CryptoCoinsInfoClub.com

Mata Uang Digital Bitcoin

Demam Bitcoin: Cara Cepat Jadi Miliarder Dengan Uang Digital?

Demam Bitcoin: Cara Cepat Jadi Miliarder Dengan Uang Digital?

Demam Bitcoin: Cara Cepat Jadi Miliarder Dengan Uang Digital? Uang digital makin diterima sebagai mata uang alternatif. Yang paling populer saat ini adalah Bitcoin. Nilai tukarnya terus melejit dalam beberapa tahun terakhir. Ada apa dengan Bitcoin? Ada yang menyebutnya "emas 2.0", yang lain menyebutnya "mata uang crypto. Dari banyak mata uang digital, yang paling bernilai dan jadi bahan pembicaraan saat ini adalah Bitcoin. Jangan mencarinya dalam bentuk koin atau uang kertas, karena mata uang ini hanya ada dalam bentuk kode-kode digital. Sebagai mata uang, Bitcoin memenuhi fungsi sebagai alat pembayar. Sekarang makin banyak perusahaan dan penjual barang yang beroperasi di internet menerima pembayaran dengan mata uang ini. Namun fungsi utamanya saat ini adalah sebagai alat investasi dan spekulasi. Bayangkan saja, awal tahun ini nilai tukar Bitcoin sekitar 700 dolar Amerika Serikat. Tanggal 7 Desember 2017, nilainya sudah mencapai 16.000 dolar, atau lebih 200 juta rupiah. Artinya, kalau Anda memiliki 10 Bitcoin pada awal tahun dengan modal 7 ribu dolar, sekarang uang Anda sudah berlipat ganda menjadi 160 ribu dolar. Lompatan keuntungan yang tidak bakal Anda dapatkan pada instrumen spekulasi lain, kecuali Anda menang lotere. Bitcoin adalah kreasi inovatif dari era digital di bidang keuangan. Yang membuatnya populer adalah kemudahan bertransaksi. Siapa saja yang memiliki komputer atau punya akses ke internet bisa membeli dan menjual mata uang ini. Keuntungan berikutnya, transaksi Anda tidak dilakukan lewat bank atau makelar yang menuntut komisi ini itu. Bitcoin praktis bisa ditransfer secara langsung dari satu kantong digital ke kantong digital yang lain. Untuk membeli Bitcoin, Anda tidak perlu menjadi klien di suatu bank. Anda juga tidak perlu membuktikan identitas Anda a Continue reading >>

Bi Terbitkan Mata Uang Digital Untuk Saingi Bitcoin?

Bi Terbitkan Mata Uang Digital Untuk Saingi Bitcoin?

BI Terbitkan Mata Uang Digital untuk Saingi Bitcoin? Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 20:08 WIB JAKARTA - Bank Indonesia (BI) saat ini tengah mengkaji kemungkinan diterbitkannya mata uang Rupiah berbentuk digital untuk transaksi pembayaran domestik. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Onny Widjanarko memastikan kajian mengenai mata uang digital tak ada kaitannya dengan hadirnya mata uang virtual seperti bitcoin cs. Baca juga: BI: Kajian Mata Uang Digital Selesai 2020 Dia menjelaskan, kajian mengenai mata uang digital oleh bank sentral dilakukan sejak tahun 2017 saat program financial technology office dijalankan. Selain itu, jauh sebelum kehadiran mata uang virtual, katanya, sebagian besar bank sentral di dunia sudah lebih dulu melakukan kajian tentang mata uang digital. "Digital currency itu bukan karena adanya virtual currency makannya diadakan kajian, itu tujuannya beda karena manghargai teknologi. Jadi bukan karena virtual currency terus mau bikin digital currency," ujar Onny di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/1/2018). Baca Juga: Pesan Gubernur BI Agus Martowardojo Jelang Berakhir Masa Tugasnya Dia menyebutkan beberapa negara seperti Singapura dan Kanada sudah dalam tahap proyek percobaan. Bahkan Ekuador, katanya sudah membuat langkah berani hingga menerbitkan mata uang digital. Sedangkan Inggris saat ini masih dalam tahap kajian sama seperti Indonesia. "Bank Indonesia juga melakukan kajian awal, tapi belum ada rencana untuk menerbitkan. Kaji lihat implikasinya di stabilitas moneter, keuangan, pembayaran, perlindungan konsumen. semua masih sifat kajian, masih memetakan saja," ujar dia. Baca juga: Presiden Jokowi Serahkan Nama Gubernur BI ke DPR Bulan Depan Lanjutnya, saat ini BI akan lebih lanjut mengkaji dari sisi l Continue reading >>

