dapat Continue reading >>

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai

5 Risiko Bitcoin Yang Perlu Anda Waspadai Layaknya instrumen keuangan lain yang lebih dulu ada, Bitcoin tak hanya membawa potensi, tapi juga risiko. Harga mata uang virtual ini memang menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan, tapi ada nilai minus yang membuat penggunaan Bitcoin masih perlu diwaspadai. Baik sebagai alat pembayaran online maupun aset investasi, berikut ini 5 risiko Bitcoin yang masih membebani penggunaannya: 1. Keamanan Penyimpanan Bitcoin Belum Maksimal Bitcoin disimpan dalam sebuah wallet virtual yang bisa dipasangi private key sebelum digunakan. Namun karena data seperti itu tersimpan dalam jaringan internet, keamanannya tentu saja sangat rawan diretas oleh para penjahat cyber. Beberapa kasus pembobolan Bitcoin pernah terjadi dan merugikan pengguna hingga jutaan Dolar AS. Tak tanggung-tanggung, hacker tak lagi menarget wallet secara individual, tapi menyasar situs penyedia wallet dan bursa Bitcoin yang membawahi banyak nasabah. Inputs.io serta Mt. Gox adalah contoh dari korban-korban hacker Bitcoin yang merasakan kerugian besar. Alternatif penyimpanan wallet Bitcoin yang satunya pun tak luput dari risiko. Demi menghindari pembobolan lewat jaringan internet, para pengguna Bitcoin biasanya menggunakan aplikasi yang diinstall di PC atau yang biasa disebut sebagai wallet offline. Akan tetapi, jika pemilik sampai lalai merawat dan menjaga kepemilikan harddisk-nya, maka Bitcoin yang dipunyainya bisa hilang tak bersisa. Hal ini pernah dialami oleh James Howells yang kehilangan 7,500 Bitcoin setelah harddisk komputernya hilang. 2. Fluktuasi Nilai Mata Uang Sangat Tajam Nilai Bitcoin sangat mudah terpengaruh oleh isu-isu global karena banyaknya jumlah investor yang kini menggunakan Bitcoin sebagai aset investasi. Ketika terdapat berita positif, investor ram Continue reading >>

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

KOMPAS.com - Diakui atau tidak, demam Bitcoin sedang melanda dunia. Cryptocurrency yang bersifat terdesentralisasi dan tidak diatur atau dijamin oleh otoritas pusat ini ramai digunakan untuk bertransaksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin. Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi. Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik. Kasus seperti ini beberapa terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya peristiwa yang menimpa Inputs.io. Penyedia wallet online tersebut November lalu dibobol hacker sehingga mengakibatkan para "nasabah" kehilangan Bitcoin senilai 1,2 juta dollar AS. Private key yang disimpan dalam "Cold Storage" (komputer atau media penyimpanan yang tak terkoneksi ke internet) pun memiliki kerentanan tersendiri. Seorang pria bernama James Howells menyimpan 7.500 Bitcoin dalam wallet di dalam hard disk komputernya. Ketika hard disk tersebut hilang, Howells terpaksa merelakan uang virtual senilai jutaan dollar tersebut. Untuk mengurangi risiko itu, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan sedikit berbagi tips. Pengelola salah satu bursa Bitcoin terbesar di Indonesia ini mengungkapkan bahwa d Continue reading >>

