CryptoCoinsInfoClub.com

Bitcoin Turun Drastis Januari 2018

Mengapa Harga Bitcoin Turun Di Awal 2018?

Mengapa Harga Bitcoin Turun Di Awal 2018?

Mengapa Harga Bitcoin Turun Di Awal 2018? Harga Bitcoin naik besar-besaran sepanjang tahun 2017, memimpin peningkatan nilai mata uang kripto (Cryptocurrency) lainnya. Namun, memasuki tahun 2018, nilai Bitcoin turun drastis. Di bulan Januari saja, Bitcoin mengalami penurunan lebih dari setengah nilainya; dari 13,763 Dolar AS di awal bulan ke 10,267 Dolar AS di akhir bulan. Mengapa harga Bitcoin turun? Dan apakah ada harapan untuk harga Bitcoin naik kembali? Sebenarnya, penurunan nilai Bitcoin terjadi karena berbagai macam faktor, diantaranya : Berbicara mengenai sebab mengapa harga Bitcoin turun, tidak akan lepas dari masalah skalabilitas (scalability). Apa maksudnya? Secara sederhana, ini bisa diartikan sebagai kecepatan dan banyaknya eksekusi transaksi untuk dicatat dalam blockchain serta berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk itu. Dahulu ketika Bitcoin belum begitu viral, pengguna masih sedikit, sehingga transaksi bisa dicatat dengan cepat tanpa perlu biaya besar. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kondisi memburuk. Sebagai gambaran, dulu dibutuhkan sekitar beberapa ribu Rupiah saja untuk melakukan satu transaksi; tetapi kini diperlukan lebih dari 700,000 rupiah. Dengan demikian, penggunaan praktis Bitcoin sebagai alat pembayaran menjadi makin terbatas. Masalah legalitas sesungguhnya bukan isu baru di dunia kripto. Namun, situasi di awal 2018 cukup kritis, karena sejumlah negara utama yang dihuni pengguna Bitcoin terbesar, memutuskan untuk mengakhiri anonimitas dengan menuntut bursa-bursa kripto memberikan data nasabah. Diantara negara-negara tersebut adalah India dan Korea. Tak hanya itu, negara-negara seperti China yang notabene merupakan asal pengguna Bitcoin terbesar setelah Amerika Serikat, juga mengetatakan peraturan terkait kripto sejak bulan Desember 20 Continue reading >>

Prediksi Harga Bitcoin 2018 Menurut Beberapa Ahli

Prediksi Harga Bitcoin 2018 Menurut Beberapa Ahli

Prediksi Harga Bitcoin 2018 Menurut Beberapa Ahli Seperti yang kita ketahui, Bitcoin benar-benar menjadi Cryptocurrency (Mata Uang Kripto) nomor 1 di dunia pada tahun 2017 ini, lalu bagaimana prediksi harga bitcoin 2018 nanti? Mampukah untuk naik lebih tinggi dibandingkan harga saat ini? Bitcoin merupakan mata uang kripto dengan teknologi Blockchain yang mustahil di atur nilainya oleh institusi, pemerintah, bahkan penciptanya sendiri. Jadi sangat jelas jika pertumbuhan nilai Bitcoin murni hanya dipengaruhi oleh kekuatan Supply (Penawaran) dan Demand (Permintaan) saja. Bagaimana perkembangan atau prediksi harga bitcoin 2018? Nilai tukar Bitcoin (BTC) ke US Dollar (USD) saat ini (19 Oktober 2017) adalah $ 5,660.10 / 1 BTC (sekitar Rp. 75 Juta / 1 BTC), harga yang benar-benar tinggi untuk mata uang kripto. Bitcoin (BTC) sudah naik sekitar 490% selama tahun 2017 ini, dari harga tertinggi bulan Januari 2017 $ 1,175 / 1 BTC sampai Harga tertinggi Oktober 2017 $ 5,864 / 1 BTC. Banyak sekali kritik dan larangan yang ditujukan untuk Bitcoin pada kuartal ketiga tahun ini yaitu : Jamie Dimon yang mengatakan bahwa Bitcoin adalah Penipuan yang sewaktu waktu bisa meledak. Pemerintah China melarang segala aktifitas perdagangan Bitcoin dan mata uang kritpo lainnya. Pemerintah Korea Selatan melarang Penawaran Koin Awal (Initial Coin Offering / ICO) diadakan di negaranya. Vladimir Putin, Presiden Rusia mengutuk Bitcoin dan mata uang kripto lainnya karena tidak bisa di kendalikan oleh pemerintah, yang menyebabkan aksi kejahatan bisa saja terjadi, seperti pembiayaan terorisme. Kritik dan larangan diatas memang sempat membuat Nilai Bitcoin (BTC) turun drastis selama bulan September, dari harga tertinggi $ 4,980 / 1 BTC turun sampai $ 2,975 / 1 BTC. Meskipun dihujani dengan banyak hambatan, Continue reading >>