Lima Mata Uang Digital Yang Melonjak Di 2017

Lima Mata Uang Digital Yang Melonjak Di 2017

Lima Mata Uang Digital yang Melonjak di 2017 NEW YORK - Sepanjang tahun ini, Bitcoin menjadi buah bibir karena menaklukkan instrumen investasi lainnya, dengan terbang hingga 1.590%, meski beberapa kali mengalami kejatuhan nilai. Gelombang Bitcoin ini telah memunculkan penawaran koin awal (Initial Coin Offerings/ICO). Tidak berlebihan jika banyak media menempatkan tahun 2017 sebagai tahunnya Bitcoin. Namun, beberapa kalangan menilai sebagai instrumen keuangan spekulatif ketimbang mata uang digital asli. Selain Bitcoin, beberapa mata uang digital lainnya juga melakukan demonstrasi besar dalam harga selama tahun ini. Melansir dari CNBC, Desember ini, terdapat lebih dari 1.300 mata uang kripto, dan lima berada di peringkat teratas dalam kapitalisasi pasar atau nilai. Kelimanya adalah Bitcoin, Ethereum, Bitcoin Cash, Ripple, dan Litecoin. Berikut kilas dan perbedaan diantara lima mata uang kripto ini. Bitcoin yang ditemukan pada 2008 merupakan mata uang kripto terbesar berdasarkan nilai dan kapitalisasi pasar. Mata uang digital ini pertama kali dilepaskan oleh Satoshi Nakamoto. Namun sosoknya masih misterius hingga sekarang. Dokumen asli menyatakan bitcoin adalah versi peer-to-peer dari uang elektronik yang memungkinkan pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui lembaga keuangan. Dalam teknologi, hal ini dikenal sebagai blockchain, yang merupakan aktivitas digital yang sulit untuk dirusak. Pasalnya karena didesentralisasi sehingga tidak ada otoritas pusat yang mengatur Bitcoin. Sebagai gantinya, jaringan yang disebut "penambang" dengan komputer bertenaga tinggi bekerja sama untuk memverifikasi transaksi melalui kriptografi yang kompleks. Seiring hiruk pikuk seputar bitcoin, dimana transaksinya sudah melonjak tinggi, hal ini membuatnya Continue reading >>

