CryptoCoinsInfoClub.com

Jangan Main Bitcoin

Pelaburan Bitcoin, Adakah Ia Peluang Atau Musibah

Pelaburan Bitcoin, Adakah Ia Peluang Atau Musibah

Pelaburan Bitcoin, Adakah Ia Peluang Atau Musibah Dalam dunia kewangan, satu teknologi atau penemuan baru yang paling hipster setakat ini adalah Bitcoin. Mungkin anda pernah dengar pasal pelaburan Bitcoin, tentang status halal haram Bitcoin, scam Bitcoin, dan ada yang kaitkan Bitcoin dengan MLM. Ada yang sangat taksub dengan Bitcoin sehingga sanggup berhenti kerja. Anda mungkin pernah cuba google what is Bitcoin, dan jumpa ayat lebih kurang macam ini: Bitcoin adalah satu cryptocurrency atau matawang digital yang bersifat decentralized dan menggunakan teknologi blockchain. Agak-agak anda faham tak? Cryptocurrency? Blockchain? Decentralised? Teknologi-teknologi ini sebenarnya agak complicated even orang kerja IT pun pecah kepala juga nak faham. Tapi, cara paling senang untuk faham Bitcoin adalah dengan menganggap ia sebagai emas digital. Kenapa emas? Kenapa bukan macam duit ringgit (duit fiat)? Nama pun coin, duit lah tu kan? Macam ini. Sebab ia tak sama dengan duit Ringgit/Dollar adalah dari 3 segi: 1. Nilai duit berbeza ikut negara dan nilai dia bergantung kepada prestasi negara tersebut contoh, kalau negara perang, matawang akan jatuh. Tapi nilai Bitcoin dan emas sama di mana-mana dalam dunia ini. 2. Duit diuruskan oleh bank, Bitcoin diuruskan oleh pengguna sendiri (atau mungkin lebih tepat; oleh teknologi). 3. Duit boleh dicetak ikut keperluan, Bitcoin dan emas hanya boleh dilombong dan jumlahnya terhad. Jadi ia lagi mirip macam emas, berbanding duit fiat. Dan, ia menjadi platform terbaik jual beli di alam digital, sebab ia memang lahir secara digital dengan bertujuan untuk menjadi matawang digital. Persamaan dengan duit biasa? Keduanya boleh digunakan untuk beli barang atau servis yang guna sistem online (walaupun tak banyak lagi sistem/bisnes yang terima Bitcoin di Continue reading >>

"jangan Lihat Bitcoin Sebagai Uang Tapi Emas Digital"

"Jangan Lihat Bitcoin Sebagai Uang Tapi Emas Digital" Saat awal kemunculannya di Indonesia, Bitcoin tak dapat "restu" BI bahkan hingga saat ini. "...Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia." tirto.id - Awal pekan Agustus, Bitcoin membuat rekor baru: untuk pertama kalinya, harga 1 Bitcoin lebih mahal daripada 1 ons emas. Waktu itu setara 4 ribuan Dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp55-56 juta. Para pengamat terbelah. Sebagian menganggapnya baik, sebagai sebuah kemajuan, lainnya menganggap tren tersebut tak akan berumur panjang. Nyatanya, hingga kini harga Bitcoin masih melambungsempat mencapai Rp90 juta. Angka peminatnya juga ikut tumbuh. Di Indonesia, menurut Bitcoin Indonesia, perusahaan exchanger terbesar di sini, ada sekitar 550 ribu orang yang sudah bergabung berinvestasi. Padahal hanya tercatat sekitar 50 ribuan orang pada 2015. Bitcoin yang diperkenalkan, 2009 lalu, sebagai alat pembayaran digital global tanpa batas geografi, mulai berdisrupsi menjadi barang komoditasyang dipakai sebagai aset investasi. Minat yang tumbuh baik itu akhirnya memaksa pemerintah Indonesia, mau tak mau, harus ikut campur mengatur sirkulasinya. Sebagai mata uang atau alat pembayaran, Bitcoin ditolak. Artinya ia tak sah jika dijadikan alat pembayaran. Namun, peredarannya sama sekali tak dilarang. Selama dijadikan sebagai komoditas, seperti emas. Bank Indonesia lebih "terbuka" dengan teknologi blockchain, sistem transaksi mata uang kripto yang lahir bersama dengan mata uang Bitcoin, tujuh tahun lalu. Konon teknologi itu dapat merombak sistem perbankan kini yang tersentralisasi jadi desentralisasimembuatnya jadi lebih aman, murah, cepat, dan transparan. Bagaimana dengan nasib Bitcoin di Indonesia, kini? Tirto menemui Continue reading >>

