CryptoCoinsInfoClub.com

Negara Yang Menolak Bitcoin

Daftar Lengkap 57 Negara Yg Menerima Dan Menolak Bitcoin

Daftar Lengkap 57 Negara Yg Menerima Dan Menolak Bitcoin

10 Top, Teknologi, Perang Militer, Film, Makanan, Cara, Lagu, Investasi Trading CryptoCurrency Beranda Investasi Trading CryptoCurrency Daftar Lengkap 57 Negara yg Menerima dan Menolak Bitcoin Daftar Lengkap 57 Negara yg Menerima dan Menolak Bitcoin Bitcoin adalah Mata Uang Terbaru di Dunia. Ia LahirPada Tahun 2009 yg Lalu. Ia Menggunakan Teknologi Kriftografi. Artinya, Jumlahnyadi Batasi Hingga 21.000.000 Juta saja. Setelah itu dia ngga bisa diperbanyaklagi. Para Ahli dan Ilmuwanmengatakan Bitcoin Bisa Menghancurkan Bisnis Perdagangan Emas dan Perbankan. Menurut saya, Selain Bisa Mengganggu Bisnis PerdaganganEmas dan Perbankan. Bitcoin juga berpotensi untuk menghancurkan Bisnis FOREX. KarenaFOREX menggunakan sebuah Mata Uang Konvensional yg diatur oleh LembagaPemerintahan. FOREX masih Terbelenggu dalam Sistem THE FED, Suku Bunga, dll.Termasuk Presiden Jokowi atau Barrack Obama lagi Kentut aja. bisamempengaruhi Harga Perdagangan Kurs ya. Nah, Di BITCOIN hal ini sama sekali ngga bakalanterjadi. Di BITCOIN Semua Murni atas Permintaan BUY dan SELL (Jual dan Beli).Murni Hukum Ekonomi Perdagangan. Terlepas dari Keunggulannya Tersebut. BanyakNegara yg Menolaknya dan Menganggapnya ILEGAL Di Bawah ini adalah Daftar Negara yg Menolak Continue reading >>

Sikap Negara-negara Besar Asia Soal Bitcoin

Sikap Negara-negara Besar Asia Soal Bitcoin

Sikap Negara-negara Besar Asia Soal Bitcoin Fintech - Prima Wirayani, CNBC Indonesia 08 January 2018 12:21 Jakarta, CNBC Indonesia - Walaupun telah mendulang popularitas di seluruh belahan dunia, Bitcoin masih menjadi sumber perdebatan bagi otoritas moneter di berbagai negara. Di Asia, sejumlah negara dengan perekonomian terbesar di regional ini menerapkan pendekatan berbeda terhadap Bitcoin, mata uang virtual yang nilainya melonjak lebih dari 1.300% tahun lalu saja. Berikut ulasannya sebagaimana dilansir dari AFP. Bank sentral China, Peoples Bank of China (PBOC) pada pertengahan September tahun lalu memerintahkan beberapa platform perdagangan mata uang virtual (cryptocurrency) yang berbasis di Beijing dan Shanghai untuk menghentikan aktivitas mereka. Otoritas keuangan di China juga melarang perdagangan Ethereum dan mata uang lainnya yang diperdagangkan secara daring dan ilegal. PBOC menyatakan ingin memerangi spekulasi yang erat melekat dalam transaksi berbagai jenis mata uang digital. Bank sentral juga menyebut mata uang digital telah mengganggu sistem keuangan yang ada saat ini. Sikap ini muncul setelah Asosiasi Keuangan Digital China (National Internet Finance Association of China) mengeluarkan laporan yang menyebutkan semakin banyak mata uang virtual digunakan dalam tindak kriminal, seperti perdagangan obat-obat terlarang. Sementara itu, beberapa analis berpendapat otoritas China juga khawatir mengenai kemungkinan terjadinya arus keluar dana dan investasi dari China ke mata uang virtual yang berujung pada melemahnya yuan. Akan tetapi, pemerintah China belum melarang penambangan Bitcoin di negara itu. Sekitar 60% hingga 70% Bitcoin baru ditambang di China. Korea Selatan yang terkoneksi internet dengan sangat baik juga menjadi rumah yang nyaman bagi mata uang virtua Continue reading >>

Kenapa Tidak Semua Negara Menerima Menggunakan Bitcoin ???

