CryptoCoinsInfoClub.com

Bank Di Indonesia Yang Menerima Bitcoin

Bi Larang Merchant Terima Pembayaran Dengan Bitcoin Cs

Bi Larang Merchant Terima Pembayaran Dengan Bitcoin Cs

BI Larang Merchant Terima Pembayaran dengan Bitcoin Cs BI mengeluarkan aturan yang melarang pedagang (merchant) menerima pembayaran transaksi dari pelanggan yang menggunakan mata uang virtual, seperti Bitcoin. (REUTERS/Peter Nicholls) Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) melarang pedagang (merchant) menerima pembayaran transaksi dari pelanggan yang menggunakan mata uang virtual (cryptocurrency), seperti Bitcoin dan Ethereum. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan, Bitcoin dan mata uang virtual lainnya bukan alat pembayaran yang sah dan diakui oleh BI sehingga tidak boleh digunakan untuk transaksi pembayaran. Di samping itu, hingga kini juga belum ada aturan yang dikeluarkan pihaknya terkait penggunaan mata uang virtual tersebut. "Sebaiknya merchant jangan menerima (uang virtual) sebagai alat pembayaran. Nanti kalau ada apa-apa, BI sudah bilang bahwa jangan menerima itu," ujar Mirza di kawasan Kuningan, Rabu (6/12). Selain itu, pelarangan penggunaan Bitcoin cs juga didasari oleh nilainya yang sangat fluktuatif atau tidak stabil. Bitcoin dan beberapa mata uang virtual lainnya di satu waktu bisa naik tajam, tetapi di waktu lain mengalami penurunan yang sangat tajam pula. Tak hanya itu, BI juga mensinyalir bahwa penggunaan Bitcoin cs rentan disalahgunakan. "Memang kalau dilihat dari harganya iti bisa naik abis, itu terus turun abis, itu kemudian naik lagi," terangnya. Mirza pun menambakan pihaknya tengah menggodok landasan hukum pelarangan pengguanaan mata uang virtual tersebut dengan mempelajari ketentuan bank sentral negara lain. Rencananya, landasan hukum tersebut akan berbentuk peraturan BI yang bakal diterbitkan tahun depan. "Saat ini masih early stage (pada level awal) karena bank sentral di dunia juga sedang mempelajari mata uang digital it Continue reading >>

Bank Indonesia Larang Bitcoin

Bank Indonesia Larang Bitcoin

Jakarta - Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan pernyataan tentang mata uang virtual Bitcoin yang tengah 'happening' di seluruh dunia. BI menyatakan Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah. "Memperhatikan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam siaran persnya, Kamis (6/2/2014). BI menyampaikan imbauan, agar masyarakat berhati-hati terhadap cryptocurrency tersebut. "Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya," jelas Peter. Seperti pernah dibahas di detikINET, fenomena Bitcoin ini memang menghebohkan otoritas moneter dan dunia maya. Mata uang ini digunakan untuk membeli berbagai macam jenis barang secara internasional dari ponsel sampai mobil. Bitcoin merupakan mata uang digital yang diperkenalkan di dunia pertama kali pada 2009 oleh seorang tak dikenal yang menggunakan nama alias Satoshi Nakamoto. Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli. Saat ini, sudah banyak merchant yang menerima transaksi Bitcoin. Dengan mata uang digital ini, Anda dapat membeli pizza, biaya memasang website, hingga barang-barang lainnya. Bitcoin juga dinilai sebagai transaksi yang sederhana dan murah, karena pembayaran tidak terikat pada negara tertentu dan ta Continue reading >>