10 Prediksi Soal Mata Uang Digital Bitcoin

10 Prediksi Soal Mata Uang Digital Bitcoin

10 Prediksi Soal Mata Uang Digital Bitcoin Oleh Andina Librianty pada pada 05 Des 2017, 03:05 WIB Liputan6.com, Jakarta - Investor teknologi dan venture capialist, James Altucher, menilai bitcoin akan terus mengalami perkembangan. Bitcoin dan cryptocurrency atau mata uang digital lain dinilai akan menggantikan uang kertas sebagai mata uang untuk bertransaksi. Menurut Altucher, masyarakat telah membuat beberapa kali perubahan mata uang di dalam sejarah. Pertama emas menggantikan sistem barter sebagai alat transaksi, lalu uang kertas menggantikan emas sebagai alat penyimpanan nilai. Kemudian, bitcoin dan berbagai cryptocurrency lain akan menggantikan uang kertas sebagai alat transaksi. Setiap tipe mata uang baru dinilai menjadi pemecahan masalah dari generasi sebelumnya. " Bitcoin dapat memecahkan masalah pencetakan uang yang tidak terbatas, pemalsuan, pembelanjaan ganda dan anonimitas," tuturnya. Altucher sendiri memiliki sejumlah crytocurrency yaitu bitcoin, ethereum, litecoin, zcash dan filecoin. Merujuk pada ketidaseimbangan pada pasokan dan permintaan, Altucher memperkirakan nilai bitcoin bisa mencapai US$ 1.000.000 per koin. Kendati demikian, pengusaha berusia 49 tahun ini memperingatkan 98 persen cryptocurrency adalah penipuan. Namun, bitcoin dan beberapa cryptocurrency lainnya akan tetap bertahan. "Ini adalah peralihan tektonik uang dan kekayaan yang akan kita lihat dalam hidup kita," kata Altucher. Lebih lanjut, dikutip dari CNBC,Selasa (5/12/2017), Altucher memiliki 10 prediksi mengenai masa depan cryptocurrency termasuk bitcoin : 1. Setidaknya ada satu mata uang negara yang kemungkinan akan segera mengalami kegagalan, kemungkinan Argentina atau Venezuela. Hal ini akan memicu adopsi massal bitcoin di dalam populasi tersebut, sehingga membuat nilainya naik meleb Continue reading >>

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto dan Bitcoin di 2018 Ketakutan akan merosotnya harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya secara tiba-tiba masih hangat diperbincangkan. Benarkah masa depan uang digital ini makin terpuruk di 2018? tirto.id - Mata uang kripto jadi buah bibir di sepanjang 2017 kemarin. Harga sang raja mata uang kripto: Bitcoin terus meroket. Awal pekan Agustus, Bitcoin membuat rekor baru: untuk pertama kalinya, harga 1 Bitcoin lebih mahal daripada 1 ons emas. Waktu itu setara US$4 ribuan, atau sekitar Rp55-56 juta. Bila ditilik lebih ke belakang, pencapaian itu lebih bombastis. Pada 2012 lalu, harga 1 BTC (satuan Bitcoin) adalah sekitar US$15, sekarang? Harganya lebih dari US$15 ribu, sempat diprediksi akan menyentuh US$60 ribu pada 2018. Para pengamat terbelah, sebagian menganggap hal ini baik: sebagai sebuah kemajuan, lainnya menganggap tren tersebut tak akan berumur panjang. Biasa disebut dengan istilah Bitcoin Bubblesebuah keadaan harga sebuah komoditas terus meroket sehingga membentuk gelembung, yang dikhawatirkan dapat pecah pada sewaktu-waktu. Sebut saja gelembung kalau Anda suka, tapi bisakah Anda benar-benar menjauh dari mata uang kripto? ungkap ahli analisis pasar Naeem Aslam , membuka tulisannya dalam Forbes tentang prediksi nasib mata uang kripto pada 2018. Aslam yang mengaku memiliki mata uang kripto seperti Ether, Ripple, Bitcoin ini memperkirakan selama 2018 ini, investasi pada mata uang kripto tetap akan jadi tren dan sama sekali tak akan merugikan. Ia sendiri tak menampik kalau kekhawatiran tentang gelembung itu masuk akal. Melihat angka ini membuat Anda berpikir bahwa tak disanksikan lagi (kejadian) ini adalah bubble, sebab pertumbuhan segini besar memang belum pernah terjadi sebelumnya, tulis Aslam. Namun baginya, pertanyaan paling Continue reading >>

