CryptoCoinsInfoClub.com

Pengguna Bitcoin 2017

Menakar Masa Depan Bitcoin Dan Mata Uang Digital Di Indonesia

Menakar Masa Depan Bitcoin Dan Mata Uang Digital Di Indonesia

Menakar Masa Depan Bitcoin dan Mata Uang Digital di Indonesia Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 12:40 WIB Minat Indonesia untuk investasi BitCoin atau mata uang digital lainnya belum setinggi negara lain. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid) Jakarta, CNN Indonesia -- Bitcoin dan mata uang digital (cryptocurrency) belakangan kian populer di Indonesia. Bahkan pada Mei silam, nilai tukar satu keping BitCoin setara dengan 20 juta rupiah. Namun begitu, tidak sedikit orang yang mempertanyakan masa depan mata uang digital, terutama terkait dengan fluktuasi harga dan keamanan bertransaksi. Menanggapi hal itu, CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Dermawan menyatakan bahwa cryptocurrency adalah pencapaian teknologi luar biasa. Sebelumnya, pendapat senada juga diutarakan pendiri Microsoft, Bill Gates. Oscar mengungkapkan ada beberapa alasan yang membuat mata uang digital berbeda dengan versi konvensional. Salah satu alasannya, lantaran BitCoin dan mata uang digital lainnya memanfaatkan sistem yang bisa berjalan tanpa bergantung kepada server yang terpusat. Seluruh servernya terdesentralisasi dan seluruh transaksinya terverifikasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia. OJK Jamin Fintech Pinjam-Meminjam Bebas Penyalahgunaan Sistem desentralisasi ini juga mengunci pasokan BitCoinyang ada pada jumlah tertentu saja, tidak dapat bertambah lebih dari yang sudah ditentukan. "Cara kerja sistem ini bahkan dikomentari oleh Bill Gates dengan sebutan "BitCoin is a technological tour de force" yang berarti sebagai sebuah pencapaian teknologi yang luar biasa. Selama masih ada 1 pengguna saja, pengguna BitCoin di internet maka jaringan bitcoin tidak akan down karena sifat servernya yang terdesentralisasi," terangnya dalam pesan surel kepada CNNIndonesia.com. Sementara itu, peredaran Continue reading >>

Bitcoin Si 'uang Sakti' Sudah Biasa Dipakai Di Negara-negara Ini

Bitcoin Si 'uang Sakti' Sudah Biasa Dipakai Di Negara-negara Ini

Bitcoin Si 'Uang Sakti' Sudah Biasa Dipakai di Negara-negara Ini Jakarta - Mata uang virtual alias cryptocurrency seperti Bitcoin memang masih menjadi perdebatan di dunia termasuk di Indonesia. Tapi di sejumlah negara, Bitcoin sudah legal atau sah digunakan sebagai alat pembayaran. Jepang pada April 2017 mulai menerima Bitcoin sebagai mata uang legal. Lalu raksasa ritel elektronik, Bic Camera menerima pembayaran menggunakan Bitcoin satu minggu setelah cryptocurrency itu disahkan. Mengutip CNBC, perdagangan Bitcoin menggunakan yen Jepang adalah yang paling likuid kedua setelah dolar Amerika Serikat (AS). Hal itu disebutkan oleh sebuah platform perdagangan cryptocurrency Gatecoin. "Tindakan melegalkan mata uang Virtual di Jepang berpotensi memiliki dampak besar, karena memang sudah terjadi banyak desas-desus mengenai pengesahan Bitcoin ini," kata Founder dan CEO Gatecoin Aurlien Menant seperti dikutip dari CNBC, Jumat (8/9/2017). AS adalah jumlah negara yang menggunakan cryptocurrency tertinggi di dunia. Mengutip bitcoin.com ini tercermin dari volume perdagangan Bitcoin yang masih tinggi. Tingginya volume perdagangan terjadi karena dukungan Silicon Valley yang merupakan rumah bagi ribuan perusahaan start up blockchain. AS juga memiliki jumlah mesin ATM Bitcoin paling banyak di dunia. Negara ini selalu menjadi yang terdepan soal uang digital. Tak hanya menjadi negara yang teknologinya paling maju. Denmark juga menjadi negara yang paling gencar dalam mendorong penghapusan uang tunai dan menggunakan mata uang digital. Meskipun ramah terhadap penggunaan Bitcoin, Otoritas keuangan di Denmark belim mengakui Bitcoin sebagai mata uang resmi. Namun Bitcoin tetap bisa digunakan, karena Denmark adalah rumah bagi sejumlah cryptocurrency. Korea Selatan saat ini bisa dibilang sebagai Continue reading >>