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

Bank Indonesia (BI) akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. BANGKAPOS.COM--Bank Indonesia (BI) akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI mengatakan, dalam PBI uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat, akan diatur salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/12). Baca: Fakta Gunung Agung Sebelum Semburkan Asap Setinggi 2.000 Meter Malam Ini Aturan mengenai penggunaan bitcoin belum jelas, karena BI belum mempunyai aturan khusus terkait ini. Untuk itu, saat ini, BI masih melakukan pengkajian secara mendalam terkait bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik atau terpisah misalnya nanti masuk dalam PBI criptocurrency. Yang jelas, BI mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Jika masyarakat mengalami kerugian terkait bitcoin, regulator BI tidak akan bertanggung jawab terkait hal ini. BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan bitcoin oleh masyarakat. Hal ini karena BI mengendus potensi penyelewengan bitcoin digunakan untuk tindakan melawan hukum seperti terorisme, pencucian uang, prostitusi dan perdagangan obat terlarang. Memang, ada beberapa investor yang menggunakan bitcoin sebagai alat investasi. Beberapa negara bereaksi berbeda dengan kehadiran bitcoin. China, Rusia merupakan beberapa negara yang menolak kehadiran bitcoin. Sedangkan, Jepang menerima transaksi bitcoin. Continue reading >>

Menkominfo Dukung Bank Indonesia Larang Bitcoin

Menkominfo Dukung Bank Indonesia Larang Bitcoin

Menkominfo Dukung Bank Indonesia Larang Bitcoin Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ikut menanggapi fenomena Bitcoin yang nilai tukarnya terus melonjak dan digunakan untuk transaksi. Mata uang virtual itu terus merangkak naik, hingga kemarin menembus USD 14.000 atau setara Rp 190 juta. Mengenai Bitcoin yang dimungkinkan untuk digunakan di Indonesia, menteri yang akrab disapa Chief RA itu merujuk sikap yang dilakukan Bank Indonesia (BI). "Bank Indonesia larang (Bitcoin)? Saya dukung," jawabnya dengan tegas di sela sosialisasi dan peresmian interoperabilitas sistem pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Aston Kuningan Suites, Jakarta, Kamis malam (7/12/2017). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan mata uang virtual memang berkembang pesat, karena itu seluruh bank sentral di dunina sedang mempelajari mata uang virtual ini. "Jadi kalau ditanya kepada BI sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran, tentu yang mata uang yang di luar bank sentral ya tidak diakui, di Indonesia hanya rupiah yang sah," kata Mirza dalam acara diskusi di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Mirza menjelaskan, jika dilihat dari pergerakan harga, Bitcoin dan mata uang virtual memang cepat mengalami kenaikan dan penurunan. "Kalau lihat harganya, cepat naik habis itu turun, terus naik lagi, yang terpenting sebagai sistem pembayaran itu harus diakui oleh otoritas moneter dan sistem pembayaran," ujarnya. Menurut Mirza, saat ini Bitcoin memang tidak diakui oleh BI sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Karena itu, dia mengimbau kepada merchant agar tidak menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. "Sekarang sudah ada pernyataan larangan, bahwa Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran, sehingga merchant tidak boleh menerima B Continue reading >>

2018, Bank Indonesia Larang Transaksi Pakai Bitcoin, Ini Alasannya

2018, Bank Indonesia Larang Transaksi Pakai Bitcoin, Ini Alasannya

2018, Bank Indonesia Larang Transaksi Pakai Bitcoin, Ini Alasannya Bank Indonesia mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. SURYA.co.id - Bank Indonesia (BI) akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko mengatakan, dalam PBI uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat, akan diatur salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/12/2017). Bitcoin belum diatur secara spesifik oleh BI. Untuk itu, saat ini, BI masih melakukan pengkajian secara mendalam terkait bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik ataukah terpisah misalnya nanti masuk dalam PBI cryptocurrency. Yang jelas, BI mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Jika masyarakat mengalami kerugian terkait bitcoin, regulator BI tidak akan bertanggung jawab terkait hal ini. BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan bitcoin oleh masyarakat. Continue reading >>