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

Bitcoin, Aman Atau Berisiko? - Kompas.com

KOMPAS.com - Diakui atau tidak, demam Bitcoin sedang melanda dunia. Cryptocurrency yang bersifat terdesentralisasi dan tidak diatur atau dijamin oleh otoritas pusat ini ramai digunakan untuk bertransaksi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski memiliki sejumlah kelebihan dibanding mata uang "konvensional", Bitcoin bukannya tidak memiliki risiko. Ada beberapa ancaman yang mengintai para pengguna uang virtual ini. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyimpanan Bitcoin. Untuk bisa membelanjakan Bitcoin, pemilik membutuhkan baris kode khusus bernama "private key". Baris kode ini disimpan di dalam "wallet" atau dompet digital. Ketika akan dipakai, barulah pemilik mengakses kode tersebut dan menggunakannya untuk transaksi. Private key bisa disimpan secara lokal di komputer maupun dicetak dengan printer. Persoalan muncul karena baris kode ini bisa dicuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka semua Bitcoin yang terasosiasi dengan private key bersangkutan akan raib selamanya dari tangan pemilik. Kasus seperti ini beberapa terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya peristiwa yang menimpa Inputs.io. Penyedia wallet online tersebut November lalu dibobol hacker sehingga mengakibatkan para "nasabah" kehilangan Bitcoin senilai 1,2 juta dollar AS. Private key yang disimpan dalam "Cold Storage" (komputer atau media penyimpanan yang tak terkoneksi ke internet) pun memiliki kerentanan tersendiri. Seorang pria bernama James Howells menyimpan 7.500 Bitcoin dalam wallet di dalam hard disk komputernya. Ketika hard disk tersebut hilang, Howells terpaksa merelakan uang virtual senilai jutaan dollar tersebut. Untuk mengurangi risiko itu, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan sedikit berbagi tips. Pengelola salah satu bursa Bitcoin terbesar di Indonesia ini mengungkapkan bahwa d Continue reading >>

Teknik Dasar Dagang Bitcoin Agar Selalu Profit

Teknik Dasar Dagang Bitcoin Agar Selalu Profit

Teknik Dasar Dagang Bitcoin Agar Selalu Profit Melalui artikel ini saya ingin sedikit memberikan tips dan trik dasar yang bisa digunakan para Bitcoiners dalam meraih KEUNTUNGAN dalam berdagang Bitcoin ! Banyak para pedagang Bitcoin yang sebelumnya forex trader sedikit kebingungan ketika pertama kali mencoba ikut di dalam pasar Bitcoin.co.id . Perdagangan Bitcoin itu sangat berbeda dengan trading forex karena dari istilah cara tradingnya sekalipun sudah berbeda. Kalau dari forex kita mengenal 2 istilah : Long dan Short. Long yaitu menargetkan harga naik untuk mendapatkan profit dan Short yaitu menargetkan harga turun untuk mendapatkan profit. Sedangkan di dalam perdagangan Bitcoin itu jauh lebih mirip jual beli barang online yaitu adanya BUY dan SELL. BUY artinya benar-benar membeli barang berupa Bitcoin dan SELL artinya benar-benar menjual barang berupa Bitcoin. Sehingga profitnya simple saja yaitu harga jual dikurangi harga beli. Jadi tidak ada istilah Margin Call dan PIP di dalam perdagangan Bitcoin. Adanya jual barang untung atau rugi. Catatan kecil#1 Forex dan Bitcoin itu tidak sama jangan dipaksakan. Dalam berdagang Bitcoin kita harus punya tujuan agar tidak bingung, karena terkadang pemula khususnya Bitcoiner Idealis seringbingung harus mengumpulkan Bitcoin atau justru mengejar untung dalam berjualan Bitcoin. Kalau anda sudah memutuskan menjadi seorang Trader Bitcoin maka maaf anda harus mengubur jiwa Bitcoiner Idealis anda dalam-dalam. Ingat kita disini mengumpulkan rupiah hasil selisih jual dan beli bukan barang berupa Bitcoin. Catatan kecil#2Memegang Bitcoin artinya Anda sedang memegang barang yang harus dijual Catatan kecil#3Memegang Rupiah artinya sedang mencari posisi terbaik untuk membeli dagangan TEKNIK DAGANG APABILA KONDISI PASAR SUPER POSITIF Kondisi p Continue reading >>