Kenapa Tidak Semua Negara Menerima Menggunakan Bitcoin ???

Quote from: mehcat11 on September 13, 2017, 09:34:06 PM Mungkin alasan beberapa negara menolak bitcoin kurang lebih sama dengan Rusia. Bank central Rusia memberikan peringatan bahwa penggunaan bitcoin cukup berpotensi sebagai sarana pencucian uang dan sebagai jalur pendanaan aktifitas terorisme karena sistem transaksi yang digunakan bitcoin bersifat anonimous. Cukup banyak hal yang jadi pertimbangan pemerintah negara yang bersangkutan untuk melegalkan bitcoin. Beberapa hal tersebut ada yang dapat merugikan negara walaupun bitcoin juga menawarkan keuntungan di sisi lain. Setiap sistem juga pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Masalah legalitas bitcoin tergantung pada pemerintah negara masing-masing. Jika mereka melegalkan bitcoin dan mencoba memanfaatkan kelebihannya, maka mereka seharusnya mencoba mengatasi kekurangan sistem yang disediakan bitcoin tersebut dalam hal transaksi ilegal. pencucian uang dan anonimus bertentangan dengan ekonomi dan konstitusi perbankan dunia, jika bitcoin dilegalkan maka pemerintah tidak bisa mencegah kejahatan lebih luas alias penghancuran dari dalam, dari sektor rakyat kecil dan menengah bisa muncul banyak transaksi ilegal termasuk narkoba dan ilegal logging, terlalu enak dan tidak perlu OTT lagi kehancuran lebih parah untuk kalangan pejabat karena bisa cuci dana hasil korupsi dan tidak perlu ke bnp paribas dsb, negara yang tidak menerima bitcoin adalah negara yang tidak mampu mengatur regulasi kripto secara menyeluruh. kira-kira apa yang menyebabkan beberapa negara tidak menerima menggunakan bitcoin. bahkan beberapa negara ada larangan menggunakan bitcoin salah satunya negara rusia. daripada panjang lebar sampai rusia, kira-kira menurut temen-temen apa nih yang menyebabkan negara menolak penggunaan bitcoin? jangan asal rusia ga melar Continue reading >>

Tak Hanya Ri, Ini Daftar Negara Yang Larang Penggunaan Bitcoin

Tak Hanya Ri, Ini Daftar Negara Yang Larang Penggunaan Bitcoin

Tak Hanya RI, Ini Daftar Negara yang Larang Penggunaan Bitcoin Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat Liputan6.com, New York - Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan bitcoin sebagai mata uang, pembayaran atau alat tukar yang sah. Bank sentral Indonesia ini menegaskan pihaknya tidak mengatur mengenai keberadaan virtual currency atau mata uang digital seperti bitcoin. Karena jelas, dalam Undang-Undang (UU) mata uang dan alat pembayaran yang sah hanya rupiah. Korsel Periksa 6 Bank terkait Rekening Mata Uang Virtual "Jadi kita tidak bikin aturan mengenai virtual currency tapi menegaskan bahwa UU khususnya Undang-Undang mata uang mengatakan untuk melakukan pembayaran di Indonesia itu harus rupiah. Dan virtual currency itu dilarang," tegas Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Lebih lanjut Agus menjelaskan, bitcoin merupakan satu bentuk alat tukar yang rentan terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, dengan fluktuasi yang cukup tinggi, hal ini juga menjadi risiko bagi para pemiliknya. Selain Indonesia, ternyata banyak negara di dunia yang melarang penggunaan uang digital. Negara mana sajakah itu? Berikut ulasannya melansir motley fool, Kamis (18/1/2018): Dilaporkan CNN, Bank Sentral negara ini melarang penggunaan mata uang digital seperti bitcoin. Hal ini dilakukan karena UU Thailand menilai cryptocurrency tersebut bukanlah mata uang yang sah. Pemerintah Rusia akhirnya mengeluarkan peringatan untuk tidak memakai bitcoin sebagai alat pembayaran di negara tersebut. Seperti dilansir dari Reuters, otoritas setempat mengatakan mata uang virtual berisiko digunakan untuk pencucian uang atau pendanaan terorisme. Dengan demikian, menggunakan bitcoin di negara ini termasuk perbuatan ilegal. The Central Bank of Nigeria memutuskan bahwa semua tra Continue reading >>