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

Bank Indonesia Larang Bitcoin Mulai 2018

FILE PHOTO: A Bitcoin and dollar note are seen in this illustration picture taken September 27, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) yang rencananya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI mengatakan, dalam PBI uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat, akan diatur salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/12). Bitcoin belum diatur secara spesifik oleh BI. Untuk itu, saat ini, BI masih melakukan pengkajian secara mendalam terkait bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik atau terpisah misalnya nanti masuk dalam PBI cryptocurrency. Yang jelas, BI mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Jika masyarakat mengalami kerugian terkait bitcoin, regulator BI tidak akan bertanggung jawab terkait hal ini. BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan bitcoin oleh masyarakat. Hal ini karena BI mengendus potensi penyelewengan bitcoin digunakan untuk tindakan melawan hukum seperti terorisme, pencucian uang, prostitusi dan perdagangan obat terlarang. Memang, ada beberapa investor yang menggunakan bitcoin sebagai alat investasi. Beberapa negara bereaksi berbeda dengan kehadiran bitcoin. China, Rusia merupakan beberapa negara yang menolak kehadiran bitcoin. Sedangkan, Jepang menerima transaksi bitcoin. Continue reading >>

Kemungkinan Bank-bank Indonesia Menggunakan Bitcoin

Kemungkinan Bank-bank Indonesia Menggunakan Bitcoin

Kemungkinan Bank-bank Indonesia Menggunakan Bitcoin Apakah menurut agan semua bank di Indonesia bakal tertarik untuk menggunakan Bitcoin dalam layanan mereka? Sedangkan apabila masuk ke bank tentu akan ada regulasi tertentu yang mungkin akan sedikit membuat penggunaan bitcoin. Terutama tentang sifat "anonymous"nya bitcoin. Atau menurut agan semua lebih baik seperti ini saja penggunaan bitcoin di Indonesia? Ane blm terlalu yakin klo bank2 di indo pengen menggunakan btc krn sampai sekarang btc msh blm di terima oleh pemerintah indonesia kecuali sudah di buatkan regulasi atau aturan tentang btc ya kemungkinan bsr bs di gunakan. Ane blm terlalu yakin klo bank2 di indo pengen menggunakan btc krn sampai sekarang btc msh blm di terima oleh pemerintah indonesia kecuali sudah di buatkan regulasi atau aturan tentang btc ya kemungkinan bsr bs di gunakan. Mungkin karena sifatnya yang "Anonymous" gan bitcoin belum dipake bank Indonesia. Mungkin harus ada regulasi yang jelas baru mereka mau, karena jika bank-bank menggunakan bitcoin tidak menutup kemungkinan juga dimanfaatkan beberapa oknum untuk penggelapan uang negara melalui jalur bitcoin Ane blm terlalu yakin klo bank2 di indo pengen menggunakan btc krn sampai sekarang btc msh blm di terima oleh pemerintah indonesia kecuali sudah di buatkan regulasi atau aturan tentang btc ya kemungkinan bsr bs di gunakan. Mungkin karena sifatnya yang "Anonymous" gan bitcoin belum dipake bank Indonesia. Mungkin harus ada regulasi yang jelas baru mereka mau, karena jika bank-bank menggunakan bitcoin tidak menutup kemungkinan juga dimanfaatkan beberapa oknum untuk penggelapan uang negara melalui jalur bitcoin Harus punya regulasi yang jelas jika suatu negarai ingin mengadopsi bitcoin kalau jelas regulasinya sudah tentu agak susah untuk di gelapkan Continue reading >>