Pascalarangan Bi, Pengguna Uang Virtual Semacam Bitcoin Turun Drastis

Pascalarangan Bi, Pengguna Uang Virtual Semacam Bitcoin Turun Drastis

Pascalarangan BI, Pengguna Uang Virtual Semacam Bitcoin Turun Drastis Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic Bisnis.com, SEMARANG Bank Indonesia mengklaim bahwa investor pengguna dan pemilik mata uang virtual atau cryptocurrency di Indonesia turun drastis usai Bank Indonesia mengeluarkan larangan pada awal tahun ini. Kepala Grup Pengaturan dan Perizinan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Ida Nuryanti mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah investor cryptocurrency turun dari 1,14 juta orang menjadi sekitar 300.000 orang. Jumlah Investor Bitcoin di Indonesia Diperkirakan Melonjak Hal itu menurutnya, merupakan dampak dari kesadaran para investor terhadap risiko besar yang dikandung oleh mata uang virtual tersebut. Penurunan drastis itu terjadi sejak awal tahun BI keluarkan keputusan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, katanya, Kamis (5/4/2018). Seperti diketahui, pada 18 Januari lalu, otoritas moneter Indonesia tersebut menyatakan, penggunaan mata uang virtual akan bertentangan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Pasalnya, UU tersebut menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah. Kendati telah mengalami penurunan jumlah investor di Indonesia, BI mengaku tidak akan mengendurkan pengawasannya kepada para individu atau institusi yang melakukan transaksi menggunakan cryptocurrency. Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, otoritas tidak akan berpikir dua kali untuk menindak tegas pengguna cryp Continue reading >>

Gara-gara India, Harga Bitcoin Dkk Anjlok

Gara-gara India, Harga Bitcoin Dkk Anjlok

Baca juga: Pemerintah India Tolak Penggunaan Mata Uang Virtual Indeks bursa berjangka bitcoin CME dan Cboe untuk kontrak Februari 2018 juga ambrol ke bawah 9.000 dollar AS. Harga mata uang virtual lainnya, seperti ethereum, ripple, bitcoin cash, dan litecoin juga merosot. Penurunan harga ini terjadi setelah ada pernyataan dari Menteri Keuangan India Arun Jaitley. Pernyataan Jaitley menimbulkan kekhawatiran adanya peningkatan regulasi terkait mata uang virtual di India. Selain itu, The New York Times juga mewartakan, banyak investor yang khawatir harga bitcoin dan mata uang virtual lainnya telah dipenharuhi oleh penukaran Bitfinex. Saat ini, sejumlah investor meyakini bahwa harga bitcoin akan bergerak pada kisaran level 9.000 hingga 10.000 dollar AS. Level 9.000 dollar AS merupakan level terendah dalam dua bulan. Baca juga: Facebook dan Instagram Larang Iklan Bitcoin dkk "Banyak kabar mengenai regulasi membuat pasar panik," ujar Nick Kirk, quantitative developer dan data scientist di Cypher Capital. Dalam pidatonya, Jaitlet menyatakan, Pemerintah India tidak mengakui mata uang virtual sebagai alat pembayaran yang sah. Pemerintah pun akan mengambil langkah guna mengurangi penggunaan aset kripto dalam pendanaan aktivitas terlarang termasuk kriminal. Data Coindesk menunjukkan, harga ethereum mencapai 1.051 dollar AS, bitcoin cash 1.281 dollar AS, dan litecoin 143,28 dollar AS. Adapun harga ripple mencapai 0,99 dollar AS. Kompas TV Hanya rupiah yang diakui sebagai mata uang yang digunakan dalam transaksi keuangan di wilayah Indonesia. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Continue reading >>