Korsel & Bank Singapura Ikut Tolak Bitcon

Korsel & Bank Singapura Ikut Tolak Bitcon

Korsel & bank Singapura ikut tolak bitcon KONTAN.CO.ID -Korea Selatan (Korsel) mengekor China melarang aktivitas mata uang virtual di negaranya. Ini menambah panjang daftar negara yang menolak Bitcoin sebagai bagian dari sistem keuangan negara. Komisi Jasa Keuangan Korsel mengatakan, semua jenis penawaran koin virtual atawa initital coin offerings (ICO) akan dilarang dari perdagangan mata uang virtual. Sebab aktivitas ini perlu di kontrol dan dimonitor sangat ketat. Kebijakan baru China bikin harga bitcoin anjlok! Seperti dikutip CNBC, pengumuman ini menambah pernyataan bahwa pemerintah Korsel tidak menerima perdagangan mata uang virtual sebagai bagian dari sistem keuangan mereka. Pemerintah juga akan terus memantau pasar dan terus mengontrol bilamana ada peraturan tambahan yang diperlukan. Selain itu, sejumlah bank di Singapura juga menutup sejumlah akun-akun perusahaan yang khusus menawarkan mata uang virtual dan jasa pembayaran dengan mata uang tersebut. Melihat kondisi tersebut, Cryptocurrency and Blockchain Industry Association Singapura (Acess) meminta Pemerintah Singapura untuk terlibat dalam masalah ini. "Dari analisa kami, kendala ini muncul di antara perusahaan-perusahaan teknologi finansial (tekfin). Jika ini masalahnya, kami meminta pemerintah untuk memberi arahan bagaimana solusi yang efektif untuk semua pihak," ujar Ketua Acess, Anson Zeall dalam pernyataannya lewat surel seperti dikutip Bloomberg. Continue reading >>

Alasan Beberapa Negara Menolak Bitcoin

Alasan Beberapa Negara Menolak Bitcoin

Posted by Republik Coin - Cryptocurrency News on Kamis, 26 Maret 2015 Berikut Alasan Beberapa Negara Tolak Bitcoin Beberapa Negara secara resmi menolak serta melarang peredaran dan transaksi bitcoin di Negara mereka seperti Indonesia menganggap bitcoin bukan alat pembayaran yang sah secara hukum dan pernyatan tersebut telah di keluarkan Bank Indonesia baca pernyatannya Pernyataan Bank Indonesia Terkait Bitcoin dan Virtual Currency Lainnya . Rusia merupakan salah satu Negara yang menolak bitcoin penyatan Rusia tersebut sempat mempengaruhi market bitcoin yang mengakibatkan harga bitcoin turun, para kolektor bitcoin menjual coin mereka secara masal dan berakibat penurunan nilai jual bitcoin, berikut alasan beberapa Negara melarang dan menolak bitcoin : Pemerintah menganggap bitcoin berpotensi di gunakan untuk tindak kejahatan pencucian uang, pencucian uang adalah upaya untuk menyamarkan atau menyembunyikan asal usul uang , harta kekayaan hasil tindakan pidana, jika seseorang di nyatakan bersalah melakukan korupsi, kolusi, nepotisme maka pemerintah akan menyita aset yang di miliki terkait hasil dari KKN tersebut, tentu pemerintah akan kesulitan untuk mendeteksi jika harta kekayaan nya telah di ubah dalam bentuk bitcoin mengingat bitcoin bersifat anonim tampa identitas yang akurat . Pendanaan terosris merupakan salah satu penyebab bitcoin di tolak di beberapa Negara seperti hal nya di Ukraina menduga separatis menggunakan bitcoin untuk pendanaan tindakan teroris baca artikel sebelumnya , dengan menggunakan bitcoin pendanaan akan mudah masuk dari berbagai kalangan tanpa identitas jelas serta proses pencairan dalam bentuk uang real lebih mudah . Sifatnya yang cenderung anonim tampa nama , identitas dengan sifat anonim akan rentan terhadap tindak penipuan, jika seseorang melak Continue reading >>