Bi Larang Bitcoin Ditransaksikan Di Indonesia Mulai 2018

Bi Larang Bitcoin Ditransaksikan Di Indonesia Mulai 2018

BI Larang Bitcoin Ditransaksikan di Indonesia Mulai 2018 JAKARTA, KOMPAS.com Bank Indonesia akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin pada 2018. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan Bank Indonesia atau PBI yang menurut rencana dikeluarkan dalam waktu dekat. Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko mengatakan, dalam PBI, uang elektronik yang akan keluar dalam waktu dekat akan diatur, salah satunya mengenai bitcoin. "Saat ini belum ada aturan yang jelas jika masyarakat melakukan transaksi bitcoin," kata Onny di Jakarta, Selasa (5/12/2017). Bitcoin belum diatur secara spesifik oleh BI. Untuk itu, saat ini, BI masih melakukan pengkajian secara mendalam terkait bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik ataukah terpisah, misalnya nanti masuk dalam PBI cryptocurrency. Yang jelas, BI mengimbau agar merchant tidak menerima bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia. Jika masyarakat mengalami kerugian terkait bitcoin, regulator BI tidak akan bertanggung jawab terkait hal ini. BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan bitcoin oleh masyarakat. Hal ini karena BI mengendus potensi penyelewengan bitcoin digunakan untuk tindakan melawan hukum, seperti terorisme, pencucian uang, prostitusi, dan perdagangan obat terlarang. Ada beberapa investor yang menggunakan bitcoin sebagai alat investasi. Di sisi lain, beberapa negara bereaksi berbeda dengan kehadiran bitcoin. China dan Rusia merupakan beberapa negara yang menolak kehadiran bitcoin. Sementara Jepang menerima transaksi bitcoin. Continue reading >>

Di 5 Lokasi Ini Properti Dibayar Dengan Bitcoin, Termasuk Di Bali

Di 5 Lokasi Ini Properti Dibayar Dengan Bitcoin, Termasuk Di Bali

Di 5 Lokasi Ini Properti Dibayar dengan Bitcoin, Termasuk di Bali TEMPO.CO, Jakarta -Popularitas Bitcoin membuat harga mata uang digital itu terus meningkat. Nilai mata uang digital Bitcoin pernah mencapai rekor dengan menyentuh level USD 5.991 atau Rp 81 juta per koin pada 20 September 2017. Hari ini, Jumat 27 Oktober 2017, harga Bitcoin mencapai USD 5.883 atau Rp 80,6 juta per koin. Di lamancointelegraph.com, beberapa pengembang di Amerika Serikat telah menerima pembelian rumah menggunakan Bitcoin. Seperti di Miami, Florida. Beberapa waktu lalu, seorang pira membuat berita dengan menjual rumahnya di Coral Gables seharga USD 6 juta atau setara dengan 1.044BTC. Bitcoin telah menjadi bagian dari pasar real estat Miami selama beberapa tahun. Meskipun baru diluncurkan pada 2009, agen real estate, investor dan pembeli yang peka terhadap perkembangan teknologi dengan cepat menggunakan jenis pembayaran digital ini untuk meraup untung. Perusahaan properti di daerah tersebut yakin bahwa kawasan Florida Selatan, khususnya Miami merupakan pasar yang ideal untuk Bitcoin. Mereka mengatakan, jangkauan Bitcoin yang tidak terbatas pada suatu negara menjadi faktor pendorong peningkatan minat dan perhatian di kawasan itu. Dengan menggunakan mata uang alternatif ini, kata mereka, telah membuka pasar properti di kawasan tersebut kepada investor di seluruh dunia. Properti di kawasan Lake Tahoe juga telah menerima Bitcoin untuk transkasi pembelian properti. Seorang pembeli yang tidak disebutkan namanya baru-baru ini membeli properti seluastotal 0,5hektar dengan Bitcoin di 42 tempat berbeda. Properti yang belum dikembangkan dijual seharga USD 1,6 juta atau 2.739 BTC, menjadikannya transaksi real estat berbasis Bitcoin terbesar pada 2013. Menurut laporan, transaksi denganBitcoin pada awalnya Continue reading >>