Bi Ingatkan Pengguna Bitcoin Di Indonesia Bisa Dipidana

Bi Ingatkan Pengguna Bitcoin Di Indonesia Bisa Dipidana

BI ingatkan pengguna Bitcoin di Indonesia bisa dipidana BI ingatkan pengguna Bitcoin di Indonesia bisa dipidana BI ingatkan pengguna Bitcoin di Indonesia bisa dipidana Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan aturan pelarangan uang virtual seperti Bitcoin. Bank sentral menegaskan bahwa alat pembayaran tersebut belum sah penggunaannya di dalam negeri. Pernyataan ini dengan mengacu pada Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir menjadi Undang-Undang No. 6 Tahun 2009. Direktur Fintech Office Bank Indonesia, Yosamartha, menegaskan alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah mata uang Rupiah. Bitcoin dinyatakan tidak sah sebagai alat pembayaran. "Apa dasarnya? Karena Undang-Undang kita sudah clear. Satu-satunya alat yang digunakan untuk transaksi untuk tujuan pembayaran adalah Rupiah. Apa Bitcoin itu Rupiah? Tidak," ungkapnya dalam diskusi 'Bitcoin Peluang atau Jebakan', di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Dengan adanya peraturan yang melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran, maka pengguna bitcoin tentunya berhadapan dengan konsekuensi hukum bila melanggar. "Jangan sampai virtual currency ini masuk ke sistem keuangan. Saat ini menjadi pilihan individu. Karena bisa saja nanti ada tindakan tegas dalam konteks Undang-Undang kalau digunakan untuk pembayaran. Sanksinya pidana loh," ujarnya "Kalau teman-teman tetap insist, monggo silakan, tapi hati-hati risiko ditanggung sendiri," tambahnya. Dia pun mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan Bitcoin. Sebab, tidak ada dasar hukum yang jelas yang menyokong penggunaan Bitcoin di Indonesia. "Karena bisa lihat sendiri dalam waktu 10 bulan, 11 bulan bitcoin itu hampir 1.300 persen kenaikannya Continue reading >>

Bank Indonesia Melarang Dan Akan Tindak Pengguna Bitcoin Di Indonesia

Bank Indonesia Melarang Dan Akan Tindak Pengguna Bitcoin Di Indonesia

Home News Other Bank Indonesia Melarang dan Akan Tindak Pengguna BitCoin di Indonesia Bank Indonesia Melarang dan Akan Tindak Pengguna BitCoin di Indonesia Bitcoin, siapa yang tidak kenal cryptocurrency (mata uang digital) paling dikenal dari semua mata uang dunia maya ini. Masalah tentang mata uang dunia maya ini bisa dibilang masalah yang sensitif mengingat setiap negara berusaha menjaga kedaulatan negaranya masing-masing yang salah satunya adalah dengan mengendalikan peredaran mata uang di negaranya, untuk kasus ini, mata uang digital. Kalau kita bisa berfilosofi sedikit, apa itu sih sebenarnya mata uang digital? Karena definisi resmi dari pemerintah Republik Indonesia belum ada saat artikel ini dibuat. Kita ambil definisi terdekatnya menurut UU No. 7 Tahun 2011 Pasal 1 Ayat 1 yang menuliskan, seperti yang dikutip Mata Uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah. dan jika digabungkan dengan UU No. 23 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 2 , seperti yang dikutip Uang rupiah adalah alat pembayaran yang sah di wilayah negara Republik Indonesia. Dari dua definisi tersebut cryptocurrency sudah pasti tidak resmi karena tidak dikeluarkan oleh NKRI dan bukan alat pembayaran yang sah. Mulai dari sini makin menarik, faktanya ada beberapa negara yang mengakui adanya BitCoin sebagai sebuah komoditas dan bahkan ada negara yang berusaha membuat cryptocurrency untuk negaranya sendiri. Dengan menganggap BitCoin sebagai komoditas, berarti kurang lebih BitCoin berlaku mirip sebagai in-game-money seperti Gold, Bit, Diamond, Point, atau istilah apapun di setiap permainan. Tapi sekali lagi, pemerintah Indonesia belum memiliki definisi resmi untuk BitCoin dan mata uang digital lainnya. Kalau dianggap sebagai komoditas dan dilarang, berarti Continue reading >>