Alasan Bitcoin Sulit Jadi Alat Pembayaran

Alasan Bitcoin Sulit Jadi Alat Pembayaran

Alasan Bitcoin Sulit Jadi Alat Pembayaran Oleh: Terry Muthahhari - 14 November 2017 Harganya yang naik membuat Bitcoin menjadi primadona untuk investasi, akan tetapi sulit diadopsi sebagai alat pembayaran. tirto.id - Bank Indonesia secara resmi menolak Bitcoin sebagai alat pembayaran. Alasannya, mata uang ini dianggap tidak patuh terhadap prinsip anti pencucian uang. Dalam kasus ini, Indonesia tidak sendiri, Bank Sentral Vietnam juga memutuskan untuk melarang Bitcoin sebagai alat pembayaran. Tak tanggung-tanggung, denda sebesar 9000 dolar AS akan dikenakan kepada mereka yang melanggar. Di Rusia, Presiden Valimir Putin, menginginkan adanya regulasi terhadap mata uang digital karena risiko penghindaran pajak, pencucian uang, dan pembiayaan terorisme. Akhir September lalu, perdagangan virtual Bitcoin dihentikan oleh Pemerintah Cina karena ketakutan akan dampak negatifnya kepada industri finansial. Baca juga: Bitcoin Makin Mahal, Apakah Investasinya Makin Aman? Anehnya, gejolak regulasi yang terjadi di beberapa negara tersebut tidak memberikan pengaruh buruk yang laten terhadap valuasi harga Bitcoin. Harga Bitcoin justru naik hingga memecahkan rekor. Pada Jumat, 7 November 2017, harga Bitcoin menembus 7.454 dolar AS. Menurut analisis The Economist , berita mengenai penawaran kontrak berjangka Bitcoin (Bitcoin Futures) oleh Chicago Mercantile Exchange (CME) menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga Bitcoin. Di satu sisi, fenomena harga Bitcoin yang meroket ini menjadikannya sebagai komoditas investasi yang menggiurkan. Akan tetapi, di sisi yang lain, kenaikan ini membuat Bitcoin menjadi mata uang yang terlalu berharga. Analisis oleh ekonom CME Group, Blu Putnam dan Erik Norland, menunjukkan nilai Bitcoin yang tinggi ini membuatnya sulit untuk diadopsi sebagai alat pem Continue reading >>