Bi Temukan 44 Pedagang Di Bali Terima Transaksi Bitcoin

Bi Temukan 44 Pedagang Di Bali Terima Transaksi Bitcoin

BI Temukan 44 Pedagang di Bali Terima Transaksi Bitcoin Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 17:03 WIB Bank Indonesia mengidentifikasi, masih terdapat dua merchant di Bali, salah satunya berbentuk kafe di kawasan Ubud, yang mengindikasikan masih menerima transaksi mata uang virtual. (REUTERS/Benoit Tessier) Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi 44 pedagang atau merchant di wilayah Bali menerima transaksi mata uang virtual, seperti Bitcoin. Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana menjelaskan, 44 merchant tersebut bergerak di bidang perhotelan, jasa sewa kendaraan, kafe, hingga paket wisata. Temuan tersebut, menurut dia, didapat setelah survei yang dilakukan pihaknya berdasarkan informasi masyarakat dan perkembangan media sosial. "Kami temukan saat ini jumlahnya ada 44 (merchant), tetapi kami perkirakan mungkin bisa lebih dari itu," jelas Causa, seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/1). Bitcoin: Akankah Sejarah Gelembung Ekonomi Terulang? Causa menjelaskan, setelah timnya mendatangi langsung pelaku usaha tersebut, sebagian besar mengaku sudah menghentikan praktik pembayaran dengan mata uang digital. Kendati demikian, pihaknya akan tetap mengawasi pedagang-pedagang tersebut. Adapun, ia menyebut, masih terdapat dua merchant, salah satunya berbentuk kafe di kawasan Ubud, yang mengindikasikan masih menerima transaksi mata uang virtual. Saat ini, bank sentral itu masih memberikan peringatan berupa teguran dan meminta kepada pelaku usaha tersebut untuk tak lagi melayani transaksi pembayaran dengan mata uang virtual. Namun, apabila masih ditemukan melakukan praktik tersebut, maka pihaknya akan menggandeng kepolisian untuk menindak tegas. Sempat Tolak Bitcoin, BI Kaji Penerbitan Mata Uang Digital Bank Indonesia telah melarang tr Continue reading >>

Bank Indonesia Akan Buat Regulasi Yang Tegaskan Larangan Penggunaan Bitcoin

Bank Indonesia Akan Buat Regulasi Yang Tegaskan Larangan Penggunaan Bitcoin

Larangan tersebut dibuat guna mencegah praktik ilegal yang memanfaatkan mata uang digital, seperti pencucian uang atau pendanaan terorisme, sertamenjaga kedaulatan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran resmi di Indonesia. Pada 28 November 2017, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan regulasi yang bakalmenjadi dasar (framework) bagi bisnis teknologi finansial (fintech). Salah satu bagian dari regulasi tersebut adalah penegasan kembali larangan penggunaan mata uang digital (cryptocurrency) seperti Bitcoin . Kami melarang penyelenggara fintech, e-commerce, serta penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menggunakan dan memproses virtual currency. Kami pun melarang perusahaan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi menggunakan virtual currency Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia Hal ini tentu menjadi pukulan bagi komunitas pengguna Bitcoin di tanah air. Karena ini artinya BI akan melarang perusahaan seperti Topas TV dan Asmaraku untuk menerima pembayaran dengan Bitcoin. Proses pembelian Bitcoin untuk investasi pun kemungkinan akan menjadi sulit, karena semua transaksijual beli Bitcoin biasanya dilakukan lewat bank atau penyelenggara jasa sistem pembayaran lain. Mengapa Bitcoin dilarang? Menurut Agus, BI melakukan ini demi mencegah kasus pencucian uang dan pendanaan terorisme lewat mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum, sekaligus untuk menjaga kedaulatan mata uang Rupiah di Indonesia. Apa alasan peningkatan harga Bitcoin selama beberapa bulan terakhir? Bank Indonesia selama ini memang telah menekan penggunaan Bitcoin di tanah air. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI hanya mengakui Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Mere Continue reading >>