Bitcoin Anjlok Setelah Pemerintah Korea Umumkan Larangan Uang Kripto

Bitcoin Anjlok Setelah Pemerintah Korea Umumkan Larangan Uang Kripto

Bitcoin Anjlok Setelah Pemerintah Korea Umumkan Larangan Uang Kripto Penurunan berkelanjutan di bawah level ini dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju $12000 kemudian $10000. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bitcoin turun drastis di perdagangan hari Kamis (11/1/2018_ hingga di bawah 13000 dolar AS setelah Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana pelarangan perdagangan uang kripto di negaranya. Tekanan jual semakindiperhebatoleh komentar tokoh besar finansial, Warren Buffet, yang memperingatkan bahwa "uang kripto akan menemui akhir yang buruk". Bitcoin memasuki tahun baru ini dengan kesulitan untuk kembali bersinar danbullssama sekali tidak menampakkan dirinya pekan ini. Apakah gegap gempita uang kripto sudah berakhir? "Kita paham bahwa lilin biasanya berkobar paling besar sebelum meredup. Apakah ini yang akan terjadi pada Bitcoin dan sebagian besar uang kripto tahun ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya," sebut Lukman Otunuga , Research Analyst di ForexTime. Dia menjelaskan, dari aspek teknis, Bitcoin jelas terlihat mengalami tekanan di grafik harian. Harganya kesulitan menembus di atas $13000 pada artikel ini dipublikasikan. Penurunan berkelanjutan di bawah level ini dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju $12000 kemudian $10000. Harga minyak jelas terlihatbullishpekan ini di tengah kekhawatiran reli harga minyak saat ini mulai melemah. Harga minyak mentah WTI memasuki level yang tak pernah tersentuh sejak Desember 2014 di harga $64 pada sesi perdagangan hari Kamis. Sentimen membaik karena persediaan minyak mentah AS turun di luar dugaan dalam data resmi hari Rabu. Gangguan pasokan signifikan, risiko geopolitik, dan optimisme bahwa pemangkasan produksi OPEC dapat menyeimbangkan pasar adalah sejumlah faktor di balik bangkitnya minyak. Continue reading >>

Dalam 1 Jam, Harga Bitcoin Turun Tajam, Mengapa?

Dalam 1 Jam, Harga Bitcoin Turun Tajam, Mengapa?

NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai sejumlah mata uang virtual terbesar turun tajam pada Selasa (16/1/2018). Penurunan ini disebabkan para investor yang memonitor peringatan dari sejumlah regulator dan meningkatnya tindakan keras terhadap pasar mata uang virtual di China. Mengutip CNBC, penurunan tajam terjadi pada harga bitcoin , hinggan mencapai titik terendahnya dalam 1,5 bulan. Selain itu, harga ethereum dan ripple juga menurun secara signfikan. Data Coindesk menunjukkan, harga bitcoin sempat turun ke level di bawah 12.000 dollar AS untuk pertama kalinya sejak 5 Desember 2017. Harga bitcoin sempat menyentuh level 11.685,24 dollar AS atau setara sekitar Rp 156,579 juta. Angka tersebut turun lebih dari 10 persen dibandingkan posisi pada 1 jam sebelumnya. Sementara itu, berdasarkan data CoinMarketCap, harga ethereum turun 18 persen menjadi 1.090,96 dollar AS atau setara sekitar Rp 14,61 juta. Harga ripple juga turun hampir 26 persen menjadi 1,37 dollar AS per token, setara sekitar Rp 18.358. Harga bitcoin kini berkisar 11.992 dollar AS atau setara sekitar Rp 160,69 juta. Awal pekan ini, otoritas di China dikabarkan berencana memblokir akses domestik untuk platform mata uang virtual China maupun asing yang memungkinkan perdagangan secara tersentralisir. Regulator juga akan membidik individu maupun perusahaan yang memberikan layanan terkait perdagangan yang bersifat tersentralisir. Pada bulan lalu, harga bitcoin melonjak ke rekor tertingginya, yakni 19.343 dollar AS atau setara sekitar Rp 259,19 juta. Namun, sejak saat itu menurun secara gradual. Pada bulan lalu pula, sejumlah bursa berjangka mata uang virtual muncul, antara lain oleh CME dan Cboe. Hingga Selasa pagi waktu setempat, indeks bitcoin pada Cboe turun lebih dari 12 persen. Adapun pada CME turun lebih dari 13 persen Continue reading >>