Deretan Negara Ini Kompak Menolak Bitcoin

Deretan Negara Ini Kompak Menolak Bitcoin

Di era globalisasi, banyak orang yang menginfestasikan uang mereka ke dalam Bitcoin. Bitcoin ini sama dengan rupiah ataupun dollar hanya saja uang yang satu ini hanya tersedia di dunia digital. Singkatnya Bitcoin tidak memiliki bentuk secara fisik. Namun dengan semakin berkembangnya penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran tentunya peminat dari mata uang tersebut semakin meningkat. Namun meski memiliki peminat yang banyak tidak semua negara yang ada di dunia ini menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Bahkan beberapa negara ada yang secara resmi menolak dan melarang peredaran dan transaksi Bitcoin di negara mereka. Berikut ini adalah beberapa negara yang menolak Bitcoin sebagai alat pembayaran antara lain: Pemerintah China mengeluarkan kebijakan yang melarang transaksi dengan menggunakan Bitcoin. Adapun alasan kenapa negara tirai bambu tersebut melarang transaksi Bitcoin karena: Naik dan turunnya dari nilai tukar Bitcoin murni mengikuti mekanisme pasar. Jadi pemerintah tidak bisa mengontrolnya. Berbeda dengan mata uang China sendiri seperti yuan terhadap dolar AS. Bagi orang yang sudah mengerti dan mengenal pergerakan Bitcoin tentunya adalah sebuah investasi yang menguntungkan. Namun bagi mereka yang tidak mengerti, bisa jadi hanya ikut-ikutan tren. Kemudian mereka menitipkan uangnya untuk membeli Bitcoin lewat sembarang tempat yang bisa berakibat terjadinya tindak penipuan Bitcoin berpotensi bubble dan pecah setelah tingginya tingkat pembelian terhadap Bitcoin. Terbukti dengan naiknya nilai Bitcoin dari 10 juta rupiah menjadi 60 juta rupiah hanya dalam waktu 8 bulan saja. Namun ketika gelembung tersebut pecah dan harga jatuh akan investor yang dirugikan. - China jadi pusat transaksi mata uang virtual Salah satu pasar Bitcoin yang terbesar di dunia ada di China. De Continue reading >>

Bitcoin, Mata Uang Virtual Yang Banyak Diperdebatkan

Bitcoin, Mata Uang Virtual Yang Banyak Diperdebatkan

Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Banyak Diperdebatkan Comments Off on Bitcoin, Mata Uang Virtual yang Banyak Diperdebatkan Bitcoin, mata uang virtual yang banyak diminati investor tetapi banyak diperdebatkan. (REUTERS/Benoit Tessier) Sejak muncul kasus peretasan oleh virus ransomware wannacry beberapa bulan lalu, bitcoin mulai banyak diperbincangkan. Para peretas meminta tebusan kepada korban dengan jenis mata uang ini. Bitcoin menjadi tren baru dalam transaksi di dunia internet. Meskipun populer, tidak sedikit negara yang menolak penggunaan bitcoin, termasuk Indonesia. Sebenarnya, apa itu bitcoin dan bagaimana perkembangannya di negeri ini? Bitcoin adalah mata uang digital yang tidak terikat kepada bank, serta memungkinkan penggunanya bertransaksi tanpa mengungkap jati diri mereka. Tidak seperti mata uang konvensional yang diatur oleh otoritas sentral, tak ada satu pun lembaga yang dapat mengatur peredaran bitcoin, sehingga nilainya selalu fluktuatif. Nilai mata uang virtual ini hampir selalu meningkat dari waktu ke waktu. Sistem di bitcoin menggunakan perhitungan matematika dan kriptografi yang tersebar di jaringan komputer peer to peer . Para pengguna menambang koin mereka dengan meminjamkan jaringan ini untuk memverifikasi transaksi pengguna lainnya. Mereka mendapatkan bitcoin sebagai imbalannya. Uniknya, koin digital ini bersifat cryptocurrency , yaitu dapat diperjualbelikan dan dapat ditukarkan dengan mata uang asli. Sistem transaksinya yang tidak bisa dilacak membuatnya populer di kalangan peretas jaringan komputer. Dilansir cnnindonesia.com , Ketua Satuan Tugas Waspada Indonesia (SWI), Tongam Tobing, meminta masyarakat untuk tidak tergoda dengan iming-iming keuntungan investasi cryptocurrency (1/12). Menurutnya, investasi mata uang virtual ini menyesatkan, karen Continue reading >>

