CryptoCoinsInfoClub.com

Jurnal Tentang Blockchain

5 Mitos Tentang Investasi Bitcoin

5 Mitos Tentang Investasi Bitcoin

Baca juga : Tak Hanya untuk Bitcoin, Blockchain Juga Bisa Dimanfaatkan untuk Bisnis Pada dasarnya, bitcoin merupakan jurnal digital yang mencatat siapa saja yang memiliki bitcoin. Biasanya setiap bank memiliki jurnal seperti ini yang digunakan untuk mencatat berapa banyak jumlah uang yang dimiliki nasabah. Namun, yang membedakan dengan bitcoin adalah bentuknya yang merupakan jurnal digital yang tidak tersimpan oleh instansi atau pihak-pihak mana pun. Pada bitcoin, jurnal digital dapat diketahui para penggunanya. Saat jurnal digital yang dimiliki pengguna rusak, Anda memiliki cadangan lainnya yang didapatkan dari pengguna lain. Tidak ada pihak yang mengontrol, semuanya ikut berpartisipasi di dalamnya. Karena bentuknya yang abstrak, sering kali membuat orang merasa enggan untuk menggunakan bitcoin. Bahkan, timbul pendapat-pendapat yang menyesatkan mengenai mata uang virtual ini. Untuk menjernihkan kesalahpahaman ini, berikut ini adalah kebohongan-kebohongan tentang bitcoin yang seharusnya tidak dipercaya. Saat ini nilai dari 1 koin bitcoin katakanlah Rp 120 juta. Kebohongan yang beredar di masyarakat jika ingin memilikinya yakni harus membeli 1 koin yang harganya Rp 120 juta. Info tersebut salah besar. Tidak harus memiliki uang Rp120 juta untuk berinvestasi bitcoin. Bahkan, dengan Rp 3,3 juta saja, Anda pun sudah dapat memilikinya. Nantinya nilai bitcoin yang Anda miliki adalah modal yang Anda miliki dibagi dengan harga bitcoin saat pembelian Kebohongan lainnya yang beredar di masyarakat mengenai bitcoin adalah keamanannya. Padahal secara sistem, selama ini belum pernah ada kasus hacker yang menyerang bitcoin. Yang rawan untuk di-hack adalah sistem wallet-nya, hal itu pun dikarenakan pengguna yang kurang mengamankan wallet-nya sendiri. Bitcoin memang sering digunakan pih Continue reading >>

Potensi Pemanfaatan Blockchain Dan Decentralized Data Processing

Potensi Pemanfaatan Blockchain Dan Decentralized Data Processing

Potensi Pemanfaatan Blockchain dan Decentralized Data Processing Pada tahun 2008, ketika industri keuangan terguncang, muncul seseorang di Internet dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Dia (atau mereka) menawarkan sesuatu yang menjadi hal yang cukup populer dan kontroversial saat ini: mata uang Bitcoin. Nakamoto merancang suatu protokol untuk transaksi tunai elektronik secara peer-to-peer dengan menggunakan kriptografi atau yang disebut sebagai cryptocurrency. Uang elektronik ini berbeda dengan uang biasa karena tidak dibuat dan dikendalikan oleh negara, melainkan melalui seperangkat aturan dan komputasi yang rumit untuk memastikan bahwa uang tersebut dapat dipertukarkan secara aman tanpa memerlukan bantuan pihak ketiga. Marc Andreesen, salah satu pembuat peramban web Netscape, berkata bahwa Theyre like Oh my God, this is it. This is the big breakthrough. This is the distributed trust network that the Internet always needed and never had. Hal semacam Bitcoin memang belum pernah ada sebelumnya. Transaksi tunai dapat dilakukan secara langsung antara dua atau lebih pihak, diverifikasi kebenarannya secara gotong royong, dan didasari atas keinginan masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya. Hal ini berbeda dengan praktik transaksi elektronik populer yang dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan besar yang berorientasi pada profit. Di praktik populer saat ini, para pihak yang bertransaksi hanya menyandarkan kepercayaannya pada beberapa perusahaan besar, sedangkan di Bitcoin, kepercayaan (trust) terbentuk secara kolektif dari upaya gotong royong semua pihak yang terlibat dalam jaringan Bitcoin. Oleh karenanya, Tapscott et. al. (2016) menyebutnya sebagai The Trust Protocol. Tak hanya mempopulerkan uang elektronik jenis baru, Nakamoto juga memperkenalkan teknologi yang mend Continue reading >>