Waspada, Ini Risiko Besar Mengintai Transaksi Bitcoin

Waspada, Ini Risiko Besar Mengintai Transaksi Bitcoin

Waspada, Ini Risiko Besar Mengintai Transaksi Bitcoin Liputan6.com, Jakarta - Transaksi mata uang digital, seperti bitcoin dan altcoin kian marak. Peluang tersebut dimanfaatkan perusahaan investasi bodong untuk mencari mangsa para pemodal yang tergiur dengan iming-iming imbal hasil besar. Bank Indonesia (BI) pun menegaskan bahwa bitcoin merupakan sistem pembayaran ilegal di Indonesia. Pengamat Pasar Uang, Farial Anwar menilai, kenaikan harga bitcoin yang signifikan hingga ratusan juta per buah dimanfaatkan para spekulator global untuk mencari keuntungan. Instrumen bitcoin sangat aktif diperdagangkan di negara lain maupun di Indonesia. BI Kaji Kemungkinan Atur Batas Transaksi Bitcoin "Fluktuasi harga yang luar biasa tajam, sangat berisiko tinggi bagi investor karena mata uang ilegal, tidak ada dasar hukumnya. Mereka tergiur capital gain yang menarik, tapi tentu risikonya tinggi juga," kata dia saat dihubungi Liputan6.com Jakarta, Minggu (10/12/2017). Risiko bagi pemegang yang bertransaksi menggunakan bitcoin, diakui Farial, paling utama menyangkut gagal bayar. Investor atau pemodal tidak akan bisa mengejar keuntungan yang diperoleh bila perusahaan tersebut tidak jelas asal-usulnya atau berada di negara antah berantah. "Kalau gagal bayar mau tagih ke siapa, tidak bisa kejar. Ya kalau perusahaannya ada di Indonesia, tapi kalau di luar negeri bagaimana? Ingat banyak investasi bodong, karena BI kan masih menyatakan itu ilegal," paparnya. Karena masih berstatus ilegal sebagai alat pembayaran, Otoritas Jasa Keuangan pun tidak merekomendasikan pemodal berinvestasi di bitcoin . "Jangan tergoda iming-iming pendapatan tinggi," ujar Farial. Sedangkan dampaknya spekulasi bitcoin yang disebut-sebut berpotensi memicu gelembung (bubble) ekonomi, Farial kurang setuju. Dia memperkirakan Continue reading >>

'bermain' Bitcoin Penuh Dengan Resiko, Pemula Wajib Tahu Sebelum Memulai

'bermain' Bitcoin Penuh Dengan Resiko, Pemula Wajib Tahu Sebelum Memulai

'BERMAIN' BITCOIN PENUH DENGAN RESIKO, PEMULA WAJIB TAHU SEBELUM MEMULAI Hi bro, Harga bitcoin yang melunjak benar benar membuat semua orang semakin tertarik untuk berburu mata uang sakti ini, tidak hanya bitcoin, cryptocurrency lainnya seperti doge, ethereum, litecoin atau ripple juga menjadi sasaran untuk diburu. Akan tetapi ada yang akhirnya mengeluh ke admin kalau mereka justru mendapat kerugian dari aktifitas yang berhubungan dengan cryptocurrency seperti trading, cloud mining, faucet dan ICO. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas beberapa kerugian yang bisa muncul dari aktifitas yang berhubungan dengan mata uang digital. Kerugian bisa berupa materi ataupun waktu. Jadi buat anda yang baru terjun di dunia cryptocurrency wajib mengetahui dari awal kerugian apa saja yang mungkin terjadi dari aktifitas ini. Trading mata uang digital adalah aktifitas perdagangan atau jual-beli mata uang digital yang saat ini semakin diminati karena hasilnya yang menggiurkan, semakin besar modal yang dikeluarkan, semakin besar pula pendapatan yang didapatkan apabila profit. Namun ada resiko yang harus di ketahui oleh orang-orang yang baru akan mencoba trading bitcoin, beberapa diantaranya : Harga mata uang digital (cryptocurrency) benar-benar fluktuatif, susah ditebak, bisa naik dengan drastis atau turun dengan drastis, bisa jadi bro hari ini membeli bitcoin dengan harga 250 juta rupiah, keesokan harinya nilai aset menjadi 150 juta rupiah saja, jika kita langsung menjual aset tersebut maka akan mengalami kerugian, maka yang bisa kita lakukan adalah melakukan "hold" / menahan aset sampai harga naik kembali. Namun, bagaimana kalau nilai aset yang 'anjlok' susah untuk naik kembali ke harga yang diinginkan?.Sebagai trader kita harus menentukan berapa jangka waktu kita untuk menahan c Continue reading >>