Oscar Darmawan (@oscardarmawan) | Twitter

Oscar Darmawan (@oscardarmawan) | Twitter

Pending Pending follow request from @OscarDarmawan Cancel Cancel your follow request to @OscarDarmawan CEO Bitcoin Indonesia - You need to fully know about yourself and you will understand better about everything around you Are you sure you want to view these Tweets? Viewing Tweets won't unblock @OscarDarmawan ForkDelta TEN can be bought on ForkDelta using following link: .Read for more: pic.twitter.com/v5vlAAleWy Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo Halo Bitcoiners! Hari ini pukul 10.00 WIB akan ada pembicaraan mengenai digital asset di Metro Xin Wen bersama CEO , CEO hargavip , dan Kepala Biro Asean Economic Daily. Jangan lupa untuk menonton ya Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo Wah gimana ya min, jujur saja selama main crypto saya gak pernah modal, kecuali cuma buat beli kuota. Tapi sekarang kuliah gak bebanin orang tua, beli motor sendiri, liburan bayar sendiri, malah lagi nyicil buat bangun rumah. Selogan saya sama temen" Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo Bitcoin is not an investment. Theres no physical aspect to itDo you invest in stocks ?Chuckle Of courseWhen was the last time you held a stock certificate? Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo bgarlinghouse on why crypto prices will be driven by real utility, the multi-trillion $ problem Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Undo Bitcoin is making a HUGE statement today showing all the altcoins who the king of crypto is! Wow.$16500 now. I'm expecting a correction anytime now. But then again, I have been expecting a correction since $5000. What do I know? Thanks. Twitter will use this to make your timeline better. Continue reading >>

Perhatikan 5 Hal Ini Saat Ingin Investasi Bitcoin

Perhatikan 5 Hal Ini Saat Ingin Investasi Bitcoin

Perhatikan 5 Hal Ini Saat Ingin Investasi BitCoin Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari) Liputan6.com, Jakarta Dunia sukses dibuat heboh dengan adanya fenomena BitCoin. Penyebabnya, banyak orang yang menjadi kaya setelah nilai tukar BitCoin meningkat. Sebenarnya, apa itu BitCoin? Nilai tukar BitCoin yang konsisten terus mengalami peningkatan, membuat banyak orang mendadak menjadi kaya raya. Fakta ini sempat menggemparkan dunia karena munculnya miliarder-miliarder baru setelah sukses investasi BitCoin. Generasi Milenial Juga Bisa Investasi di Bidang Properti Menarik dicatat, nilai BitCoin pada tahun 2013 sebesar US$ 260 atau jauh lebih tinggi dari nilai tukar pada tahun 2011 yang senilai 30 sen. Nilai ini terus meningkat sesudahnya, sehingga jangan kaget ketika banyak orang mendadak kaya. Contohnya adalah seorang mahasiswa berumur 23 bernama Charlie Shrem. Pada 2013, ia membeli ribuan BitCoin dan menjadi seorang miliarder. Meski membuat ngiri, aman tidak ya melakukan investasi BitCoin? Kira-kira apa saja yang perlu kamu perhatikan selama investasi? Simak ulasannya seperti dikutip dari Tunaiku : 1. Perhatikan masalah keamanan penyimpanan Tempat penyimpanan yang ditawakan BitCoin tidaklah seratus persen aman. Kamu akan mendapatkan dompet virtual yang dilengkapi dengan kunci privat. Meski telah diberi proteksi, hal ini menjadi rawan karena dompet virtualmu berada di jaringan internet. Bagaimana jika para penjahat cyber meretas dompet virtual-mu? Kasus besar pembobolan investasi BitCoin yang bisa dijadikan pengalaman adalah pembobolan di Amerika Serikat. Penyimpanan BitCoin dibobol dan menyebabkan kerugian sebesar jutaan dolar. 2. Lebih waspada terhadap fluktuasi nilai mata uang Meski nilai BitCoin menunjukkan sinyal positif dengan terus mengalami peningkatan, tid Continue reading >>