Paytren Berencana Aplikasikan Teknologi Blockchain

Paytren Berencana Aplikasikan Teknologi Blockchain

Paytren Berencana Aplikasikan Teknologi Blockchain Rep: Binti Sholikah/ Red: Budi Raharjo Syariah itu bukan berarti harus Muslim karena ekonomi syariah bisa ke semua orang. REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Paytren berencana mengaplikasikan teknologi blockchain untuk semua lini bisnisnya. Rencana tersebut diharapkan bisa terealisasi pada 2019. CEO dan Co-Founder Paytren, Hari Prabowo, menyatakan cara kerja blockchain berdasarkan prinsip syariah. Sebab, di dalam blockchain terdapat transparansi dan kebenaran data. Artinya, data pada saat masuk ada filterisasi, dan angkanya akan sama persis. Namun, menurut Hari, implementasi blockchain secara luas di Indonesia butuh waktu bertahap. Sebab, saat ini pemerintah baru saja menggencarkan transaksi non tunai melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau Less Cash Society. "Blockchain ini adalah implementasi dari promosi transaksi syariah. Syariah itu kan bukan berarti harus Muslim karena ekonomi syariah bisa ke semua orang," kata Hari kepada Republika di Jakarta, akhir pekan lalu. Dengan alasan syariah tersebut, Hari mengakui teknologi blockchain menjadi menarik. Teknologi tersebut bisa digunakan untuk lingkungan terbatas seperti komunitas Paytren. "Keuntungan bagi kami ini bisnis value. Bukan keuntungan secara nilai uang tapi value added. Bagaimana pengusaha merasakan ada trust tambahan. Ini yang mahal," imbuhnya. Hari menjelaskan, teknologi blockchain diharapkan bisa diterapkan di semua lini bisnis Paytren. Dalam beberapa bulan ke depan, Paytren akan mempelajari mengenai blockchain. Bersamaan dengan itu, Paytren juga menggencarkan transaksi non tunai. Hal itu akan didukung sistem pembayaran uang elektronik (electronic money) yang segera diteken izinnya oleh Bank Indonesia. "Tapi di satu sisi kita bangun teknologi blockchain. Kalau Continue reading >>

Jurnal - Blockchain: A Chain Without A Weak Link - Goethe-institut Indonesia

Jurnal - Blockchain: A Chain Without A Weak Link - Goethe-institut Indonesia

Blockchain Rantai tanpa Mata Rantai yang Lemah Blockchain bukan hanya teknologi di balik mata uang kripto Bitcoin, melainkan juga dapat merevolusi keseharian kita di banyak bidang kehidupan. Namun untuk sampai ke sana perjalanannya masih panjang. Cobalah mencari tahu melalui mesin pencari Google apakah Bumi itu datar. Meskipun pertanyaan itu dapat dijawab secara ringkas dan tegas dengan tidak, Anda juga akan segera menemukan pendapat yang berlawanan. Penyebabnya? Internet bersifat desentral, baik dari segi struktur organisasi maupun logika. Tidak adanya institusi pengawas membawa banyak keuntungan, tetapi juga berakibat tidak adanya pihak yang menjamin kebenaran informasi yang ditemukan. Sebagian besar negara mempunyai tatanan yang berlawanan dengan struktur organisasi dan logika yang bersifat sentral. Artinya, ada institusi (pemerintah) yang bertindak sebagai pengatur dan menjamin konten serta menetapkan proses (misalnya, melalui undang-undang). Ada juga sistem yang secara struktur organisasi bersifat sentral, namun dari segi logika bersifat desentral. Sistem seperti itu dikelola secara institusional, tetapi memungkinkan pemanfaatan secara individual. Contohnya adalah berkas MS-Word, yang dapat diolah pada semua komputer dengan perangkat lunak yang sama. Prosesnya telah ditentukan oleh perangkat lunak, namun kontennya dapat diubah secara individual oleh tiap-tiap pengguna. Itulah teori sistem sebagaimana yang kita alami sehari-hari. Opsi keempat sebuah sistem yang bersifat sentral dari segi logika dan desentral dari segi struktur organisasi, independen namun tetap andal tidak dikenal selama ini. Tetapi kemudian muncul Blockchain. SEMAKIN BESAR JARINGANNYA, SEMAKIN AMAN BLOCKCHAIN Blockchain itu pada dasarnya sebuah rantai data tanpa ujung. Ibarat sistem pembukuan, Blo Continue reading >>