Nilai Uang Digital Terus Tumbang, Atm Bitcoin Kehabisan Suplai

Nilai Uang Digital Terus Tumbang, Atm Bitcoin Kehabisan Suplai

Nilai Uang Digital Terus Tumbang, ATM Bitcoin Kehabisan Suplai Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari) Liputan6.com, Jakarta Besaran nilai berbagai mata uang digital terus tergelincir. Bitcoin misalnya, mata uang digital yang paling populer ini dilaporkan sudah kehilangan nilai hingga 24 persen di awal tahun 2018. Ini pun berimbas pada berbagai mesin tarik tunai otomatis (ATM) yang menggunakan bitcoin sebagai nominalnya. Dilaporkan Business Insider, Selasa (23/1/2018), meski harga bitcoin terus menurun jumlah orang yang ingin menarik dari ATM justru bertambah banyak. Beberapa mesin ATM bitcoin yang ada di Singapura akhirnya kehabisan suplai uang digital. Pihak manajemen pun harus memasang tanda pemberitahuan sementara bahwa mesin tersebut belum bisa dipasang. CEO JP Morgan Chase Akui Keliru Sebut Bitcoin sebagai Penipuan Fenomena ini terjadi disinyalir karena banyak investor yang memilih untuk membeli bitcoin saat nilainya menurun. Pihak pemilik mesin ATM Bitcoin mengatakan, jumlah orang mengantri di mesin tersebut bertambah dua kali lipat. "Kami harus memberi pemberitahuan bahwa mesin tersebut tidak bisa dipakai sementara. Jumlah orang yang mengantri ada 20 hingga 30 orang dalam dua hari. Padahal biasanya hanya 10 orang," kata Philip Lim dari pihak manajemen. Meski begitu, pendiri Bitcoin Exchange Zann Kwan mengatakan, aksi pembelian ini belum seberapa dibanding saat harga bitcoin menurun di Bulan desember. Saat itu, lebih banyak investor yang menunggu agar bisa membeli bitcoin dalam jumlah yang lebih banyak. "Kala itu, penjual masih banyak yang mempertahankan bitcoinnya karena yakin harganya akan membaik. Tapi banyak juga investor yang menunggu agar bisa membeli bitcoin dengan lebih banyak," tutur dia. Menurut CoinDesk, nilai bitcoin sempat jatuh ke angka US Continue reading >>

Bitcoin Bergerak Liar, Mata Uang Digital Lain Masuk Radar Investasi

Bitcoin Bergerak Liar, Mata Uang Digital Lain Masuk Radar Investasi

Bitcoin Bergerak Liar, Mata Uang Digital Lain Masuk Radar Investasi Mata uang digital Neo dan Ripple naik puluhan ribu persen sepanjang 2017. Harga mata uang digital bitcoin anjlok ke kisaran US$ 13-14 ribu atau sekitar Rp 180-190 jutaan setelah menembus rekor tertinggi US$ 20 ribu atau sekitar Rp 270 jutaan pada pertengahan Desember 2017. Pergerakan liar bitcoin diprediksi masih akan berlanjut. Seiring meningkatnya risiko investasi bitcoin, investor pun melirik mata uang digital lainnya. Salah satu pendiri DataTrek Research Nick Colas memprediksi bitcoin berpeluang menembus US$ 22 ribu tahun ini, namun berisiko jatuh ke kisaran US$ 6.500. Kami memprediksi bitcoin diperdagangkan di kedua harga tersebut tahun depan (2018), kata dia seperti dikutip CNBC, akhir tahun lalu. (Baca juga: Terlalu Berisiko, Pendiri Situs Bitcoin.com Jual Seluruh Bitcoin Dapatkan informasi terkini seputar ekonomi dan bisnis langsung lewat email Anda Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi Silahkan mengisi alamat email dengan benar Mengacu pada data coinmarketcap.com, saat bitcoin anjlok, harga saingannya misalnya, ripple justru merangkak naik. Minat investor terhadap ripple tampaknya meningkat seiring dengan komitmen sejumlah bank untuk menggunakan teknologi blockchain ripple dan mata uang digital ripple untuk transfer uang. Salah satu pendiri Cryptos R Us dan investor yang berpengalaman di mata uang digital George Tung optimistis harga bitcoin masih dalam tren menanjak, namun ia mengakui ada potensi besar kenaikan harga di mata uang digital lainnya yang tak sepopuler bitcoin. (Baca juga: Perusahaan Teknologi Asal Jepang Bayar Ga Continue reading >>

Apa Itu Mata Uang Digital Bitcoin?

Apa Itu Mata Uang Digital Bitcoin?