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Cari jawaban untuk berbagai pertanyaan dan mitos tentang Bitcoin. Bitcoin adalah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin serupa seperti uang tunai di dunia internet. Bitcoin juga dapat dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini. Bitcoin adalah implementasi pertama tentang konsep yang bernama "cryptocurrency", yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1998 oleh Wei Dai dalam milis cypherpunks, menyarankan ide tentang bentuk baru uang yang menggunakan kriptografi untuk mengontrol pembuatan dan transaksi, alih-alih menggunakan otoritas terpusat. Spesifikasi Bitcoin pertama dan bukti konsep dipublikasikan pada tahun 2009 dalam sebuah milis kriptografi oleh Satoshi Nakamoto. Satoshi meninggalkan proyek ini pada akhir tahun 2010 tanpa memberitahukan banyak tentang dirinya. Komunitas Bitcoin berkembang pesat seiring banyaknya pengembang yang mengerjakan Bitcoin. Anonimitas Satoshi seringkali menimbulkan perhatian yang salah, kebanyakan berhubungan dengan salah paham atas sifat Bitcoin yang berbasis sumber terbuka. Protokol dan perangkat lunak BItcoin dipublikasikan secara terbuka dan pengembang dari seluruh dunia dapat meninjau kode atau membuat sendiri perangkat lunak Bitcoin yang telah dimodifikasi versi mereka. Sama halnya dengan pengembang saat ini, pengaruh Satoshi terbatas pada beberapa perubahan yang ia ciptakan dan diadopsi oleh pengembang lain, dan dia tidak mengontrol Bitcoin. Dengan demikian, mencari identitas penemu Bitcoin saat ini sama saja seperti mencari identit Continue reading >>

Gubernur Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

Gubernur Bi: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin

Gubernur BI: Jangan Anggap Enteng Risiko Investasi Bitcoin Bank Indonesia mengimbau masyarakat tidak gampang tergiur dengan investasi Bitcoin. tirto.id - Bank Indonesia (BI) kembali memperingatkan tingginya risiko investasi dalam mata uang digital (cryptocurrency) bernama Bitcoin. Meski dikabarkan menjanjikan keuntungan tinggi, BI menilai investasi Bitcoin sangat berisiko. Karena itu, Gubernur BI, Agus Martowardojo meminta masyarakat agar tidak menganggap enteng resiko yang mungkin dimunculkan dari investasi menggunakan Bitcoin. "Saya ingin mengatakan resiko itu adalah sesuatu yang jangan diambil enteng. Itu adalah sesuatu yang jangan kemudian disesali kalau seandainya ada masyarakat yang ingin lebih jauh mengetahui tentang Bitcoin," kata Agus di kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017) seperti dikutip Antara. Agus mengigatkan, mata uang digital semacam Bitcoin tidak dijamin keamanannya. Investasinya juga tidak diakui di Indonesia saat ini. Apalagi, Bitcoin juga bukan alat pembayaran yang sah. "Jadi saya selalu mengatakan kepada masyarakat untuk paham bahwa ada resiko dengan instrumen Bitcoin," kata dia. BI selaku regulator juga telah mengimbau masyarakat agar tidak berinvestasi dengan mata uang digital, namun memilih produk investasi lain yang lebih sehat dan dijamin. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga berharap masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi dengan instrumen mata uang digital, yang salah satunya ialah Bitcoin. "(Potensi Bitcoin) nampaknya sering dimunculkan karena harganya makin tinggi, ini dilirik sebagai suatu bentuk investasi. Tapi kami tidak berharap terjadi spekulasi atau bubble yang kemudian bisa merugikan," kata Sri Mulyani. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat dapat lebih bijak memilih produk investasi yang aman dan Continue reading >>

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin!

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin!