Bitcoin Dilarang Otoritas Keuangan Indonesia, Ini Fakta-faktanya

Bitcoin Dilarang Otoritas Keuangan Indonesia, Ini Fakta-faktanya

Bitcoin dilarang otoritas keuangan Indonesia, ini fakta-faktanya Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru Image caption Bitcoin mata uang yang hanya ada di internet. Otoritas moneter Indonesia bakal mengeluarkan aturan yang melarang penggunaan bitcoin atau mata uang virtual lainnya sebagai alat pembayaran. Pelarangan oleh Bank Indonesia (BI) ditujukan bagi pelaku layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology) termasuk e-commerce agar tidak menerima bitcoin. Pemrosesan mata uang virtual juga dilarang. "Dalam konteks sistem pembayaran, bitcoin bukan alat pembayaran yang sah," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman Zainal kepada BBC Indonesia, (7/12). Menurut Agusman, hal itu sejatinya sudah diatur dalam Peraturan Bank lndonesia tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran tahun 2016. Pasal 34 beleid itu menyebut, "Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dilarang: (a) melakukan pemrosesan transaksi pembayaran dengan mengunakan virtual currency." Bagian keterangannya disebutkan virtual currency adalah uang digital yang diterbitkan selain otoritas moneter yang diperoleh dengan cara mining. Antara lain Bitcoin, BlackCoin, Dash, Degecoin, Litecoin, Namecoin, Nxt, Peercoin, Primecoin, Ripple, dan Ven. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan alasan melarang adalah dalam rangka melaksanakan prinsip kehati-hatian, menjaga persaingan usaha, pengendalian risiko, dan perlindungan konsumen. Image caption Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pihaknya melarang bitcoin untuk menjaga persaingan usaha, pengendalian risiko, dan perlindungan konsumen. "Kami melarang penyelenggara tekfin (teknologi finansial) dan e-commerce serta penyelenggara jasa sistem pembayaran menggunakan dan memproses virtual currency, serta be Continue reading >>

10 Perusahaan Besar Yang Menerima Bitcoin

10 Perusahaan Besar Yang Menerima Bitcoin

10 Perusahaan Besar Yang Menerima Bitcoin Anda dapat menggunakan Bitcoin untuk melakukan pembelian dengan beberapa perusahaan terbesar di dunia, bahkan pada perusahaan yang tidak secara teknis menangani Bitcoin. Berikut adalah beberapa perusahaan yang menerima Bitcoin: Expedia. Salah satu situs travel terbesar di dunia yang memungkinkan pelanggan untuk membeli layanan penerbangan, hotel dan akomodasi wisata lainnya melalui pasangan mereka Coinbase. Beberapa kritikus akan mengatakan bahwa Expedia tidak benar-benar menerima Bitcoin karena mereka menggunakan vendor untuk menangani transaksi. Tapi setiap perusahaan di dunia beroperasi dengan cara ini. Jika Anda menggunakan Visa atau kartu American Express untuk melakukan pembelian Anda, Expedia akan menerima pembayaran Anda dalam Dolar dari Visa atau American Express. Coinbase, seperti Visa atau American Express, adalah platform perdagangan yang kebetulan menerima Bitcoin dan mendistribusikan mata uang tradisional. Overstock.com EO Patrick Byrne, yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bisnis terkemuka di dunia Overstock.com, merupakan pendukung teguh Bitcoin. Itulah mengapa perusahaannya menerima pembayaran Bitcoin di situs dan bahkan memegang beberapa Bitcoin bukannya mengubah itu semua ke mata uang tradisional. WordPress. Salah satu platform terbesar di dunia untuk pengembangan web, WordPress adalah pengguna pertama dari Bitcoin. Sejak 2012 mereka telah memberikan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan mata uang. Dalam pengumuman mereka, mereka mengatakan mereka membuka pintu mereka untuk Bitcoin secara khusus untuk mencapai bagian dunia di mana jaringan pembayaran tradisional tidak bisa mencapainya, karena campur tangan pemerintah atau birokrasi perusahaan. Beepi. Anda dapat membeli mobil menggunakan Bitc Continue reading >>