5 Risiko Berinvestasi Di Bitcoin Dkk

5 Risiko Berinvestasi Di Bitcoin Dkk

Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari) Liputan6.com, Jakarta - Mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin dan ethereum bekalangan semakin sering terdengar. Hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional. Cryptocurrency merupakan bentuk dari uang digital yang didesain untuk membuat transaksi menjadi sangat aman. Aset digital ini dirancang sebagai medium pertukaran menggunakan kriptografi untuk mengamankan transaksi dan mengontrol berbagai hal terkait lainnya. Jack Ma Mengaku Tak Tertarik dengan Bitcoin Bentuk cryptocurrency pertama adalah bitcon yang diciptakan pada 2009 dan sampai saat ini masih dikenal luas. Nilai cryptocurrency sendiri cukup fluktuatif. Bitcoin misalnya, setelah meroket ke level tertinggi di atas US$ 19.500 per koin pada Minggu lalu, harganya mengalami penurunan pada pekan ini. Pada Jumat (22/12/2017), nilainya sempat berada di bawah US$ 13 ribu. Tidak seperti uang biasa, mata uang digital ini tidak memiliki bentuk fisik dan berbeda dari transaksi reguler pada sistem perbankan. Pada perbankan normal, pemerintah biasanya mengontrol suplai uang dengan mencetak unit uang. Namun di dalam dunia cryptocurrency, produksi mata uang umumnya dibatasi. Saat ini hanya ada 21 juta bitcoin di dunia, sedangkan cryptocurrency lain seperti Litecoin terdiri dari 84 juta unit. Terlepas dari keterbatasan dan nilai yang berfluktuasi, nyatanya cryptocurrency seperti bitcoin , semakin banyak dilirik. Namun, bukan berarti investasi cyrptocurrency tidak memiliki risiko. Ada lima hal yang harus dipertimbangkan oleh investor sebelum memutuskan berinvestasi dengan mata uang digital tersebut. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari The Econom Continue reading >>

Hati-hati! Bitcoin Sangat Berbahaya

Hati-hati! Bitcoin Sangat Berbahaya

London - Beberapa negara sudah menyadari akan bahaya Bitcoin. Betapa tidak, mata uang digital ini sangat fluktuatif, bulan lalu masih US$ 340 kini nilainya sudah tembus US$ 1.240. Seperti dikutip dari CNBC, Jumat (13/12/2013), European Banking Authority (EBA) akan mengeluarkan peringatan kepada warganya Jumat mendatang. Peringatan ini fokus kepada tingginya fluktuasi nilai tukar uang digital, 'dompet digital' yang sangat rentan diretas (di-hack), dan tidak adanya payung hukum bagi Bitcoin. Selain Eropa, Pemerintah China juga sudah melarang perbankan setempat untuk memproses seluruh transaksi yang berhubungan dengan Bitcoin. Pasalnya, mata uang digital ini sangat populer di China dan jumlah penggunanya terus bertambah. Tapi tidak semua pemangku kebijaka memandang negatif Bitcoin. Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve, Ben Bernanke, menilai Bitcoin bisa jadi alat tukar yang berguna, jika saja bisa diatur dengan baik dan disalahgunakan untuk tindak pencucian uang seperti selama ini. Yang diuntungkan dari fluktuasi nilai Bitcoin ini adalah investor, sedangkan pemerintahnya was-was. Karena selama ini dedemit dunia maya memakai Bitcoin untuk kegiatan ilegal, seperti cuci uang atau jual beli narkoba dan senjata. Ada beberapa risiko yang ditekankan EBA dalam larangan soal Bitcoin ini, antara lain mudahnya 'dompet digital' disusupi virus atau peretas sehingga uang investor, katakanlah Rp 10 miliar, bisa menguap dalam hitungan detik tanpa ada jaminan bisa kembali lagi sepeser pun. Selain itu, tempat atau pihak yang memfasilitasi transaksi Bitcoin juga bisa kena serangan hacker atau bangkrut tiba-tiba sehingga banyak orang yang selama ini menggunakan jasanya kena kerugian. Kerugian ini tentunya tidak bisa dilaporkan karena tidak ada payung hukumnya. Continue reading >>