Risiko Tinggi, Masyarakat Jangan Cepat Tergiur Investasi Bitcoin! Jakarta - Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat agar tak tergiur investasi menggunakan mata uang virtual atau virtual currency seperti bitcoin. Dipastikan bahwa bitcoin bukan merupakan instrumen investasi keuangan yang memiliki regulasi. Hal ini disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing melalui keterangan tertulis, Kamis (14/12/2017). Bitcoin memang tampak menggiurkan, sebab dalam beberapa waktu terakhir nilainya melambung sampai US$ 19.000. Namun tidak ada yang bisa memastikan pergerakannya di kemudian hari. "Perdagangan virtual currency lebih bersifat spekulatif karena memiliki risiko yang sangat tinggi. Beberapa entitas yang menawarkan virtual currency bukan bertindak sebagai marketplace tetapi memberikan janji imbal hasil tinggi apabila membeli virtual currency," kata Tongam. Bank Indonesia (BI) sebelumnya juga telah menyatakan bahwa virtual currency tidak dapat digunakan sebagai alat tukar. Baca juga: Catat! Jangan Tergoda Investasi di 21 Perusahaan Ini Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima. Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal. Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama peran untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. "Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan," ujarny Continue reading >>

Bitcoin Dan Islam: Apa Yang Para Ahli Katakan?

Bitcoin Dan Islam: Apa Yang Para Ahli Katakan?

Bitcoin dan Islam: Apa yang para ahli katakan? Sebagai perusahaan yang beroperasi di negara dengan populasi Muslim yang signifikan, kami sangatlah tertarik kepada bagaimana Bitcoin dilihat dari kacamata Islam. Penulis tamu kehormatan kami dan juga seorang jurnalis keuangan diakui, bapak Suraya Zainudin berbincang dengan Profesor berpiagam di Islamic Finance untuk mengetahui lebih lanjut. Kami sangat beruntung untuk menghabiskan waktu dengan Profesor Emeritus Dr Rodney Wilson, penerima bergengsi 1435H IDB Prize di Islamic Banking & Finance dan anggota fakultas di Universitas Durham dan The Global University of Islamic Finance (INCEIF). Dr. Wilson meninjau bahwa "tidak ada keberatan Shari'a untuk menggunakan Bitcoins sebagai alat bayar dan terima", namun ia menambahkan bahwa tidak disarankan untuk orang yang ber-ekonomi rentan - seperti mereka yang berpenghasilan rendah atau tidak cakap berfinansial - untuk memegang mata uang tanpa memahami risiko yang terkait. "Prinsip pembagian risiko adalah hal dasar di keuangan Islam, tetapi investor perlu memahami apa risiko yang akan mereka tanggung". Singkatnya, seorang Muslim yang tertarik untuk menemukan potensi Bitcoin dan keuntungannya, pertama-tama harus menyadari dahulu risiko dan kekurangannya. Ini juga akan memenuhi konsep gharar , konsep keuangan Islam untuk menggambarkan suatu 'tidak diketahui, tidak pasti, dan risiko yang berlebihan', yang umumnya dilarang dalam Islam. Mari kita lihat beberapa informasi relevan mengenai risiko dan keuntungan Bitcoin, khususnya tersangkut dengan perspektif Islam. Bitcoin memiliki banyak keuntungan ; yaitu cepat, aman dan bebas untuk mengirimkan suatu nilai kepada teman atau keluarga baik lokal maupun internasional. Selain itu, itu sangat bagus untuk pembelian online, memberikan privasi d Continue reading >>

Apa Itu Bitcoin? | Tech In Asia Indonesia

Apa Itu Bitcoin? | Tech In Asia Indonesia

(Update 29 Desember 2017: Kami telah melakukan revisi informasi pada keterangan gambar dalam artikel ini. Di mana terdapat kesalahan penulisan negara Uni Soviet, yang seharusnya Boden, Sweden.) Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency yang pada dasarnya adalah sebuah mata uang digital. Mata uang ini bentuk dan penyimpanannya adalah digital. Penemu Bitcoin untuk pertama kali adalah seorang/grup (belum diketahui pasti-red) programmer yang menggunakan namaSatoshi Nakamoto. Bitcoin dapat digunakan untuk melakukan pembelian berbagai jasa seperti game sampai dengan hosting website. Untuk sekarang, jumlah layanan yang menerima Bitcoin masih cukup terbatas. Lalu mengapa orang menggilai Bitcoin? Karena sebagian besar mereka gunakan untuk investasi dan menjadi kaya. Dari waktu ke waktu harga Bitcoin terus naik dan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2017 ini. Seandainya kamu membeli sepuluh Bitcoin dengan harga $6 (sekitar Rp80 ribu) per koin di Januari 2012 dan kamu simpan sampai sekarang maka sepuluh koin kamu berharga Rp2.5 Miliar (kurs Desember 2017) Jika kamu tertarik dengan Bitcoin namun belum mengerti benar maka kamu datang ke tempat yang tepat, karena kami akan membahas berbagai pertanyaan seputar Bitcoin yang paling sering ditanyakan. Pada dasarnya Bitcoin adalah satu jurnal digital yang mencatat siapa mempunyai berapa Bitcoin. Bank pada umumnya juga mempunyai jurnal seperti ini untuk mencatat nasabah A mempunyai berapa banyak uang. Yang membedakan Bitcoin adalah jurnal digital ini tidak disimpan di sebuah instansi atau pihak tertentu. Di Bitcoin, jurnal digital ini disimpan pada masing-masing orang, atau siapapun yang ingin memiliki dan membantu proses transaksi (disebutmaintainers).Jadi ketika sebuah jurnal digital rusak maka kamu mempunyai cadangan dari seluruh pengg Continue reading >>