Sebuah dompet kertas Bitcoin (mata uang virtual) dengan kode-kode QR tampak dalam gambar ilustrasi yang diambil di La Maison du Bitcoin di Paris, Perancis, 27 Mei 2015 (foto: REUTERS/Benoit Tessier/Foto Arsip) Dengan nilai lebih dari satu ounce emas saat ini, dan dalam bentuk yang sepenuhnya digital, bitcoin menjadi mata uang pilihan para penyerang siber yang melumpuhkan jaringan komputer di seluruh dunia akhir-akhir ini. Nilainya lebih dari satu ounce emas saat ini, mata uang ini sepenuhnya dalam bentuk digital, dan ini adalah mata uang pilihan para penyerang siber yang melumpuhkan jaringan komputer di seluruh dunia akhir-akhir ini. Ketika para penyerang ransomware beraksi, penyerang itu menyandera korbannya dengan mengenkripsi data-data milik korban dan menuntut mereka untuk mengirimkan pembayaran dalam bentuk bitcoin agar sang korban dapat kembali mengakses komputer-komputer mereka. Bitcoin memiliki sejarah yang tidak jelas, namun ini adalah mata uang yang memungkinkan orang untuk membeli barang-barang dan jasa dengan menukarkan uang tanpa melibatkan bank, penerbit kartu kredit, atau pihak ketiga lainnya. Bitcoin adalah mata uang digital yang tidak terikat kepada bank atau pemerintah dan memungkinkan para penggunanya untuk berbelanja tanpa mengungkapkan jati diri mereka. Koin ini diciptakan oleh para pengguna yang menambang mata uang mereka dengan meminjamkan kekuatan komputasi untuk memverifikasi transaksi pengguna lainnya. Mereka menerima bitcoin sebagai imbalannya. Koin ini juga bisa dibeli dan dijual dengan menukarkan mata uang dolar AS dan mata uang lainnya. Satu bitcoin terakhir diperdagangkan dengan nilai $1.734,65, menurut Coinbase, sebuah perusahaan yang membantu menukar bitcoins. Nilai ini membuatnya lebih berharga dari satu ounce emas, yang diperdagangkan Continue reading >>

Sempat Tolak Bitcoin, Bi Kaji Penerbitan Mata Uang Digital

Sempat Tolak Bitcoin, Bi Kaji Penerbitan Mata Uang Digital

Sempat Tolak Bitcoin, BI Kaji Penerbitan Mata Uang Digital Lavinda, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 06:01 WIB Bank Indonesia mengaku sedang mengkaji penggunaan teknologi pencatatan transaksi terintegrasi modern (blockchain). (REUTERS/Dado Ruvic). Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia mengaku sedang mengkaji penggunaan teknologi pencatatan transaksi terintegrasi modern (blockchain), termasuk mengkaji untuk menerbitkan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) untuk sistem pembayaran domestik. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko seperti dikutip dari Antara, Senin (29/1), mengatakan kajian itu masih dalam tahap awal. Sejauh ini, kata Onny, bank sentral masih mengkalkulasi dampak dan upaya mitigasi risikonya jika kebijakan tersebut diterapkan. BI belum memiliki peta waktu untuk menguji coba penerapan mata uang digital bank sentral. "Belum ada rencana mau uji coba atau menerapkan. Kajian harus matang dahulu tentunya," kata Onny. Bank Sentral negara-negara lain pun saat ini sedang mengkaji penggunaan blockchain dan mata uang digital bank sentral. Onny mengatakan kajian yang dilakukan BI juga akan melingkupi sektor-sektor tertentu yang akan difasilitasi penggunaan blockchain dan mata uang digital tersebut. "Kita masih mendalami kelebihan dan kekurangannya, dan bila diterapkan yang paling aman dan efisien ditransaksi di sektor apa? Ini sedang didalami," ujar dia. Teknologi blockchain merupakan teknologi dasar untuk beroperasinya mata uang digital. Saat ini, mata uang virtual yang diterbitkan swasta seperti Bitcoin, Etherum dan Ripple, juga menggunakan blockchain. Mulai mencuatnya penggunaan teknologi blockchain, termasuk produknya seperti mata uang digital karena alasan efisiensi dan efektivitas di sistem pembayaran. Continue reading >>