Nasib Bitcoin Di Tahun 2018

Nasib Bitcoin Di Tahun 2018

Mata uang kripto dengan teknologi Blockchain yang mustahil di atur nilainya oleh institusi pemerintah, bahkan penciptanya sendiri.pertumbuhan mata uang ini murni hanya dipengaruhi oleh kekuatan Penawaran dan Permintaan saja. Di Awal 2018 Harga Bitcoin turun drastis hingga US$ 13.441 per Koinnya. Sungguh peforma yang buruk di awal tahun 2018 ini. Berbeda pada awal tahun lalu yang pertumbuhannya lebih kuat. Pada Desember 2017 lalu, Bitcoin sempat merosot ke level US$ 19.510 per koin. Dan untuk pertama kalinya sejak 2015, mata uang cryptocurrency terpopuler ini menembus harga US$ 13.441 per koin pada awal Januari 2018 lalu. Meski disertai dengan penurunan yang cepat harga bitcoin dinilai belum akan berakhir. bahkan diperkirakan akan mencapai US$ 60.000 tahun ini. Pada kuartal tahun ke tiga ini banyak kritik dan larangan untuk bitcoin. Seperti presiden Rusia Vladimir Putin, mengutuk semua mata uang kripto termasuk bitcoin karena tidak bisa di kendalikan oleh pemerintah, yang menyebabkan aksi kejahatan bisa saja terjadi, seperti pembiayaan terorisme. Dari berbagai kritik dan larangan memang sempat membuat nilai Bitcoin turun drastis selama bulan September, dari harga tertinggi $ 4,980 / 1 BTC turun sampai $ 2,974 / 1 BTC. Padahal pada awal 2017 lalu naik sekitar 490% , dari harga tertinggi bulan Januari 2017 $ 1,175 / 1 BTC sampai Harga tertinggi Oktober 2017 $ 5,863 / 1 BTC. Meskipun demikian pada akhir bulan September lalu harga Bitcoin meroket dari level terendah $ 2,974 / 1 BTC naik menjadi $5,863 / 1 BTC. Lalu bagaimana harga bitcoin pada 2018 ini. Banyak prediksi dari berbagai ahli dalam mata uang seperti tom lee salah satu Pakar Strategi Wall Street mengatakan harga bitcoin akan terus melambung tinggi. bahwa harga bitcoin pada awal s/d pertengahan tahun 2018 akan men Continue reading >>