Awas! Jika 4 Perkara Ini Ada Pada Jual Beli Bitcoin Anda, Ia Adalah Scam

Awas! Jika 4 Perkara Ini Ada Pada Jual Beli Bitcoin Anda, Ia Adalah Scam

Awas! Jika 4 Perkara Ini Ada Pada Jual Beli BitCoin Anda, Ia Adalah Scam 1 Bitcoin bersamaan 64 Ribu ringgit. Siapa yang tak gelap mata bila nampak amaun sebesar itu kan? Apabila dah nilai sebegitu rupa, maka banyaklah orang-orang yang tak bertanggungjawab mula tawarkan macam-macam jenis skim untuk mulakan perniagaan Bitcoin. Rakyat Malaysia ni hakikatnya semua bijak, Cuma kebijaksanaan mereka itu digunakan dengan cara yang salah. Salah satu contoh adalah penipuan. Ini paling top. Percayalah, tak lama lagi akan tumbuh pelbagai lagi skim yang menggunakan Bitcoin sebagai umpan. Nasihat kami, sekiranya anda betul berminat, buatlah pembacaan sedikit. Ambil ilmu macam mana nak trade BitCoin ni. Dan sekiranya anda berjumpa dengan 4 ciri-ciri ini pada transaksi atau skim tersebut, janganlah percaya. Sebabnya ia adalah scam. Mereka jamin anda akan dapat pulangan lumayan. Hakikatnya, sekiranya pulangan yang dijanjijkan adalah diatas 4-5% setahun iaitu lebih tinggi daripada pulangan yang dijanjikan oleh bank-bank tempatan, ianya satu penipuan. Tiada apa yang guarantee dalam hidup ni. Jaminan macam ni sebenarnya ibarat perjudian, macam baru-baru ini, apabila nilai BitCoin susut, ramai yang terkejut dan pengasas bersama BitCoin sendiri bertindak untuk menjual kesemua BitCoin miliknya Ada Sesuatu Pada Orang Yang Tawarkan Bitcoin Ini ada kaitan dengan pembacaan atau ilmu tentang bitcoin. Kalau anda tahu pasal bitcoin, anda mesti perasan kalau orang yang deal tu macam ada sesuatu sangat Jadi, kalau ada jumpa orang macam ni, dengan latar belakang dia pun tah apa-apa, baik hindar. Eh, macam pernah ada je skim ni di Malaysia. Ya, MLM. Kerana urusan jual beli BitCoin tidak melibatkan upline atau downline. Anda boleh buat pembelian terus kriptocurrency ini di platform mereka sendiri. Seba Continue reading >>