Bi Ingatkan Pengguna Bitcoin Di Indonesia Bisa Dipidana | Merdeka.com

Bi Ingatkan Pengguna Bitcoin Di Indonesia Bisa Dipidana | Merdeka.com

BI ingatkan pengguna Bitcoin di Indonesia bisa dipidana Direktur Fintech Office Bank Indonesia Yosamartha. 2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu UANG | 13 Desember 2017 19:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan aturan pelarangan uang virtual seperti Bitcoin. Bank sentral menegaskan bahwa alat pembayaran tersebut belum sah penggunaannya di dalam negeri. BI Sumbar gencarkan survei transaksi virtual currency seperti Bitcoin Pernyataan ini dengan mengacu pada Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir menjadi Undang-Undang No. 6 Tahun 2009. Direktur Fintech Office Bank Indonesia, Yosamartha, menegaskan alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah mata uang Rupiah. Bitcoin dinyatakan tidak sah sebagai alat pembayaran. "Apa dasarnya? Karena Undang-Undang kita sudah clear. Satu-satunya alat yang digunakan untuk transaksi untuk tujuan pembayaran adalah Rupiah. Apa Bitcoin itu Rupiah? Tidak," ungkapnya dalam diskusi 'Bitcoin Peluang atau Jebakan', di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Dengan adanya peraturan yang melarang penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran, maka pengguna bitcoin tentunya berhadapan dengan konsekuensi hukum bila melanggar. "Jangan sampai virtual currency ini masuk ke sistem keuangan. Saat ini menjadi pilihan individu. Karena bisa saja nanti ada tindakan tegas dalam konteks Undang-Undang kalau digunakan untuk pembayaran. Sanksinya pidana loh," ujarnya "Kalau teman-teman tetap insist, monggo silakan, tapi hati-hati risiko ditanggung sendiri," tambahnya. Dia pun mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan Bitcoin. Sebab, tidak ada dasar hukum yang jelas yang menyokong penggunaan Bitcoin di Indon Continue reading >>

Bi Akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia (siap2 Pindah Wna)

Bi Akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia (siap2 Pindah Wna)

BI akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia (Siap2 pindah WNA) Metrotvnews.com, Jakarta: Bitcoin atau mata uang digital tidak diakui Bank Indonesia (BI) sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Penggunaan bitcoin sangat berisiko tinggi dan merupakan sebuah pelanggaran. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan, pihaknya bakal menindak masyarakat atau lembaga yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. "Ketika BI sudah menegaskan bitcoin bukan alat pembayaran yang sah, maka kalau dipakai tentu akan ditindak. Saya menginginkan tidak ada pelanggaran di Indonesia," kata Agus di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis malam 19 Oktober 2017. Agus menambahkan, larangan itu mengacu pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta UU Nomor 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, BI tetap menyatakan BitCoin dan mata uang virtual lainnya bukan alat pembayaran sah di Indonesia. Oleh sebab itu, BI memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dan menghindari penggunaan bitcoin. "Semua masyarakat harus tau jangan gunakan bitcoin sebagai alat pembayaran artinya itu ada risiko. Untuk masyarakat yang mempelajari tentang bitcoin perlu dijelaskan jangan dipakai bitcoin," pungkas Agus. Adapun peningkatan nilai tukar mata uang digital tersebut dimulai sejak awal 2016, dengan nilai tukar berhasil menembus USD1.000 (Rp13 juta). Sejak saat itu nilai tukarnya terus meroket dan kini telah menembus angka USD5.167,90. disitu disebutkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) bapak Agus Martowardojo menegaskan bahwa pihaknya bakal menindak masyarakat atau lembaga yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran,berarti apakah benar isu yang beredar kalau vip bitcoin.co.id akan ditutup gan? tapi setau ane lembaga seperti vip kan cuman exchange untuk con Continue reading >>