Pengertian Bitcoin, Kelebihan Dan Kekurangan Mata Uang Digital Yang Makin Populer

Pengertian Bitcoin, Kelebihan Dan Kekurangan Mata Uang Digital Yang Makin Populer

Pengertian BitCoin, Kelebihan dan Kekurangan Mata Uang Digital yang Makin Populer Belakangan ini, BitCoin sedang ramai dibicarakan. BiCoin adalah mata uang virtual web dan merupakan sebuah eksperimen ekonomi yang menarik dimana banyak orang sekarang menggunakannya untuk membeli barang (real item). Secara sederhana, BitCoin adalah uang tunai di internet, dimana tidak ada bank, kartu kredit, biaya atau kekhawatiran akan pencurian identitas yang marak terjadi di dunia online. Sebagian orang menyebutnya Cash for the Internet. Di era digital seperti sekarang, kamu bisa dengan mudah menikmati berbagai layanan dan fasilitas tersedia untuk memungkinkan pengguna Internet membeli barang di toko online seperti Bhinneka.com , Kaskus, hingga Lazada dan berbagai website e-commerce lainnya. Kamu bisa melakukan pembayaran dengan mudah melalui internet banking, mobile banking atau kartu kredit. BitCoin menawarkan cara pembayaran yang lebih mudah dari semua itu. Tanpa perlu rekening bank, kartu kredit atau perantara (rekening bersama KasKus). BitCoin adalah uang tunai di komputer kamu.BitCoin adalah mata uang peer-to-peer (p2p) digital terbaru yang dapat digunakan untuk menggantikan uang tunai dalam transaksi jual beli online. Tidak seperti mata uang online lainnya yang berhubungan dengan bank dan menggunakan sistem payment seperti PayPal, BitCoin secara langsung didistribusikan antara pengguna tanpa diperlukan perantara. Terdapat banyak kelebihan penggunaan BitCoin sebagai pengganti transaksi uang online. BitCoin adalah kurs global, artinya BitCoin tidak dimiliki oleh negara manapun, menjadikannya dapat dengan mudah digunakan dimanapun di seluruh dunia. Hal ini membuat transaksi internasional menjadi lebih mudah karena tidak ada lagi pembahasan mengenai pembayaran akan digunakan mengik Continue reading >>

Warren Buffett: Mata Uang Digital Akan Berakhir Buruk

Warren Buffett: Mata Uang Digital Akan Berakhir Buruk

Baca juga : Kodak akan Luncurkan Mata Uang Digital Khusus untuk Fotografer Nilai mata uang digital bitcoin saat ini mencapai 14.356 dollar AS per koin atau setara sekitar Rp 193 juta. Sementara itu, nilai ethereum mencapai 1.359 dollar AS atau setara sekitar Rp 18,27 juta. Dalam kesempatan itu, Buffett juga menyatakan bahwa konglomerasi keuangan miliknya, Berkshire Hathaway tidak memiliki apapun terkait dengan mata uang digital. Bahkan, imbuh Buffett, Berkshire Hathaway tidak akan memiliki posisi apapun dalam perdagangan mata uang digital. "Kami tidak memiliki, dan tidak akan memiliki posisi apapun (dalam perdagangan atau penukaran mata uang digital)," tutur Buffett. Baca juga : Mark Zuckerberg Akan Belajar Mata Uang Digital, Untuk Apa? Sebelumnya, Buffett dan Berkshire Hathaway mengumumkan penunjukan dua wakil direktur utama pada unit bisnis. Gregory Abel (55) akan menduduki jabatan wakil direktur utama bisnis non-asuransi. Adapun Ajit Jain (66) akan menempati posisi wakil direktur utama bisnis asuransi. Berkshire Hathaway berkantor pusat di Omaha, negara bagian Nebraska, AS. Kompas TV Bitcoin adalah mata uang digital yang digunakan sejak 2009. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Continue reading >>