Investasi Bitcoin Makin Eksis, Bi Melarang Tapi Dianggap Paling Aman

Investasi Bitcoin Makin Eksis, Bi Melarang Tapi Dianggap Paling Aman

Investasi Bitcoin Makin Eksis, BI Melarang Tapi Dianggap Paling Aman BI menyatakan, penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang dalam penyelenggara jasa sistem pembayaran. TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Bank Indonesia (BI) telah menyatakan bitcoin atau virtual currency lainnya bukan mata uang atau alat pembayaran sah di Indonesia dan telah diunggah di situs resmi BI sejak 6 Februari 2014. Larangan tersebut ditegaskan kembali beberapa waktu lalu. BI menyatakan, penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang dalam penyelenggara jasa sistem pembayaran. Namun, pernyataan itu diyakini tidak akan berpengaruh bagi kurs bitcoin dan minat para pemainnya, termasuk di Surabaya. Frenavit Putra, salah satu pengguna bitcoin di Surabaya, mengatakan aturan itu tidak berpengaruh kepada para pelaku bitcoin di Indonesia. Soalnya transaksi bitcoin dilakukan tanpa terlacak. Selain itu, para pengguna bitcoin juga memiliki wallet (dompet) bitcoin di beberapa tempat. Bukan hanya di bitcoin .co.id, market terbesar bitcoin di Indonesia dan Asia Tenggara. Karena pemerintah tidak mengerti, kekeh pria yang akrab disapa Avit itu, menduga alasan BI melarang bitcoin . Ia bilang, transaksi bitcoin mustahil untuk dilacak atau dipantau pemerintah karena memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Continue reading >>

Alasan Saya Berhenti

Alasan Saya Berhenti "main" Bitcoin

28 Desember 2017 14:54 Diperbarui: 28 Desember 2017 18:27 sumber ilustrasi: Kalau dibandingkan dengan pemain lain dalam jagat bitcoin, barangkali saya hanyalah seorang "newbie". Sebab, saya baru "menjajal" permainan bitcoin beberapa bulan lalu. Padahal, mata uang itu sudah diciptakan, dikenalkan, dan digunakan hampir sepuluh tahun yang lalu. Namun demikian, saya merasa tetap "bangga" menyandang status newbie itu. Apalagi, saat mengetahui bahwa mata uang itu memiliki beberapa "cacat", sepertinya status itu telah "menyelamatkan" investasi saya dari potensi bubble ekonomi yang mungkin saja melanda bitcoin pada masa depan. Seperti sudah disebutkan pada tulisan sebelumnya, " Tertarik Main Bitcoin? Pelajari Dulu Aturannya ", saya mengenal bitcoin tanpa disengaja. Semua itu berawal sewaktu saudara saya menceritakan investasi via bitcoin yang dilakukannya bersama teman-temannya. Setelah ia mencoba "mencekokkan" konsep bitcoin di kepala saya yang masih awam tentang mata uang virtual, ia terus membujuk saya bermain bitcoin. Oleh karena sering diiming-imingi return yang lumayan, akhirnya saya memutuskan ikut main. Semua itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Pertama, sudah ada orang yang melakukannya. Makanya, saya bisa minta petunjuk manakala saya bingung memahami aturan mainnya. Kedua, sejumlah media "menggembar-gemborkan" keunggulan yang dimiliki bitcoin. Hal itulah yang kemudian "menjerumuskan" saya sehingga saya ikut mendaftar sebagai member di sebuah situs lokal, yang khusus mengatur transaksi bitcoin dengan mata uang rupiah. Lewat situs itulah, selama beberapa bulan, saya belajar mengenal semua aturan main bitcoin yang sederhana. Pasalnya, transaksi bitcoin mirip dengan perdagangan saham. Makanya, berlaku pula aturan transaksi: "beli saat nilainya turun, jual ketika h Continue reading >>

Bi Larang Jual Beli Bitcoin

Bi Larang Jual Beli Bitcoin

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 09:45 WIB Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. (Ilustrasi/REUTERS/Dado Ruvic) Jakarta, CNN Indonesia -- Euforia masyarakat tentang bitcoin semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Namun Bank Indonesia baru saja mengeluarkan pengumuman bahwa alat tukar virtual termasuk bitcoin yang tengah jadi perbincangan dunia itu tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah, demikian siaran pers BI. Dalam siaran pers yang dirilis Sabtu (13/1) itu, BI menyatakan betapa alat tukar virtual seperti bitcoin berisiko tinggi terhadap pencucian uang maupun pendanaan terorisme. Tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currencyserta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman melalui keterangan pers resminya menerangkan. Itu bisa berdampak terhadap kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat. BI pun mengimbau masyarakat untuk tidak jual beli bitcoin dan alat tukar virtual lainnya. Pelaku Pasar: Penerbitan Beleid Bitcoin Untungkan Pemerintah Bukan hanya itu, BI juga melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran dan penyelenggara teknologi finansial di Indonesia untuk memproses transaksi pe Continue reading >>

More in ethereum