Apa Itu Bitcoin? | Tech In Asia Indonesia

Apa Itu Bitcoin? | Tech In Asia Indonesia

(Update 29 Desember 2017: Kami telah melakukan revisi informasi pada keterangan gambar dalam artikel ini. Di mana terdapat kesalahan penulisan negara Uni Soviet, yang seharusnya Boden, Sweden.) Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency yang pada dasarnya adalah sebuah mata uang digital. Mata uang ini bentuk dan penyimpanannya adalah digital. Penemu Bitcoin untuk pertama kali adalah seorang/grup (belum diketahui pasti-red) programmer yang menggunakan namaSatoshi Nakamoto. Bitcoin dapat digunakan untuk melakukan pembelian berbagai jasa seperti game sampai dengan hosting website. Untuk sekarang, jumlah layanan yang menerima Bitcoin masih cukup terbatas. Lalu mengapa orang menggilai Bitcoin? Karena sebagian besar mereka gunakan untuk investasi dan menjadi kaya. Dari waktu ke waktu harga Bitcoin terus naik dan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2017 ini. Seandainya kamu membeli sepuluh Bitcoin dengan harga $6 (sekitar Rp80 ribu) per koin di Januari 2012 dan kamu simpan sampai sekarang maka sepuluh koin kamu berharga Rp2.5 Miliar (kurs Desember 2017) Jika kamu tertarik dengan Bitcoin namun belum mengerti benar maka kamu datang ke tempat yang tepat, karena kami akan membahas berbagai pertanyaan seputar Bitcoin yang paling sering ditanyakan. Pada dasarnya Bitcoin adalah satu jurnal digital yang mencatat siapa mempunyai berapa Bitcoin. Bank pada umumnya juga mempunyai jurnal seperti ini untuk mencatat nasabah A mempunyai berapa banyak uang. Yang membedakan Bitcoin adalah jurnal digital ini tidak disimpan di sebuah instansi atau pihak tertentu. Di Bitcoin, jurnal digital ini disimpan pada masing-masing orang, atau siapapun yang ingin memiliki dan membantu proses transaksi (disebutmaintainers).Jadi ketika sebuah jurnal digital rusak maka kamu mempunyai cadangan dari seluruh pengg Continue reading >>

Blockchain Bukan Hanya Bitcoin

Blockchain Bukan Hanya Bitcoin

Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menjadi sebuah kata yang banyak disebut-sebut oleh masyarakat karena mulai marak diperdagangkan di Indonesia. Bahkan di beberapa tempat bitcoin telah digunakan sebagai alat pembayaran. Apa sebenarnya bitcoin itu? Bitcoin adalah uang digital atau cryptocurrency yang mulai dikembangkan sejak tahun 2009. Bitcoin berkembang dengan pesat karena mempunyai beberapa fitur yang menarik seperti dapat ditransfer secara instant kemana saja dengan biaya yang sangat kecil, dan jumlahnya terbatas. Bitcoin diciptakan dengan proses yang disebut mining, serupa dengan proses menambang emas atau minyak bumi tetapi tanpa mempergunakan alat berat. Miner menggunakan komputer canggih untuk melakukan logaritma yang kompleks untuk membentuk block baru. Bitcoin beroperasi dengan basis sistem jurnal umum dengan menggunakan teknologi Blockchain. Karena bitcoin menggunakan sistem blockchain, maka sering terjadi kebingungan bahwa blockchain adalah bitcoin sehingga penggunaan blockchain dilarang seperti halnya pelarangan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Padahal sebenarnya bitcoin hanyalah merupakan salah satu penggunaan teknologi blockchain. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, maka jurnal umum dalam blockchain dapat mencatat informasi dan transaksi secara real time dengan data yang selalu konsisten. Selain itu blockchain dapat menelusuri setiap transaksi yang terjadi sehingga dapat mengurangi perselisihan dan menghindari kecurangan dalam transaksi. Dengan semakin berkembangnya teknologi maka penggunaan blockchain tidak terbatas pada industri keuangan seperti bitcoin, tetapi juga menyebar ke industri lainnya. Untuk setiap industri, blockchain dapat dipergunakan untuk sharing informasi dalam perusahaan secara transparan, efisien Continue reading >>