Bank Indonesia Akan Segera Publikasikan Regulasi Pelarangan Bitcoin

Bank Indonesia Akan Segera Publikasikan Regulasi Pelarangan Bitcoin

Bank Indonesia akan Segera Publikasikan Regulasi Pelarangan Bitcoin Ilustrasi bitcoin. Getty Images/iStock Editorial Regulasi itu menyatakan transaksi menggunakan bitcoin tidak diakui negara (ilegal), baik dilakukan oleh sebuah lembaga maupun perseorangan. tirto.id - Peraturan peredaran mata uang virtual bitcoin akan dikeluarkan pada Senin (4/12/2017) mendatang oleh Bank Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM BI Eni Vimaladewi Panggabean. Eni mengatakan bahwa regulasi tersebut masuk dalam aturan industri ekonomi yang menggunakan teknologi (Financial Technology/Fintech) yang telah ditandatangani pada Rabu malam (29/11/2017). Dalam aturan tersebut akan secara terang-terangan menyatakan transaksi menggunakan bitcoin tidak diakui negara (ilegal), baik dilakukan oleh sebuah lembaga maupun perseorangan. Jika pada praktiknya ditemukan adanya transaksi menggunakan bitcoin oleh bank, maka akan diberi sanksi keras. Namun, Eni belum merinci sanksi keras yang akan dikenakan. Seandainya ada payment gateway yang menggunakan bitcoin, ya ditutup karena izinnya ke BI, ucap Eni di Depok pada Kamis (30/11/2017). Continue reading >>

Nilai Terus Menguat, Pengguna Bitcoin Indonesia Meningkat

Nilai Terus Menguat, Pengguna Bitcoin Indonesia Meningkat

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2017 ini, nilai mata uang virtual bitcoin telah menguat lebih dari 1.000 persen. Belum lama ini, nilai bitcoin bahkan sempat menembus 11.000 dollar AS atau setara kira-kira Rp 148,5 juta. Di Indonesia, ada sejumlah tempat penjualan dan pembelian bitcoin. Salah satunya adalah Bitcoin Indonesia di laman bitcoin.co.id yang saat ini jumlah pengguna atau user-nya sudah mencapai lebih dari 66.000. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menyebut, sejak nilai bitcoin melejit ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, bitcoin.co.id mengalami peningkatan jumlah pengguna secara sangat signifikan. Namun, ia tak menyebut secara rinci terkait peningkatan jumlah pengguna. "Peningkatan jumlah user pastinya ada. Saat ini kami memiliki 600.000 member," kata Oscar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (4/12/2017). Namun demikian, Oscar mengaku banyak juga investor yang salah paham dalam mengartikan bitcoin atau teknologi blockchain. Ia mengatakan, kerap kali teknologi blockchain disamakan dengan pemasaran multilevel atau multilevel marketing (MLM). Padahal, kata Oscar, teknologi blockchain sudah diaplikasikan pada sejumlah perusahaan besar berskala global dalam berbagai bidang. Perusahaan tersebut antara lain bergerak di bidang teknologi hingga perdagangan berbasis daring. "Perusahaan teknologi sekelas IBM, Alibaba, dan Microsoft saja mulai mengaplikasikan blockchain di berbagai hal," jelas Oscar. Bitcoin Indonesia didirikan sejak tahun 2008 silam. Nilai bitcoin pada Bitcoin Indonesia saat ini mencapai Rp 161 juta. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Continue reading >>

Tak Disangka, Pengguna Bitcoin Di Indonesia Capai 200 Ribu

Tak Disangka, Pengguna Bitcoin Di Indonesia Capai 200 Ribu

Tak Disangka, Pengguna Bitcoin di Indonesia Capai 200 Ribu Liputan6.com, Jakarta - Alat pembayaran berbasis teknologi Bitcoin telah digunakan oleh setidaknya 200 ribu user di Indonesia. Meski begitu, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menilai, angka ini masih terlampau kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia yang kini lebih dari 250 juta jiwa. "Pengguna Bitcoin di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, dalam perbandingan hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang menggunakan Bitcoin," kata Oscar ketika ditemui Tekno Liputan6.com di konferensi Data ForLife2016 diJakarta, belum lama ini. Oscar mengatakan, Bitcoin sudah ada di Indonesia sejak 3 tahun lalu. Kemunculannya di Indonesia diharapkan bisa menyasar mereka yang tak terjangkau oleh layanan perbankan (unbankable). "Kami menargetkan ke orang-orang unbankable, jadi tidak dapat akses ke bank bukan karena tidak mampu. Melainkan mereka punya uang dan ingin membeli online, jadi mereka yang ingin memanfaatkan teknologi untuk membantu bisnisnya," ujar Oscar. Menurutnya, saat ini penggunaan Bitcoin di Indonesia terbanyak ada di Pulau Jawa dengan konsentrasi 20 persen di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera. Tips Memilih Screen Protector yang Cocok untuk Smartphone Kamu Bitcoin sendiri di Indonesia paling banyak dipakai di sektor pariwisata. Oscar mencontohkan di wilayah Bali Utara seperti Ubud yang kurang dijangkau layanan perbankan padahal potensi wisata sangat besar di sana. Sektor lainnya yang menggunakan Bitcoin adalah usaha kecil dan menengah dan gim sebagai bagian dari industri kreatif. Oscar mengatakan, perputaran uang Bitcoin di Indonesia per harinya antara Rp 3-5 miliar. Meski terkesan tinggi, menurutn Continue reading >>