Bank Indonesia (bi) Larang Bitcoin. Kalau Begitu, Cari Profit Di Sini Saja

Bank Indonesia (bi) Larang Bitcoin. Kalau Begitu, Cari Profit Di Sini Saja

Bank Indonesia (BI) Larang Bitcoin. Kalau Begitu, Cari Profit Di Sini Saja Bank Indonesia (BI) Larang Bitcoin. Kalau Begitu, Cari Profit Di Sini Saja Written by Boby Chandro Oktavianus 22 Januari 2018 Ramainya pemberitaan mengenai Bitcoin dan virtual currency (cryptocurrency) tahun lalu jadi perhatian banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Terlebih nilainya yang melonjak gila-gilaan hingga tembus >Rp100 juta, membuat Bitcoin beserta cryptocurrency lainnya tidak bisa dipandang sebelah mata sebagai pilihan investasi. Investor dan trader, baik pemula maupun kawakan, tidak melewatkannya begitu saja. Mereka melihat fenomena Bitcoin ini sebagai peluang untuk meraih cuan dalam waktu singkat. Daya tariknya jelas, kenaikan fantastis Bitcoin dari Rp13 jutaan (Januari 2017) menjadi Rp200 jutaan (Desember 2017). Siapa pun pasti tergiur dengan cepatnya untung yang dihasilkan. Di balik berlipat-lipatnya untung yang dihasilkan, Bitcoin menyimpan kekhawatiran sejumlah pihak. Hingga akhirnya Bank Indonesia (BI) membuat pernyataan melarang Bitcoin. Sebenarnya, mengapa Bitcoin bisa begitu fenomenal dan apa alasan Bank Indonesia melarang Bitcoin? Ikuti ulasannya berikut ini. Sekilas tentang Bitcoin: Mata Uang yang Nilainya Tembus Rp100 Juta Bagaimana Tidak Menarik? Dalam Tempo Setahun, Bitcoin Tembus Rp100 Juta Berbeda dengan mata uang fiat (Rupiah, Dolar, dan mata uang negara lainnya), Bitcoin adalah salah satu mata uang digital (virtual currency/cryptocurrency) yang tidak dikontrol otoritas negara atau bank sentral dan penggunanya tak perlu mengungkapkan identitas asli (anonim). Bitcoin pertama kali muncul tahun 2009 dan Satoshi Nakamoto adalah figur di balik munculnya Bitcoin. Tak berbeda jauh juga dengan uang pada umumnya, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya berfungsi sebag Continue reading >>

Bank Indonesia Menyatakan Bitcoin Bukan Metode Pembayaran Yang Sah Di Indonesia

Bank Indonesia Menyatakan Bitcoin Bukan Metode Pembayaran Yang Sah Di Indonesia

Bank Indonesia Menyatakan Bitcoin Bukan Metode Pembayaran Yang Sah Di Indonesia Selamat Malam semuanya, Ini pertama kali saya membuat sebuah topic, topic yang sangat awam bagi semua newbie ane sendiri baru bergabung kemarin. dan sangat antusias membaca forum yang ada disini, dan mulai tertarik untuk berinvestasi di bitcoin sendiri Permasalahan ketika pertama kali saya daftar, muncul di benak saya, apakah BITCOIN apakah Illegal? seperti perjudian atau money game? yah kita juga tau kalau Bitcoin merupakan virtual currency, yang mempunyai sifat real time, langsung dan anonymous Apakah budaya Indonesia yang masih kental tradisionalnya , Dapat menerima ini? Boro-boro duit online, taksi konvensional Vs online juga sudah membuat kerugian yang sangat besar, bahkan merenggut nyawa rakyat kita dan tidak bisa di pungkiri lagi, beberapa orang masih terikat dengan budaya tradisional tersebut dan sangat susah mengikuti budaya modern sekarang dengan teknologi yang sangat canggih dan praktis Tapi apakah Sistem keuangan Indonesia ini siap dengan teknologi yang sangat canggih ini? Tiba2 muncul rasa ingin tahu saya, bagaimana Bank indonesia menyikapi BICOIN ini apakah Legal dan sah? Dilansir dari okez*ne, K*mparan dan Cryptoc*innews bahwa Bank Indonesia menyatakan BITCOIN bukan merupakan metode pembayaran yang Tidak sah Di Indonesia, Sebelumnya pada 2014 BI juga sudah menyatakan Bahwa Bitcoin dan Virtual Currency bukan merupakan mata uang atau pembayaran yang sah di indonesia Alasan nya adalah karena secara aspek UU masih belum termasuk dalam Undang undang no 7 tahun 2011 tentang mata uang, ,dan dalam peraturan bank Indonesia no 18/40/PBi/2016 tentang Penyelengggarran Pemrosesan transaksi Pembayaran (PTP) di jelaskan bahwa seluruh penyelenggara jasi sistem pembayaran (PJSP) dialarang men Continue reading >>

More in ethereum