Banyak Negara Menolak, Mui: Bitcoin Sah Saja Selama Tidak Merugikan

Banyak Negara Menolak, Mui: Bitcoin Sah Saja Selama Tidak Merugikan

Banyak Negara Menolak, MUI: Bitcoin Sah Saja Selama Tidak Merugikan JAKARTA-Bitcoin yang merupakan bagian dari perkembangan teknologi digital sebagai alat tukar transaksi, saat ini kehadirannya diperdebatkan, khususnya lagi dari sudut pandang agama. Bahkan, alat tukar yang membuat investasi di luar kontrol bank sentral dan pemerintah ini membuat banyak orang yang tergila-gila karena nilainya yang begitu besar ketika ditukar dalam bentuk rupiah. Bagaimana sebenarnya hukum transaksi dengan Bitcoin? Sebagian ulama berpendapat bahwa Bitcoin sama dengan uang karena menjadi alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum, mempunyai standar nilai dan alat saving. Namun, ulama lain menolaknya sebagai pengakuan masyarakat umum karena masih banyak negara yang menolaknya. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF menilai, alat pembayaran tersebut memberi kemudahan bagi aktivitas masyarakat. "Selama tidak merugikan umat, tidak masalah menurut saya. Perkembangan era teknologi juga kan sejalan dengan perkembangan hukum Islam, jadi tidak beku," ujarnya sebagaimana dilansir FokusRiau.Com dari republika.co.id, Selasa (16/1/2018). Kendati demikian, dia belum menerima surat pengajuan tertulis dari Fatwa DSN terkait alat pembayaran tersebut. Hanya saja, dia menekankan, selama Bitcoin tidak memiliki model pembayaran yang jelas dan tidak merugikan umat, maka bisa dikatakan aman. "Setahu saya belum ada pengajuan tertulis. Sejauh ini, alat elektronik semacam ini tidak masalah, saling menguntungkan. Apalagi jaman jual beli online sekarang ini," ungkapnya. Sebelumnya, pada 2018 pembelian harga tertinggi Bitcoin tehadap mata uang digitalnya kriptocurrency akan meningkat. Dengan satu prakiraan dapat memecahkan rintangan senilai 60 ribu dolar AS. Sementara Bitcoin menanggung ba Continue reading >>

Daftar Negara Yang Melarang Penggunaan Mata Uang Digital Seperti Bitcoin

Daftar Negara Yang Melarang Penggunaan Mata Uang Digital Seperti Bitcoin

Baca juga : Pemerintah Israel Larang Transaksi Bitcoin Sebelum Dibuatkan Ini Sejumlah negara kemudian melarang penggunaan mata uang digital seperti bitcoin sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah. Berikut daftar negara yang melarang penggunaan mata uang digital seperti bitcoin sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah, berdasarkan pantauan Kompas.com yang dihimpun dari berbagai sumber. 2. China, sejak 8 Januari 2017. Alasan: akan terbitkan mata uang digital sendiri 3. Colombia, sejak 31 Desember 2016. Alasan: khawatir penipuan cryptocurrency 4. Taiwan, sejak 3 November 2015. Alasan: peretasan bitcoin 5. Ecuador, sejak 24 Maret 2015. Alasan: akan terbitkan mata uang sendiri 6. Bangladesh, sejak 22 September 2014. Alasan: menghindari pencucian uang 9. Vietnam, sejak 28 Februari 2014. Alasan: bisa digunakan untuk kejahatan dan risiko tinggi untuk investor 10. Rusia, sejak 9 Februari 2014. Alasan: bitcoin digunakan untuk kegiatan ilegal 11. Thailand, sejak 30 Juli 2013. Bitcoin bukan mata uang 13. Korea Selatan, sejak 13 Desember 2017. Alasan: untuk mengotrol keuangannya 14. Singapura, sejak 29 September 2017. Alasan: timbul kendala antarperusahaan keuangan 16. Indonesia, larangan berlaku 2018. Alasan: berisiko tinggi alami bubble Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, ada berbagai alasan dari negara-negara tersebut melarang penggunaan mata uang digital, terutama bitcoin. Alasan utama adalah ketakutan negara-negara tersebut akan volatilitas dan ketidakpastian mata uang digital. Selain itu, seperti dikutip dari bitcoinbans.com, alasan lain adalah adanya ketakutan jika mata uang digital digunakan sebagai pembiayaan terorisme. Sejumlah negara seperti China juga beralasan, melarang mata uang digital lain sebab akan menerbitkan mata uang sendiri. Baca juga : Kor Continue reading >>