Makro | Bi Akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia

Makro | Bi Akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia

BI akan Tindak Pengguna Bitcoin Indonesia Desi Angriani Jumat, 20 Oct 2017 07:36 WIB Mata uang digital, Bitcoin. (Ilustrasi: AFP) Metrotvnews.com, Jakarta: Bitcoin atau mata uang digital tidak diakui Bank Indonesia (BI) sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Penggunaan bitcoin sangat berisiko tinggi dan merupakan sebuah pelanggaran. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan, pihaknya bakal menindak masyarakat atau lembaga yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. Brandconnect Lima Kebiasaan Buruk yang Tak Sadar Dilakukan Setiap Pagi "Ketika BI sudah menegaskan bitcoin bukan alat pembayaran yang sah, maka kalau dipakai tentu akan ditindak. Saya menginginkan tidak ada pelanggaran di Indonesia," kata Agus di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis malam 19 Oktober 2017. Agus menambahkan, larangan itu mengacu pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta UU Nomor 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, BI tetap menyatakan BitCoin dan mata uang virtual lainnya bukan alat pembayaran sah di Indonesia. Oleh sebab itu, BI memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dan menghindari penggunaan bitcoin. "Semua masyarakat harus tau jangan gunakan bitcoin sebagai alat pembayaran artinya itu ada risiko. Untuk masyarakat yang mempelajari tentang bitcoin perlu dijelaskan jangan dipakai bitcoin," pungkas Agus. Adapun peningkatan nilai tukar mata uang digital tersebut dimulai sejak awal 2016, dengan nilai tukar berhasil menembus USD1.000 (Rp13 juta). Sejak saat itu nilai tukarnya terus meroket dan kini telah menembus angka USD5.167,90. Continue reading >>

Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Nilainya Dekati Rp 135 Juta

Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Nilainya Dekati Rp 135 Juta

Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Nilainya Dekati Rp 135 Juta London - Nilai tukar mata uang virtual, bitcoin terus merangkak naik. Crypto currency ini diprediksi bisa tembus US$ 10.000 per keping atau setara dengan Rp 135 juta (kurs Rp 13.500). Mengutip Reuters, ramalan ini karena bitcoin telah mengalami peningkatan signifikan dalam tiga hari terakhir. Memang, bitcoin sejak awal tahun telah melonjak lebih dari sepuluh kali lipat. Berdasarkan data bitcoin.com (27/11) nilai bitcoin tercatat US$ 9.566 per keping atau setara Rp 129,4 juta. Lalu pada Bitstamp pasar bitcoin yang berbasis di Luxemburg sempat mencatatkan US$ 9.721 per keping, sebelum akhirnya merosot ke posisi US$ 9.600. Pengguna bitcoin terus meningkat, berdasarkan data yang dikumpulkan Alistair Milne, manajer bitcoin di Monaco mencatatkan terjadi penambahan 300.000 pengguna antara Rabu hingga hari Minggu lalu, selama liburan Thanksgiving di AS. Jumlah pengguna Coinbase secara global saat ini mencapai 13,3 juta. "Data Coinbase tersebut menunjukan bitcoin terus diminati. Sepertinya bitcoin bisa tembus US$ 10.000," kata Milne seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/11/2017). Peningkatan harga bitcoin ini disebut-sebut terjadi karena beberapa bulan terakhir ada berita yang menyebutkan akan ada pesaing bitcoin. CMR Group menyebutkan pesaing akan diluncurkan pada akhir tahun, meskipun belum ada tanggal yang pasti untuk peluncuran itu. Sejauh ini, sejumlah investor memandang investasi tersebut terlalu volatile dan berisiko. Peluncuran the next bitcoin bisa memancing investor untuk menggeser portofolio investasinya. "Janji futures bitcoin adalah supercharging atau kenaikkan harga yang cepat," kata founder Cryptocurrency Cryptocompare, Charles Hayter. Memang, cryptocurrency ini pernah diprediksi akan tembus US$ 8.000 atau Continue reading >>