Januari 2018 Jadi Mimpi Buruk Buat Investor Bitcoin

Januari 2018 Jadi Mimpi Buruk Buat Investor Bitcoin

Januari 2018 Jadi Mimpi Buruk Buat Investor Bitcoin Jakarta - Sepanjang Januari tahun ini menjadi masa yang sulit bagi kebanyakan investor yang bermain di mata uang digital Bitcoin. Pada awal Januari 2018, 1 BTC memiliki nilai hampir USD 15.000 (Rp 201 juta). Kemudian, pada akhir bulan tersebut, nilai dari salah satu cryptocurreny terbesar ini bahkan sempat jatuh hingga berada di kisaran USD 8.810 (Rp 118 juta). Meskipun sempat pulih hingga berada di USD 10.142 (Rp 136 juta), namun kesialan Bitcoin masih berlanjut hingga ke awal Februari. Mata uang digital ini sempat kembali mengalami kemerosotan yang memaksa 1 BTC bernilai USD 8.568 (Rp 115,1 juta). Angka tersebut pun menjadi yang terburuk sejak 25 November 2017, yang pada saat itu Bitcoin sempat menyentuh angka USD 8.561 (Rp 115 juta). Kini, nilai Bitcoin sendiri berada di kisaran 8.900 (Rp 119 juta), berdasarkan data dari CoinDesk. Merosotnya harga Bitcoin ini diperkirakan disebabkan oleh regulasi baru yang diterapkan oleh pemerintah Korea Selatan terkait dengan pelarangan cryptocurrency di Negeri Ginseng tersebut. Meskipun begitu, Menteri Keuangan Korea Selatan Kim Dong-yeon membantah hal tersebut dengan mengatakan bahwa pemerintah setempat hanya mengatur perdagangannya saja. Tidak hanya Korea Selatan, Filipina dan Jepang pun baru-baru ini diketahui tengah menggodok kebijakan untuk memperketat aturan main cryptocurrency di negara masing-masing. Selain itu, kebijakan jejaring sosial Facebook untuk menjatuhi hukuman terhadap iklan yang memiliki keterkaitan dengan mata uang digital pun juga turut dianggap berperan dalam penurunan nilai Bitcoin. Ditambah, meningkatnya popularitas dari cryptocurrency lain seperti Ethereum dan Ripple yang menarik orang-orang untuk berinvestasi di situ juga menjadi salah satu penyebab men Continue reading >>

Di Awal 2018 Harga Bitcoin Anjlok Hingga Us$ 13.440 Per Koin

Di Awal 2018 Harga Bitcoin Anjlok Hingga Us$ 13.440 Per Koin

Di Awal 2018 Harga Bitcoin Anjlok Hingga US$ 13.440 per Koin TEMPO.CO, Jakarta - Bitcoin mengawali tahun baru ini dengan performa yang buruk. Untuk pertama kalinya sejak 2015, mata uang digital ataucryptocurrencyterpopuler ini menembus harga US$ 13.440 per koin pada Senin, 1 Januari 2018 pukul 03.55 sore waktu New York atau turun 6,1 persen dibandingkan Jumat lalu. Pada 18 Desember 2017, Bitcoin sempat merosot ke level US$ 19.511 per koin. Menurut coinmarketcap.com, yang mencatat pergerakan harian, harga Bitcoin juga turun dari US$ 14.156 pada Minggu, 31 Desember 2017. Padahal Bitcoin mampu memulai lebih kuat pada awal tahun lalu, dan melanjutkan momentumnya hingga akhirnya menciptakan euforia global untuk cryptocurrency. Data coinmarket.com menunjukkan harga Bitcoin naik 3,6 persen pada hari pertama 2017 menuju US$ 998 dan mengakhiri tahun 2017 dengan kenaikan lebih dari 1.300 persen. Bulan lalu Bitcoin bahkan berhasil masuk ke Wall Street dalam bentuk kontrak berjangka. Baca: OJK Siapkan Aturan Penggunaan Bitcoin Harga Bitcoin mencapai puncaknya pada tanggal 18 Desember setelah CME Group Inc. memulai debutnya atas Bitcoin, yang dilihat oleh beberapa pedagang akan mendorong pengambilan posisi pendek. Meski disertai dengan penurunan, kenaikan yang pesat pada Bitcoin dinilai belum akan berakhir. Harga Bitcoin bahkan diperkirakan akan mencapai US$ 60.000 tahun ini. Saya pikir kita akan melihat Bitcoin (naik) mencapai US$60.000, tapi kita juga kemungkinan akan melihat Bitcoin (turun) menyentuh US$5.000, ujar pengusaha cryptocurrency Julian Hosp, co-founder dan presiden TenX, seperti dikutip dari CNBC. Sejumlah pengamat dan pemerintah telah memperingatkan bahaya berinvestasi dalam cryptocurrency. Menurut mereka, pergerakan Bitcoin cenderung akan jatuh karena tidak memiliki Continue reading >>