Kisah Mata Uang Yang Disambut Dan Ditolak

Kisah Mata Uang Yang Disambut Dan Ditolak

Kisah Mata Uang yang Disambut dan Ditolak Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 08/10/2014 17:22 WIB Mesin ATM Bitcoin melayani transfer dana dengan Quick Response Code atau QR Code di ponsel sebagai sarana verifikasi (Reuters/Mike Blake) Jakarta, CNN Indonesia -- Bitcoin menjadi mata uang virtual tersukses sepanjang masa. Ia diterima oleh pengguna internet dan toko online besar dunia. Namun, ia ditolak oleh bank sentral negara. Sistem mata uang Bitcoin diciptakan pada 3 Januari 2009. Kala itu hanya ada 50 Bitcoin yang diluncurkan ke internet dengan harga US$ 1 per Bitcoin. Ia diakui memiliki sistem yang canggih. Para pemain Bitcoin ditantang untuk menambang guna mendapatkan cercahan Bitcoin dengan cara memecahkan algoritma tersendiri.. Ada yang berhasil dan ada pula yang gagal total. Harga Bitcoin meroket pada akhir 2013, sekitar Oktober sampai November 2013. Nilainya mencapai US$ 1.100 per Bitcoin. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, mengatakan, kala itu Bitcoin mendapat perhatian besar dari masyrakat dunia. Ini membuat permintaan pasar atas Bitcoin menjadi tinggi. Dan harganya melambung cepat, mencapai Rp 12 juta per Bitcoin, ujar Oscar saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (8/10). Momentum ini juga didorong oleh kebijakan toko online dan toko retail besar yang menerima pembayaran dengan Bitcoin, termasuk eBay, Amazon, hingga platform blog WordPress. Nilai tinggi Bitcoin tidak bertahan lama. Nilainya terjun bebas pada pertengahan Desember 2013, ketika bank sentral Tiongkok memutuskan tidak menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Semuan institusi finansial dilarang bertransaksi dengan Bitcoin. Spekulan di Tiongkok lantas menarik Bitcoin mereka dan membuat harga Bitcoin jeblok di level US$ 365 atau sekitar Rp 4,5 juta. Setelah Tiongkok, tren Bitcoin di interne Continue reading >>

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

FILE PHOTO: A Bitcoin and dollar note are seen in this illustration picture taken September 27, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI mengatakan, dalam PBI uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat, akan diatur salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/12). Bitcoin belum diatur secara spesifik oleh BI. Untuk itu, saat ini, BI masih melakukan pengkajian secara mendalam terkait bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik atau terpisah misalnya nanti masuk dalam PBI cryptocurrency. Yang jelas, BI mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Jika masyarakat mengalami kerugian terkait bitcoin, regulator BI tidak akan bertanggung jawab terkait hal ini. BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan bitcoin oleh masyarakat. Hal ini karena BI mengendus potensi penyelewengan bitcoin digunakan untuk tindakan melawan hukum seperti terorisme, pencucian uang, prostitusi dan perdagangan obat terlarang. Memang, ada beberapa investor yang menggunakan bitcoin sebagai alat investasi. Beberapa negara bereaksi berbeda dengan kehadiran bitcoin. China, Rusia merupakan beberapa negara yang menolak kehadiran bitcoin. Sedangkan, Jepang menerima transaksi bitcoin. Continue reading >>