Teknologi Blockchain Dan Masa Depan Industri Keuangan

Teknologi Blockchain Dan Masa Depan Industri Keuangan

Teknologi blockchain dan masa depan industri keuangan by: kukuhtw - August 14th, 2016 Add Comment Ini adalah video presentasi dari Future Bank Today tentang apa itu blockhain. Blockchain adalah teknologi dibalik bitcoin sebagai alat pembayaran digital 0:17 0:24 Blockchain meyakinkan orang untuk bertranksi dengan percaya / confidence level 100%. Berpotensi mengubah segalanya setiap komputer menghubungkan ke setiap komputer (distributed), seperti itulah blockchain saling terhubung. Apa yang dhubungkan blockchain ? yaitu general ledger, sebuah catatan transaksi. 0:48 1:52 hal mendasar yang dibutuhkan transaksi : 1. Currency (dollar,euro,rupiah, bitcoin, ether) , hal yang kedua dibutuhkan adalah 2. Trusted Ledger. sebuah catatan yang dapat dipercaya , hal ketiga adalah 3. settlement proses, suatu proses penyelesaian yang cepat, mudah, aman dan terpercaya. Berapa lama waktu yang dibutuhkan proses settlement secara optimal ? 1:52 3:09 sebagai contoh, John berniat membeli lukisan marry di tokonya seharga $500. John menggunakan transaksi kartu kredit. kelihatannya simple kan ? sebenarnya tidak juga, ada beberapa pihak yang terlibat 2. Bank penerima dimana saldo milik merchant berada. yahcukup banyak pihak yang terlibat, menyebabkan butuhnya waktu dan kutipan biaya untuk menfasilitasi transaksi tersebut. 3:10 03:55: Penjelasan Blockchain seperti ini : Pikirkan Buku berisi catatan transaksi anda , saldo dan setiap transaksi anda tersimpan di setiap komputer diseluruh dunia. Aman ? siapa yang melindungi ? algoritma coding pada layer blockchain membuat system aman dan sulit untuk dimodifikasi oleh hacker. Setiap pengguna memiliki private key untuk mengendalikan dana/uang/coin yang tersimpan. Setiap transaksi akan diberi cap timestame/waktu dan automatis di broadcast ke seluruh jar Continue reading >>

The First Academic Journal Focusing On Blockchain Launches

The First Academic Journal Focusing On Blockchain Launches

The First Academic Journal Focusing on Blockchain Launches Join our community of 10 000 traders on Hacked.com for just $39 per month. A university professor has launched a new academic journal dedicated to research focusing on the blockchain technology, making it the first to do so. Founder and editor of the Ledger journal is Chris Wilmer, University of Pittsburgh Assistant Professor of Chemistry, who decided to launch the academic journal after seeing that there was no place for people passionate about the technology to publish their research. With the first issue of Ledger published last month, it focuses on economics, finance, law, math, cryptocurrency, and engineering. Speaking to Pittsburghs NPR News Station , on a podcast, Wilmer, said when referring to the blockchain, that: Like the Internet, it will touch all aspects of life. It will change the way we do scientific researchit will change the way we practice law and it will change the way we practice filing patents and going to concerts and trading stocks and so forth. Increased Interest in Digital Currencies and the Blockchain Since 2008, more and more people have jumped on the bitcoin bandwagon, making their riches or losing it, with wider interest also being demonstrated within the blockchain space. Only recently, it was reported that digital currencies had reached a new high, surpassing $28 billion , more than doubling its value from around $12 billion in 2013. After a recent drop in bitcoins price and market value, it has once again risen, with its market value just under $20 billion. It is this which has helped to push the collective value of the digital currencies up to just under $30 billion. Ethereum and Dash, which are two other popular digital currencies, have also increased in price with Ethereum hov Continue reading >>

Governance In Blockchain Technologies & Social Contract Theories | Reijers | Ledger

Governance In Blockchain Technologies & Social Contract Theories | Reijers | Ledger