Nilai Mata Uang Digital Bitcoin Cs Berguguran

Nilai Mata Uang Digital Bitcoin Cs Berguguran

Nilai Mata Uang Digital Bitcoin Cs Berguguran Jakarta, CNBC Indonesia Nilai mata uang digital Bitcoin kemarin malam sempat melemah 19,58% ke level US$ 6.583,56/btc atau terendah sejak November 2017, sebelum akhirnya rebound pagi dini hari tadi ke US$ 7.169/btc atau Rp 96,78 juta/btc. Berdasarkan data coinmarketcap, mata uang digital Ethereum juga turun sekitar 15,07% menjadi 708,63 USD/Eth. Lalu harga Ripple juga turun 14,25% menjadi 0,699 USD/Xrp. Dilansir dari CNBC, penurunan harga bitcoin hingga sempat ke level terendah sejak November tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu terkait kekhawatiran tentang regulasi cryptocurrency yang terus meningkat, peretasan dan manipulasi harga yang terjadi pada seminggu terakhir ini. Di samping itu, J.P Morgan Chase, Bank of Amerika dan CitiGroup pada Jumat pekan lalu juga memutuskan melarang pembelian cryptocurrency melalui kartu kredit yang diterbitkan perseroan. Adapun laporan China Financial News pada hari Minggu kemarin mengatakan pihak berwajib akan meningkatkan upaya pembatasan platform perdagangan mata uang virtual, terutama perdagangan ke luar negeri, menyusul larangan Beijing pada ICO (Initial Coin Offerings) pada bulan September. Selanjutnya, Kepala United States Securities Bursa Efek Amerika Serikat dan Komisi perdagangan berjangka komoditi (SEC) akan memberikan kesaksiannya dihadapan komite senate banking pada hari Selasa esok. Jay Clayton selaku SEC Chairman diperkirakan akan menyampaikan kepada investor untuk berhati-hati dalam menginvestasikan cryptocurrency. Continue reading >>

Bi Tegaskan Investasi Di Mata Uang Digital Bitcoin Sangat Berisiko

Bi Tegaskan Investasi Di Mata Uang Digital Bitcoin Sangat Berisiko

BI tegaskan investasi di mata uang digital bitcoin sangat berisiko KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali bahwa investasi di mata uang digital atau cryptocurrency sangat berisiko. Oleh karena itu, BI menyarankan masyarakat untuk menghindari investasi di jenis mata uang digital ini. Agus Martowardojo, Gubernur BI mencatat, saat ini ada sebanyak 1.300 jenis mata uang digital yang beredar di dunia. "Memang yang paling besar adalah bitcoin," kata Agus dalam diskusi panel di acara peluncuran buku laporan perekonomian 2017, Rabu (28/3). Hasil RUPSLB, Bank of India Indonesia akan delisting di 2018 Terkait mata uang digital ini, BI berkoodinasi dengan pemerintah, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Koordinasi ini terkait larangan penggunaan mata uang digital untuk transaksi pembayaran. BI menegaskan, saat ini hanya ada satu alat transaksi yang sah di Indonesia yaitu rupiah. Pelarangan mata uang digital ini karena mempunyai underlying yang tidak jelas dan dari sisi perlindungan konsumer masih sangat rendah. Apalagi, menurut BI, mata uang digital ini bisa disalahgunakan sebagai sarana pencucian uang dan terorisme. Continue reading >>

Bitcoin, Cryptocurrency, Dan Mata Uang Digital Lain Di Masa Depan(part-1)

Bitcoin, Cryptocurrency, Dan Mata Uang Digital Lain Di Masa Depan(part-1)