Pengguna Bitcoin Indonesia Didominasi Generasi Milenial

Pengguna Bitcoin Indonesia Didominasi Generasi Milenial

Oscar pun memandang, setidaknya ada tiga hal yang membuat generasi milenial, termasuk mahasiswa, tertarik dengan teknologi blockchain. Pertama, teknologi ini berjalan secara desentralisasi dan tidak bergantung pada satu server. "Transaksi berjalan peer-to-peer. Jadi, selama ada internet, sistem tetap dapat berjalan normal. Itu impresif," tutur Oscar. Selain itu, apabila transaksi tidak bisa dilakukan di Indonesia, pengguna dapat melakukan transaksi di negara lain. Generasi milenial, imbuh Oscar, hidup di era internet di mana negara tidak dipandang sebagai batasan. Kedua, generasi milenial cenderung sudah tidak terlalu tertarik dengan emas. Mereka, kata Oscar, memandang emas sebagai instrumen investasi yang repot dan sulit untuk ditransaksikan. "Tidak seperti cryptocurrency yang bahkan bisa jual-beli di Rp 1.000. Mereka menganggap cryptocurrency seperti emas digital," ungkap Oscar. Ketiga, generasi milenial meyakini bahwa blockchain adalah teknologi masa depan. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada beberapa dekade lalu ketika internet diyakini sebagai masa depan. "Dulu internet dicecar pada tahun 1990-an sebagai hype dan mirage belaka oleh generasi yang lebih tua, tapi ternyata sekarang internet bagian dari DNA kita," terang Oscar. Kompas TV Virus Komputer Bisa Timbulkan Kerugian Spektakuler Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Continue reading >>

Prediksi Harga Bitcoin Pada Tahun 2017

Prediksi Harga Bitcoin Pada Tahun 2017

Terkait melejitnya harga Bitcoin pada awal tahun 2017, Bobby Lee selaku CEO dari BTCC, memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $7,000. Baginya, peningkatan harga Bitcoin yang terus berlangsung, dilihat dari delapan tahun sebelumnya hingga sekarang, bukanlah hal yang mengejutkan. Karena dia menyakini Bitcoin semakin menjanjikan. Dia menyatakan bahwa semua pengguna Bitcoin pasti memahami keunikan Bitcoin, dan momen-momen seperti ini telah dinantikan banyak masyarakat. BTCC merupakan sebuah bursa Bitcoindi China dengan platform trading terbesar di pasar Bitcoin. Lebih lanjut, Bobby Lee mengatakan bahwa: Alasan orang-orang memberikan perhatian mereka kepada Bitcoin didasari oleh masalah geopolitical, seperti usaha demonetisasi di India dan Venezuela, kontrol modal asing di China, terlalu banyaknya uang yang beredar di negara-negara lain, terutama di Amerika Serikat, Jepang, dan lain-lain. Jadi, ketika sistem keuangan yang ada bermasalah, masyarakat akan beralih ke Bitcoin. Prediksi pergerakan harga Bitcoin yang semakin meningkat, juga didukung oleh semakin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menerima pembayaran dengan Bitcoin, seperti Overstock.com, Rakuten, Dell, Expedia, dan lain-lain. Di samping itu, pengguna Bitcoin yang melakukan trading dan menggunakannya untuk membeli kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, seperti membeli makanan dan minuman, barang-barang elektronik, mobil mewah, dan lain-lain, juga semakin banyak. Hal tersebut membuktikan bahwa Bitcoin semakin populer. Sehingga dengan persediaan Bitcoin yang terbatas, yaitu hanya 21 juta BTC, sementara permintaan semakin melonjak, harga Bitcoin diprediksi akan terus bergerak naik di tahun 2017. Ryan Rabaglia, Head Trader dari Octagon Strategy, mengungkapkan bahwa, dia percaya bahwa pengunaan Bitcoin sebag Continue reading >>