Governance in Blockchain Technologies & Social Contract Theories Wessel Reijers, Fiachra O'Brolchin, Paul Haynes This paper is placed in the context of a growing number of social and political critiques of blockchain technologies. We focus on the supposed potential of blockchain technologies to transform political institutions that are central to contemporary human societies, such as money,property rights regimes, and systems of democratic governance. Our aim is to examine the way blockchain technologies canbring about - and justify - new models of governance. To do so, we draw onthe philosophical works of Hobbes, Rousseau, and Rawls, analyzing blockchain governance in terms of contrastingsocial contract theories.We begin by comparing the justifications of blockchain governance offered by members of the blockchain developers community with the justifications of governance presented within social contract theories. We thenexaminethe extent to which the model of governance offered by blockchain technologiesreflects key governance themes and assumptions located within social contract theories, focusing on the notions of sovereignty, the initial situation, decentralization and distributive justice. Social contract; Hobbes; Rousseau; Blockchain Alexander, R. The First Blockchain Wedding. Bitcoinmagazine (accessed 3 December 2015) Barton, P. Bitcoin and the Politics of Distributed Trust (Senior Thesis). Swarthmore College (2015) Binmore, K. Game Theory and the Social Contract (3rd ed.) Cambridge, Massachusetts: Massachusetts Institute of Technology 355 (1998) Bitnation. Governance 2.0: borderless, decentralized, voluntary. Bitnation (accessed 18 July 2016) Buterin, V. A next-generation smart contract and decentralized application platform. Ethereum 136 (2014) Buterin, V. DAO Continue reading >>

Blockchain Making Houses Safer

Blockchain Making Houses Safer

Reuse of Horizon magazine content is authorised, provided the source is acknowledged. We would appreciate it if you could also link to us at www.horizon-magazine.eu . Read the EUs copyright notice on republishing for more information. HTML for this article, including the attribution and page view counter, is below: Blockchain making houses saferIn recent years, domestic appliances smart enough to automate tasks ranging from ordering Christmas gifts to turning on thermostats have spread to millions of homes across Europe.This increasing interconnection, often referred to as the Internet of Things (IoT), is attracting an eclectic range of enthusiasts. Yet according to Javier Augusto at Televes, an IT company in Santiago de Compostela, Spain, start-ups and tech firms are not the only ones exploring its opportunities hackers are keen on the concept too.Each connected device opens a new crack in the security of a computer network, said Augusto. It is unclear how safe the cybersecurity tools we have today can keep IoT devices. They were developed for internet protocols, not Bluetooth or 4G.Augusto raises concerns that intruders who break into connected products like activity trackers, smart fridges or fire alarms could spread across home networks to access bank credentials or eavesdrop on conversations.'Each connected device opens a new crack in the security of a computer network.Javier Augusto, TelevesTeleves is coordinating the EU-funded GHOST project to lock down our home appliances through an electronic gateway that shuts out attacks.The gateway stands as a buffer between the smart appliances inside the house and the outside world, he explained.To make sure that the gateways themselves remain uncorrupted, the consortium is drawing on advances in blockchain technology.Continue reading >>

Kumpulan Skripsi Dan Jurnal Tentang Bitcoin Di Indonesia

Kumpulan Skripsi Dan Jurnal Tentang Bitcoin Di Indonesia

Kumpulan Skripsi Dan Jurnal Tentang Bitcoin Di Indonesia Kumpulan skripsi dan jurnal tentang bitcoin ini disusun agar bisa bermanfaat bagi siapa saja yang ingin membuat kajian tentang Bitcoin dan cryptocurrency. Baik kajian yang difungsikan dalam menyusun tugas akhir kuliah, makalah, sumber referensi, ataupun jurnal-jurnal, dan penelitian yang berkaitan dengan dunia bitcoin dan cryptocurrency secara umum. Tentunya, tidak semua dari judul skripsi yang telah di cantumkan di daftar ini akan memberi pandangan yang bersifat pro terhadap bitcoin saja, namun juga pandangan-pandangan yang bersifat kontra. Sehingga, penyusunan daftar ini juga mampu memberikan gambaran yang obyektif, sesuai dan berdasarkan pandangan penyusun skripsi saat itu. Semoga hal ini dapat menjadi bermanfaat dan membantu untuk menunjang pengetahuan masyarakat tentang dunia kripto di Indonesia, tidak terlepas baik dalam pandangan yang pro maupun kontra. Transaksi Jual Beli dengan Bitcoin dalam Perspektif Hukum Islam Penulis : Muhammad Imam Sabirin Fakultas : Fakultas Syariah dan Hukum Universitas : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Continue reading >>