Penyebab Nilai Tukar Bitcoin Turun Drastis

Penyebab Nilai Tukar Bitcoin Turun Drastis

Home Digital Business Penyebab Nilai Tukar Bitcoin Turun Drastis Penyebab Nilai Tukar Bitcoin Turun Drastis Pesona Bitcoin tengah merebak di kalangan masyarakat modern saat ini. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, nilai tukar digital ini hampir mendekati angka US$ 11.800 dan bertransformasi menjadi salah satu aset dengan nilai peningkatan paling tinggi. Meskipun demikian, ternyata legalitas Bitcoin masih belum mendapatkan titik temu di antara para pelaku bisnis. Ada sebagian yang menyetujui penggunaannya, namun tak sedikit juga yang masih setengah hati mengakui keabsahan Bitcoin. Industri keuangan dan bisnis dunia memang tengah mengalami pro dan kontra karena kehadiran Bitcoin atau uang digital ini. Ada beberapa orang yang menyebutnya sebagai alat penipuan dan ada juga yang menyatakan bahwa Bitcoin bisa dijual di bawah harga US$ 5000. Berbeda halnya dengan para pelaku bisnis yang pro atas Bitcoin ini, mereka malah memprediksi bahwa nilai tukar uang digital ini akan melesat hingga angka US$ 100.000 sebelum 2018 berakhir. Baca juga : Nilai Tukar Mata Uang Digital Terjun Bebas dan Terpuruk Faktanya, pada tahun 2017 lalu nilai tukar Bitcoin sempat bergerak naik turun. Menurut hasil yang dihimpun oleh CoinDesk, Bitstamp, Coinbase, Bitfinex dan itBit, nilai tukar Bitcoin saat itu sempat tercata melesat hingga posisi US$ 19.783 per keping atau sama dengan Rp.267,7 juta apabila menggunakan kurs Rp.13.500, tetapi malah merosot lagi ke posisi US$ 13.889 per keping atau Rp.187,5 juta untuk kurs yang sama. Beberapa pihak berpendapat, bahwa merosotnya nilai tukar Bitcoin ini terjadi sebelum dilakukan aksi jual oleh banyaknya spekulan. Tak hanya itu, nilai tukar Bitcoin turun drastis juga karena minat pengguna atas uang digital ini mulai bergeser ke jenis uang digital lainnya sep Continue reading >>

Bitcoin Kembali Terjun 7 Persen

Bitcoin Kembali Terjun 7 Persen

Nilai Bitcoin memperpanjang penurunan tajam dalam 24 jam terakhir, dimana pada awal hari ini, Rabu (17/1), nilai Bitcoin turun lebih dari 7 persen di bursa Bitstamp. (REUTERS/Dado Ruvic) Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai Bitcoin memperpanjang penurunan tajam dalam 24 jam terakhir. Pada hari ini, Rabu (17/1), nilai Bitcoin turun lebih dari 7 persen di bursa Bitstamp. Dilansir dari Reuters, anjloknya nilai Bitcoin ini berasal dari kekhawatiran para regulator keuangan dunia yang dinilai dapat mencoba menekan perdagangan mata uang digital yang sangat volatil ini. Nilai Bitcoin turun ke level US$10.567, tidak jauh dari titik terendah enam minggu sebesar US$10.162 yang dicapai pada hari sebelumnya. Jerman Nilai Bitcoin Tak Bisa Hanya Diatur di Tingkat Negara Sementara itu, kemarin Bitcoin telah kehilangan hingga seperempat dari nilainya di Asia karena kekhawatiran yang meningkat. Hal itu muncul akibat tindakan keras setelah Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pelarangan perdagangan cryptocurrency masih menjadi pilihan. Pemerintah Korea Selatan mengatakan pada hari Senin (15/1) bahwa rencana untuk melarang pertukaran uang digital tersebut belum selesai, karena pemerintah masih melakukan pembicaraan untuk memutuskan bagaimana mengatur pasar. Bitcoin terakhir turun 25 persen pada US$10.182 di bursa Bitstamp yang berbasis Luksemburg. "Ini terutama disebabkan masalah peraturan yang menghantui cryptocurrency dengan berita seputar tindakan keras Korea Selatan," kata Kepala ahli strategi Think Markets Naeem Aslam. "Tapi kami mempertahankan pendirian kami. Kami tidak berpikir bahwa aturan pelarangan cryptocurrency yang lengkap bisa dilakukan," katanya. Cryptocurrency menikmati kenaikan yang luar biasa pada tahun 2017, saat investor utama memasuki pasar melalui penawaran koin perd Continue reading >>