Pemerintah Larang Bitcoin, Ini Solusi Investasi Uang Virtual Lainnya

Pemerintah Larang Bitcoin, Ini Solusi Investasi Uang Virtual Lainnya

Pemerintah Larang Bitcoin, Ini Solusi Investasi Uang Virtual Lainnya Di Indonesia, bitcoin memang tidak sepopuler di Amerika Serikat. Masyarakat Indonesia masih lebih gemar investasi emas, tanah, properti, dan sebagainya dibandingkan uang virtual. Bitcoin memang terdengar sangat menguntungkan. Hingga saat ini, nilai tukarnya bisa mencapai 200 juta. Sayangnya, bitcoin tidak diterima dengan baik di Indonesia, bahkan pemerintah akan melarangnya pada 2018. Meski belum diresmikan,Kepala Pusat Program Transformasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat akan diatur, salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny. 1. Bitcoin dianggap sebagai alat transaksi yang rawan disalahgunakan Selain Indonesia, ada China dan Rusia yang menolak kehadiran bitcoin. Bagi pemerintah, bitcoin berisiko untuk terorisme, pencucian uang, prostitusi, dan perdagan obat terlarang. BI tidak akan bertanggung jawab jika masyarakat Indonesia mengalami kerugian terkait bitcoin. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Eni Panggabean mengatakan penggunaan bitcoin menyalahi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017. Undang-undang itu menyebutkan rupiah adalah mata uang yang sah di dalam negeri. Di samping itu, peredaran bitcoin pun illegal, karena tidak terjangkau Bank Sentral. Namun, beberapa negara juga telah melegalkan jual beli menggunakan bitcoin. Kamu bisa melakukan transaksionlinemenggunakan bitcoin, misalnya melalui situs Bitcoinshop.US dan Bitroadmarket.com. 2. Sistem uangvirtuallebih rumit dibandingkan uang investasi konvesional Rupiah Melonjak Tinggi, OJK Lakukan Stress Test terhadap Perbankan Investasi uang virtual itu bisa menguntungkan. Hanya sa Continue reading >>

Ditolak Di Sejumlah Negara, Bitcoin Melesat

Ditolak Di Sejumlah Negara, Bitcoin Melesat

Ditolak di Sejumlah Negara, Bitcoin Melesat Memiliki bitcoin bisa dengan cara menambang atau membeli di bursa daring. Sejak diperkenalkan pada 2009, popularitas bitcoin terus meningkat. Pertengahan Desember ini, nilai mata uang digital tersebut menembus US$ 16.815 atau naik 2.069 persen dalam setahun. Meski demikian, transaksi bitcoin memicu pro-kontra di sejumlah negara. Bitcoin merupakan mata uang virtual yang dapat ditukar dengan barang atau jasa melalui berbagai bursa daring. Menurut CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, ada tiga cara memiliki bitcoin , yaitu dengan menambang bitcoin, membeli di bursa bitcoin, dan mendapatkan bayaran dalam bitcoin. Berdasarkan praktik di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, AS, dan Finlandia, bitcoin dapat mendukung efisiensi sistem kerja karena mempercepat proses verifikasi finansial dan mengubah cara berbisnis. Meski begitu ada sejumlah negara yang menolak seperti Indonesia, Singapura, Rusia, Tiongkok, dan Thailand. Penolakan tersebut disebabkan investasi bitcoin berpotensi disalahgunakan untuk transaksi ilegal seperti pencucian uang. Kendati demikian, nilai bitcoin mengalami lonjakan, terutama dalam beberapa waktu terakhir. Selain karena jumlahnya yang terbatas yakni hanya ada 21 juta bitcoin di dunia. Kenaikan ini juga dipicu penawaran kontrak berjangka bitcoin (Bitcoin Futures)oleh Chicago Mercantile Exchange (CME) dan terbitnya regulasi yang mengatur transaksi bitcoin yang dikeluarkan pemerintah Jepang pada Agustus lalu. Continue reading >>

More in ethereum