Blockchain Pada Industri Logistik Dan Pelayaran

Blockchain Pada Industri Logistik Dan Pelayaran

Blockchain Pada Industri Logistik dan Pelayaran JMOL. Bisnis pelayaran dunia, terutama pengangkutan peti kemas (Container shipping) kini terlihat sedang bersemangat menerapkan Blockchain, sebuah teknologi database online terdistribusi. Blockchain dipercayameningkatkan transparansi, mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi dan menjamin keamanan transaksi pengiriman barang melalui laut. Inovasi ini tentu akan membawa perubahan besar mengingat 90 persen perdagangan di dunia dilakukan melalui laut, dan mereformasiindustri logistik dunia yang bernilai 4 triliun dolar per tahun. Finextra, sebuah perusahaan Freight forwarder International, memperkirakan blockchain dapat menghemat biaya pengurusan dokumen hingga 300 dolar per kontainer, alias 5.4 juta dolar untuk pengiriman melalui sebuah kapal kontainer berkapasitas 18,000 TEU. Awal tahun 2017 ini, Mercuria, sebuah konglomerat di perdagangan dan pelayaran dunia, mengumumkan kerjasama mereka dengan dua lembaga keuangan, ING dan Societe Generale, untuk mengadopsi teknologi blockchain untuk bisnis perdagangan dan pelayarannya. Mercuria meyakini sektor perdagangan dan pelayaran dunia akan semakin tergitalisasi dalam beberapa tahun ke depan. Pada Mei 2017. Samsung SDS mengumumkan akan meluncurkan pilot proyek Blockchain pada industri logistik Korea Selatan, untuk melacak kargo ekspor/impor dan lokasi pengiriman kargo secara real-time. Ilustrasi Blockchain pada pengiriman bunga. (Sumber IBM & Maersk Line) Yang paling menarik perhatian, Maersk Line menggandeng IBM menyiapkan blockchain untuk mengelola peti kemas mereka. Perusahaan pelayaran kontainer (peti kemas) terbesar di dunia ini (16 persen market share) akan menggunakan blockchain untuk mengelola dan melacak jutaan kontainer yang dikelolanya. Melalui digitalisasi pada seluruh Continue reading >>

(video) Carla Jurnalfm

(video) Carla Jurnalfm

Ready to build innovative IoT solutions that rethink the FUTURE? WE CAN. Our goal is 1000 times BTC Founded at Harvard University,Atrl is an IoT-based,contactless identification system that empowers retailers to identify and better serve their customers .Blockchain wallet,Atrl is FUTURE!!! Bitcoins,,,litecoin,bitcoin,BTC,,,,,,huobi,binance,coinbase,Bithumb,Bitfinex,ethereum,btc,arcblock,atrlcoin,bitcoin blockchain wallet,blockchain fees ,blockchain ledger,blockchain,finance,blockchain apps,how to buy bitcoins blockchain,cryptocurrency blockchain,blockchain implementation,define blockchain,ether blockchain,blockchain,nucleus,blockchain,wallet,what is blockchain,internet money,, , ,atrltoken,blockchain info,blockchain technology,bitcoin usd blockchain,bitcoin or blockchain,startups on blockchain,Crowdfunding,IoT patented technology,ION,Nucleuss proprietary IoT sensor,ORBIT,Blockchain information exchange,NEURON,Deep Learning Campaign platform,nCash,Utility Token,Blockchain Technology,Neural Networks,Initial Coin Offering,Loyalty points,blockchain explained,blockchain stock,blockchain wallet,blockchain,technology,blockchain bitcoin,blockchain bitcoin wallet,blockchain basics,blockchain book,blockchain bitcoin cash,blockchain buy bitcoin,blockchain banking,blockchain bootcamp,blockchain berkeley,blockchain bubble,blockchain capital,blockchain,developer jobs,blockchain d h,blockchain ,blockchain etf,blockchain expo,blockchain education,blockchain ethereum,blockchain graphic,blockchain global limited,blockchain gambling,blockchain global merger,blockchain healthcare,blockchain hash,blockchain wallet,what is blockchain,blockchain info,blockchain technology,what is blockchain technology,blockchain explained,blockchain for dummies,ethereum blockchain,how does blockchain work,bl Continue reading >>

Industri Masa Depan Membutuhkan Blockchain, Mengapa?

Industri Masa Depan Membutuhkan Blockchain, Mengapa?