Kenapa Bitcoin Turun Drastis?? | Kapan Waktunya Beli Cryptocurrency?

Kenapa Bitcoin Turun Drastis?? | Kapan Waktunya Beli Cryptocurrency?

KENAPA BITCOIN TURUN DRASTIS?? | KAPAN WAKTUNYA BELI CRYPTOCURRENCY? - DayClip - Search Your Youtube Videos on DayClip! | Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on DayClip. Beli Bitcoin via atm disini : INVESTASI HIGH RISK (DO IT WITH UR OWN RISK) : Davorcoin : (Up to 48% per bulan) LendConnect : (up to 150% per bulan) Mulai Menambang Bitcoin disini (Recommended) : Genesis Mining : Dapatkan diskon 3% dengan kode : lyHUcA HashFlare : Facebook: Instagram: (Watch IG Live) Warning : Perdagangan Digital Asset merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga Digital Asset sangat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Digital Asset. Channel ini tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna. Continue reading >>

Harga Bitcoin Turun Jangan Panik

Harga Bitcoin Turun Jangan Panik

15Januari 2018 harga BTC menunjukan diangka 204jt. Kenaikan harga BTC itu membuatpara investor berpendapat bahwa harga BTC akan terus naik. Setelah naikbeberapa saat BTC menunjukan goyanganya harga BTC sedikit demi sedikit anjlok. Pada16 Januari 2018 pukul 8.31 WIB harga BTC menunjukan harga 198jt. Hal itumembuat para investor yang masih baru panik untuk menjual asset pada BTC yangmembuat harga BTC malah semakin turun. Seharusnya para investor tetap tenangHOLD BTC karena asset digital sekarang ini dalam tahap pemulihan karena beritadari BI yang menyinggung BTC. Kemunculan berita tentang BI yangmengeluarkan pernyataan yang menyangkut pada BTC menyebabkan harga BTC turundrastis. Pada tanggal 13 Januari 2018 harga bitcoin menunjukan diangka 218jtdan turun drastis ditanggal 14 Januari 2018 pada angka 180jt. Hal inidisebabkan banyak investor BTC panik dengan pernyataan BI yang menyangkutpersoalan tentang BTC. Sehingga banyak investor menjual sahamnya danmenyebabkan harga BTG turun drastis. Kini harga BTC mulai merangkak naikpada 15 Januari 2018 dan menurut saya nilai BTG aja semakin membaik dikarenakanbanyak investor yang mulai melirik coin ini lagi. Menurut saya tidak butuhwaktu lama untuk BTC naik ke harga 200jt. Kini harga BTC berada di harga 194jtpada jam 10.00 dan saya berpendapat harga BTC akan trus naik hingga. Jadi untukinvestor saya merekomendasikan untuk membeli BTC pada hari ini sebelum harganyatinggi. Karena coin ini berpotensi untuk terus meningkat mengikuti perkembanganzaman yang semakin maju. Continue reading >>