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto dan Bitcoin di 2018 Ketakutan akan merosotnya harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya secara tiba-tiba masih hangat diperbincangkan. Benarkah masa depan uang digital ini makin terpuruk di 2018? tirto.id - Mata uang kripto jadi buah bibir di sepanjang 2017 kemarin. Harga sang raja mata uang kripto: Bitcoin terus meroket. Awal pekan Agustus, Bitcoin membuat rekor baru: untuk pertama kalinya, harga 1 Bitcoin lebih mahal daripada 1 ons emas. Waktu itu setara US$4 ribuan, atau sekitar Rp55-56 juta. Bila ditilik lebih ke belakang, pencapaian itu lebih bombastis. Pada 2012 lalu, harga 1 BTC (satuan Bitcoin) adalah sekitar US$15, sekarang? Harganya lebih dari US$15 ribu, sempat diprediksi akan menyentuh US$60 ribu pada 2018. Para pengamat terbelah, sebagian menganggap hal ini baik: sebagai sebuah kemajuan, lainnya menganggap tren tersebut tak akan berumur panjang. Biasa disebut dengan istilah Bitcoin Bubblesebuah keadaan harga sebuah komoditas terus meroket sehingga membentuk gelembung, yang dikhawatirkan dapat pecah pada sewaktu-waktu. Sebut saja gelembung kalau Anda suka, tapi bisakah Anda benar-benar menjauh dari mata uang kripto? ungkap ahli analisis pasar Naeem Aslam , membuka tulisannya dalam Forbes tentang prediksi nasib mata uang kripto pada 2018. Aslam yang mengaku memiliki mata uang kripto seperti Ether, Ripple, Bitcoin ini memperkirakan selama 2018 ini, investasi pada mata uang kripto tetap akan jadi tren dan sama sekali tak akan merugikan. Ia sendiri tak menampik kalau kekhawatiran tentang gelembung itu masuk akal. Melihat angka ini membuat Anda berpikir bahwa tak disanksikan lagi (kejadian) ini adalah bubble, sebab pertumbuhan segini besar memang belum pernah terjadi sebelumnya, tulis Aslam. Namun baginya, pertanyaan paling Continue reading >>

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Cari jawaban untuk berbagai pertanyaan dan mitos tentang Bitcoin. Bitcoin adalah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin serupa seperti uang tunai di dunia internet. Bitcoin juga dapat dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini. Bitcoin adalah implementasi pertama tentang konsep yang bernama "cryptocurrency", yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1998 oleh Wei Dai dalam milis cypherpunks, menyarankan ide tentang bentuk baru uang yang menggunakan kriptografi untuk mengontrol pembuatan dan transaksi, alih-alih menggunakan otoritas terpusat. Spesifikasi Bitcoin pertama dan bukti konsep dipublikasikan pada tahun 2009 dalam sebuah milis kriptografi oleh Satoshi Nakamoto. Satoshi meninggalkan proyek ini pada akhir tahun 2010 tanpa memberitahukan banyak tentang dirinya. Komunitas Bitcoin berkembang pesat seiring banyaknya pengembang yang mengerjakan Bitcoin. Anonimitas Satoshi seringkali menimbulkan perhatian yang salah, kebanyakan berhubungan dengan salah paham atas sifat Bitcoin yang berbasis sumber terbuka. Protokol dan perangkat lunak BItcoin dipublikasikan secara terbuka dan pengembang dari seluruh dunia dapat meninjau kode atau membuat sendiri perangkat lunak Bitcoin yang telah dimodifikasi versi mereka. Sama halnya dengan pengembang saat ini, pengaruh Satoshi terbatas pada beberapa perubahan yang ia ciptakan dan diadopsi oleh pengembang lain, dan dia tidak mengontrol Bitcoin. Dengan demikian, mencari identitas penemu Bitcoin saat ini sama saja seperti mencari identit Continue reading >>