Industri Masa Depan Membutuhkan Blockchain, Mengapa? Sebelum kita masuk pada pembahasan inti mengenai mengapa industri masa depan membutuhkan Blockchain, mari kita review sejenak tentang apa itu Blockchain. Blockchain merupakan suatu sistem terdesentralisasi (terdistribusi) ke seluruh node jaringan pelaku blockchain, sehingga data transaksi yang sudah terjadi, valid, dan dicatat pada Ledger Blockchain (Buku Besar Blockchain) bisa dilihat oleh siapapun; tetapi "tidak bisa dihapus ataupun dimodifikasi oleh siapapun". Hal inilah yang kemudian membuat Blockchain sebagai suatu sistem yang mengunggulkan keamanan dan transparansi (kejujuran) di setiap proses transaksinya. Hal yang akan menjadi pokok pembahasan kita adalah Blockchain, yang mendasari penciptaan Cryptocurrencies (mata uang kripto) yang saat ini menjadi investasi paling menguntungkan sekaligus paling berbahaya yang pernah ada. Dibalik fluktuasi harga yang sangat besar, mata uang kripto yang didasari oleh teknologi blockchain tersebut kemudian mendapatkan kritik pedas dari berbagai kalangan, bahwasannya Bitcoin dan Altcoins lainnya tidak bisa disebut dengan sebuah "Alat Transaksi" melainkan lebih cocok disebut sebagai "Komoditas". Bahkan tetap ada resiko Bitcoin dan seluruh mata uang kripto akan menjadi tidak berharga (bukan teknologi blockchain-nya, namun produk yang dihasilkan dari blockchain tersebut). Bahkan beberapa Bank Sentral, termasuk Bank Nasional Belgia (NBB) dan Sberbank Rusia, menganggap positif teknologi blockchain. Masalah yang terjadi saat ini di lingkup mata uang kripto adalah "kesalahan pengemasan produk". Jadi, bukan teknologi blockchain-nya yang tidak bagus, melainkan hanya produk yang dihasilkan saat ini kurang dapat menjamin sistem transaksi yang murah, cepat, tanpa hambatan. Justru sebalikny Continue reading >>

Studi Atas Pemanfaatan Blockchain Bagi Internet Of Things (iot)

Studi Atas Pemanfaatan Blockchain Bagi Internet Of Things (iot)

Studi atas Pemanfaatan Blockchain bagi Internet of Things (IoT) Keywords: Internet of Things (IoT), Sistem Terdistribusi, Blockchain Ekosistem Internet of Things (IoT) berkembang dengan sangat cepat dan diperkirakan akan menghubungkan 5-20 miliar perangkat pada tahun 2020. Data yang dihimpun dari perangkat ini akan mencapai jumlah yang sangat besar. Saat ini, ekosistem IoT pada umumnya menggunakan model sistem terpusat. Model tersebut memiliki beberapa kelemahan, seperti biaya pemeliharaan yang relatif tinggi, Sistem terdistribusi dapat menjadi alternatif solusi. Blockchain, teknologi ledger terditribusi, memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perlu adanya perantara pihak ketiga yang terpercaya. Paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengintegrasian Blockchain ke dalam ekosistem IoT. Hasil penelitian berupa model dan use-case pemanfaatan Blockchain dalam IoT. [1] S. Nakamoto, Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System, pp. 19, 2008. [2] P. Miller, The cryptocurrency enigma, in Digital Forensics: Threatscape and Best Practices, no. August 2015, Elsevier Inc., 2015, pp. 125. [3] M. Swan, Blockchain: Blueprint for a New Economy. 2015. [4] J. Lopez, R. Rios, F. Bao, and G. Wang, Evolving privacy: From sensors to the Internet of Things, Futur. Gener. Comput. Syst., 2017. [5] M. Samaniego and R. Deters, Management and Internet of Things, Procedia - Procedia Comput. Sci., vol. 94, no. MobiSPC, pp. 137143, 2016. [6] A Survey on Internet of Things: Case Studies , Applications and Future Directions, no. April, 2017. [7] R. Luckin, The importance of the Learning Sciences for Teaching and Learning through the Internet of Things, no. January, 2016. [8] P. P. Ray, A survey on Internet of Things architectures, J. King Saud Univ. - Comput. Inf. Sci., 2016. [9] T. Saar Continue reading >>

More in ethereum