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto Dan Bitcoin Di 2018

Bayang-bayang Risiko Mata Uang Kripto dan Bitcoin di 2018 Ketakutan akan merosotnya harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya secara tiba-tiba masih hangat diperbincangkan. Benarkah masa depan uang digital ini makin terpuruk di 2018? tirto.id - Mata uang kripto jadi buah bibir di sepanjang 2017 kemarin. Harga sang raja mata uang kripto: Bitcoin terus meroket. Awal pekan Agustus, Bitcoin membuat rekor baru: untuk pertama kalinya, harga 1 Bitcoin lebih mahal daripada 1 ons emas. Waktu itu setara US$4 ribuan, atau sekitar Rp55-56 juta. Bila ditilik lebih ke belakang, pencapaian itu lebih bombastis. Pada 2012 lalu, harga 1 BTC (satuan Bitcoin) adalah sekitar US$15, sekarang? Harganya lebih dari US$15 ribu, sempat diprediksi akan menyentuh US$60 ribu pada 2018. Para pengamat terbelah, sebagian menganggap hal ini baik: sebagai sebuah kemajuan, lainnya menganggap tren tersebut tak akan berumur panjang. Biasa disebut dengan istilah Bitcoin Bubblesebuah keadaan harga sebuah komoditas terus meroket sehingga membentuk gelembung, yang dikhawatirkan dapat pecah pada sewaktu-waktu. Sebut saja gelembung kalau Anda suka, tapi bisakah Anda benar-benar menjauh dari mata uang kripto? ungkap ahli analisis pasar Naeem Aslam , membuka tulisannya dalam Forbes tentang prediksi nasib mata uang kripto pada 2018. Aslam yang mengaku memiliki mata uang kripto seperti Ether, Ripple, Bitcoin ini memperkirakan selama 2018 ini, investasi pada mata uang kripto tetap akan jadi tren dan sama sekali tak akan merugikan. Ia sendiri tak menampik kalau kekhawatiran tentang gelembung itu masuk akal. Melihat angka ini membuat Anda berpikir bahwa tak disanksikan lagi (kejadian) ini adalah bubble, sebab pertumbuhan segini besar memang belum pernah terjadi sebelumnya, tulis Aslam. Namun baginya, pertanyaan paling Continue reading >>

Inilah Penyebab Harga Bitcoin Dan Alt Coin Anjlok Di Pertengahan Januari 2018

Inilah Penyebab Harga Bitcoin Dan Alt Coin Anjlok Di Pertengahan Januari 2018

Gonjang-ganjing akan anjloknya harga bitcoin dan alternative coin menjadi pertanyaan besar para pelaku transaksi di bursa. Hal ini disebabkan penurunan harga bitcoin dan alt coin tidak seperti biasanya yang mencapai hingga 30-50% dalam sehari, misalnya Ripple sempat turun hingga 50% dari harga tertinggi 22.400 menuju 10.800 begitu pula dengan coin utama bitcoin yang turun dari harga 187 juta ke 125 jt. Setelah mencari informasi tentang bitcoin dari situs-situs besar seperti www.express.co.uk, coindesk.com, Bloomberg, cnn dan beberapa situs lainnya, kami menemukan informasi yang menjadi penyebab utama anjloknya harga bitcoin dan alt coin di pertengahan januari 2018 ini. Berikut ulasannya : Penyebab yang pertama adalah pernyataan Pemerintah Korea Selatan Berencana Melarang Perdagangan Crypto . Diketahui bahwa perdagangan cryptocurrency di korea selatan mencapai 20-30% dari keseluruhan perdagangan coin di seluruh dunia. Sehingga dengan ancaman pemerintah untuk melarang perdagangan Crypto di sana memunculkan kekhawatiran para investor dan segera menarik investasi mereka. Penyebab kedua adalah, senada dengan Korea Selatan, China juga mengambil langkah yang serupa dimana pejabat China melakukan langkah demi langkah untuk membatasi perdagangan criptocurrency yang saat ini sudah dilarang di bursa China. Penyebab ketiga adalah adanya pernyataan dari BI melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Agusman. Dan berita ini juga sempat menggemparkan dunia hingga bloomberg juga memuat berita ini. Walaupun total transaksi cryptocurrency di Indonesia hanya mencapai sekitar 5% dari keseluruhan bursa di dunia, hal ini juga berpengaruh terhadap pergerakan harga bitcoin dan alt coin. Pernyataan master saham Warrent Buffet yang menyatakan bahwa masa depan bitcoin akan berakhir suram ( Continue reading >>

More in ethereum