Bitcoin, Cryptocurrency, dan Mata Uang Digital Lain di Masa Depan(Part-1) Apa itu cryptocurrency ? Apakah itu seperti bitcoin? Singkatnya, ya. Bitcoin adalah cryptocurrency pertama, dan masih yang terbesar hingga saat ini. Namun, dalam delapan tahun sejak mata uang digital tersebut diciptakan, pesaing-pesaing besar semacamnya telah berdatangan. Semua dari mereka memiliki dasar yang sama: mereka menggunakan teknologi blockchain, yaitu catatan transaksi publik bersama, untuk membuat dan melacak jenis token digital yang baru yang hanya dapat dibuat dan dibagi sesuai dengan peraturan yang telah disepakati jaringan, apa pun itu. Tapi ekosistem yang berkembang telah memberikan variasi yang sangat besar selain itu semua. Beberapa cryptocurrencies, seperti Litecoin atau Dogecoin, memiliki tujuan yang sama seperti bitcoin membangun mata uang digital baru dengan membidik ke beberapa rincian seperti membuat transaksi lebih cepat, misalnya, atau memastikan tingkat inflasi dasar. Cryptocurrencies lainnya, seperti Ethereum atau Bat, mengambil prinsip yang sama namun menerapkannya pada tujuan tertentu: komputasi awan (cloud computing) atau iklan digital dalam kasus keduanya. Lalu apa sebenarnya bitcoin itu? Dapatkah saya memilikinya? Bitcoin tidak benar-benar eksis sebagai objek fisik atau bahkan digital. Jika Anda memiliki 0,5 bitcoin di dompet digital Anda, itu tidak berarti ada separuh lainnya di tempat lain. Apa yang sebenarnya Anda miliki saat memiliki mata uang digital tersebut adalah kesepakatan kolektif setiap komputer lain di jaringan bitcoin bahwa bitcoin Anda dibuat secara sah oleh penambang kecil bitcoin, dan kemudian diteruskan kepada Anda melalui serangkaian transaksi yang sah. Jika Anda ingin memiliki beberapa jenis bitcoin, ada dua pilihan: menjadi penambang (yang mel Continue reading >>

Daftar Negara Yang Melarang Penggunaan Mata Uang Digital Seperti Bitcoin

Daftar Negara Yang Melarang Penggunaan Mata Uang Digital Seperti Bitcoin

Baca juga : Pemerintah Israel Larang Transaksi Bitcoin Sebelum Dibuatkan Ini Sejumlah negara kemudian melarang penggunaan mata uang digital seperti bitcoin sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah. Berikut daftar negara yang melarang penggunaan mata uang digital seperti bitcoin sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah, berdasarkan pantauan Kompas.com yang dihimpun dari berbagai sumber. 2. China, sejak 8 Januari 2017. Alasan: akan terbitkan mata uang digital sendiri 3. Colombia, sejak 31 Desember 2016. Alasan: khawatir penipuan cryptocurrency 4. Taiwan, sejak 3 November 2015. Alasan: peretasan bitcoin 5. Ecuador, sejak 24 Maret 2015. Alasan: akan terbitkan mata uang sendiri 6. Bangladesh, sejak 22 September 2014. Alasan: menghindari pencucian uang 9. Vietnam, sejak 28 Februari 2014. Alasan: bisa digunakan untuk kejahatan dan risiko tinggi untuk investor 10. Rusia, sejak 9 Februari 2014. Alasan: bitcoin digunakan untuk kegiatan ilegal 11. Thailand, sejak 30 Juli 2013. Bitcoin bukan mata uang 13. Korea Selatan, sejak 13 Desember 2017. Alasan: untuk mengotrol keuangannya 14. Singapura, sejak 29 September 2017. Alasan: timbul kendala antarperusahaan keuangan 16. Indonesia, larangan berlaku 2018. Alasan: berisiko tinggi alami bubble Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, ada berbagai alasan dari negara-negara tersebut melarang penggunaan mata uang digital, terutama bitcoin. Alasan utama adalah ketakutan negara-negara tersebut akan volatilitas dan ketidakpastian mata uang digital. Selain itu, seperti dikutip dari bitcoinbans.com, alasan lain adalah adanya ketakutan jika mata uang digital digunakan sebagai pembiayaan terorisme. Sejumlah negara seperti China juga beralasan, melarang mata uang digital lain sebab akan menerbitkan mata uang sendiri. Baca juga : Kor Continue reading >>

More in ethereum