Lima Risiko Investasi Bitcoin

Lima Risiko Investasi Bitcoin

ANDA tentu pernah mendengar mata uang virtual Bitcoin. Ya, mata uang digital ini sukses sebagai investasi keuangan di dunia maya. Jenis mata uang tanpa bank sentral nyata tersebut membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mencoba menginvestasikan dananya di internet. Namun, Anda harus tahu seberapa besar keuntungan atau manfaat yang diperoleh, dengan risiko yang mungkin dapat menimpa Anda dalam bisnis ini. Dilansir dari Top Tips News, berikut lima risiko yang harus Anda ketahui sebelum berinvestasi di Bitcoin. Uang virtual Bitcoin adalah mata uang internasional yang unik, dapat menjadi investasi lebih menguntungkan dalam kasus jika terjadi pelemahan ekonomi besar. Pertukaran mata uang dilakukan diam-diam antara individu, tanpa kebutuhan untuk membayar biaya, pajak dan PPN. Namun, modal tidak dijamin karena mata uang virtual tidak dikeluarkan oleh bank sentral. Tidak seperti investasi tetap, di mana setiap jumlah yang disimpan biasanya dijamin oleh negara. Tidak heran bila investor di Bitcoin dapat kehilangan uang setiap saat. Seperti dijelaskan di atas, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral. Investor mungkin menghadapi ketidakstabilan ekstrem. Ada risiko yang dapat menimbulkan bahaya cukup besar untuk seluruh investasi. Kita tidak bisa secara akurat memperkirakan harga Bitcoin dari tahun ke tahun. Karena uang berada di internet. Investor dapat meraih atau kehilangan uang setengah dari modal yang diinvestasikan hanya beberapa jam. Krisis ekonomi Bitcoin pertama adalah pada 2013, yang naik menjadi lebih dari USD266, kemudian turun menjadi USD125 pada akhir tahun. Virtual di Bitcoin juga dapat diterjemahkan sebagai ancaman bagi investor. Investasi yang diwujudkan melalui nomor virtual menjadi mangsa mudah bagi penjahat dunia maya atau cybercrime. Sebagai contoh, Continue reading >>

9 Kelebihan Dan Kelemahan Bitcoin Yang Wajib Diketahui

9 Kelebihan Dan Kelemahan Bitcoin Yang Wajib Diketahui

9 Kelebihan dan Kelemahan Bitcoin yang Wajib Diketahui Kelebihan dan kelemahan Bitcoin Setelah dihebohkan dengan trading Forex kini masyarakat dihebohkan dengan Bitcoin. Mungkin belum banyak yang mengetahui apa itu Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh orang yang bernama Satoshi Nakamoto. Meskipun bentuknya berupa mata uang virtual namun mata uang pada Bitcoin ini sama dengan rupiah maupun dollar namun keberadaannya hanya ada di dalam dunia digital. Secara konsep, Bitcoin ini mirip dengan eGold meskipun sebenarnya berbeda. Banyak pula masyarakat yang menganggap Bitcoin ini mirip dengan Forex padahal dalam kenyataannya Bitcoin ini berbeda dengan Forex. Saat ini membeli Bitcoin dan menjualnya kembali sangat digemari oleh masyarakat pecinta trading digital, apalagi semakin ke sini nilai jual Bitcoin semakin tinggi. Keuntungan yang didapatkan dari membeli dan menjual Bitcoin pun akan semakin tinggi jika nilai Bitcoinnya semakin tinggi. Meski saat ini Bitcoin banyak digandrungi, sebaiknya bagi pemula yang ingin join dalam bisnis atau main Bitcoin sebelumnya mengetahui kelebihan dan kelemahan tersebut. Hal itu berguna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada Anda. Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan Bitcoin yang wajib untuk diketahui: Jika Anda bertanya Bitcoin uang virtual dari negara mana, maka jawabannya adalah Bitcoin tidak dimiliki oleh negara manapun. Hal ini akan menjadi keuntungan bagi para pemain Bitcoin. Alasannya negara tidak ikut bertanggung jawab atau tidak turun langsung untuk menangani Bitcoin ini. Berbeda dengan uang nyata yang ditangani langsung oleh negara dimana kursnya sangat ditentukan oleh pemerintah dan pemerintah lah yang berkuasa atas pengelolaan uang tersebut. Pada tahun 2011 Continue reading >>

More in ethereum