Perang Melawan Bitcoin Sulit Dimenangkan Bank Indonesia

Perang Melawan Bitcoin Sulit Dimenangkan Bank Indonesia

Perang Melawan Bitcoin Sulit Dimenangkan Bank Indonesia VICE menghubungi para penyedia jasa transaksi Bitcoin lokal soal rencana larangan transaksi bank sentral. Mereka siap mengakali aturan memakai valas atau bertransaksi di situs luar negeri. Sumber kolase foto: bi.go.id dan akun flickr zcopley /lisensi creative commons. Blokir dan pelarangan merupakan upaya favorit pemerintah Indonesia setiap kali tidak bisa menghentikan disrupsi teknologi. Setelah aplikasi pesan telegram dan whatsapp , serta transportasi online , target pemblokiran selanjutnya adalah Bitcoin: cryptocurrency yang makin memiliki banyak peminat di Tanah Air. Persoalannya, pelaku bisnis Bitcoin lokal yakin otoritas moneter Indonesia akan bernasib seperti Cina jika ngotot melarang pemanfaatan mata uang virtual. Bank Indonesia menjadi inisiator pelarangan mata uang virtual di Tanah Air. Sejak 2014, bank sentral menyatakan Bitcoin dan sejenisnya tidak boleh dipakai sebagai alat tukar, karena sesuai undang-undang, satu-satunya mekanisme pembayaran yang sah hanya dengan Rupiah. Imbauan tersebut kini akan segera berubah menjadi larangan menyusul peraturan baru yang sedang digodok untuk menghentikan transaksi mata uang virtual. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan pelarangan harus dilakukan demi mencegah Bitcoin dipakai dalam kasus pencucian uang, pendanaan terorisme, sekaligus menjaga kedaulatan mata uang rupiah. Kami melarang penyelenggara teknologi keuangan, e-commerce, serta penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menggunakan dan memproses virtual currency. Kami pun melarang perusahaan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi menggunakan virtual currency, ujar Agus saat dikutip awak media pekan lalu . Dimaz Wijaya, pendiri situs trading mata uang virtual Kriptologi.com, mengataka Continue reading >>

Pengamat Prediksi Pengguna Bitcoin Akan Capai 200 Juta Pada Tahun 2024

Pengamat Prediksi Pengguna Bitcoin Akan Capai 200 Juta Pada Tahun 2024

PENGAMAT PREDIKSI PENGGUNA BITCOIN AKAN CAPAI 200 JUTA PADA TAHUN 2024 PENGAMAT PREDIKSI PENGGUNA BITCOIN AKAN CAPAI 200 JUTA PADA TAHUN 2024 DuniaFintech.com Melihat potensi dan kenaikan terus menerus yang dialami oleh mata uang virtual nomor satu dunia ini, para pengamat memprediksi dalam waktu tujuh tahun dari sekarang, Bitcoin akan alami kenaikan pengguna yang signifikan. Jika Bitcoin berhasil mempertahankan stabilitasnya, pada tahun 2024 mungkin akan ada 200 juta orang yang menggunakan Bitcoin di seluruh dunia. Sebuah studi Cambridge yang dilakukan oleh Dr. Garrick Hileman dan Michel Rauchs pada bulan Maret 2017 mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aktif dompet Bitcoin berada pada kisaran 2,9 juta dan 5,8 juta. Namun sejak saat itu sebanding dengan valuasi pasar dan harga Bitcoin, basis pengguna cryptocurrency telah berkembang dengan pesat. Coinbase sendiri, platform broker dan dompet Bitcoin terbesar di pasar global saat ini melayani lebih dari 13 juta pengguna aktif. Pada bulan November saja, Coinbase tercatat memiliki 1,2 juta pengguna. Pertukaran Bitcoin regional utama seperti Bitaverer milik Jepang atau Bithumb milik Korea Selatan juga memiliki hampir satu juta pengguna di masing-masing platform. Jika dompet atau alamat Bitcoin yang baru pada pertukaran Bitcoin disertakan, jumlah pengguna Bitcoin yang ada sekarang kemungkinan ada lebih dari 10 juta. Dengan 200 juta pengguna aktif, Bitcoin akan menembus pasar mainstream, dan sebagian besar investor dan konsumen kasual akan menggunakan Bitcoin sebagai tolok ukur nilai dan mata uang digital yang kuat. Peluncuran futures bitcoin oleh CBOE dan CME pada pertengahan Desember akan mendorong adopsi Bitcoin di pasar keuangan tradisional, di antara investor institusional berskala besar, pedagang eceran, hedge fund, dan p Continue reading >>

More in ethereum